Semua orang tua pernah dibuat bingung dengan celoteh atau pertanyaan anak. Tak bisa dipungkiri bahwa tidak semua dari kita mampu bersikap bijak dalam menanggapi celoteh atau menjawab pertanyaan anak yang terkadang memang seolah belum waktunya.

Kita bisa menjadi panik atas pertanyaan anak tersebut. Pada sat panik, terkadang jawaban yang kita lontarkan justru terkesan asal-asalan. Bahkan, kita akan melupakan apa yang baru kita katakan kepada anak beberapa saat kemudian. Padahal, hal itu masih terekam kuat di dalam otak anak yang memang butuh jawaban dari sang ibu.

Ketika kita tidak mau atau tidak mampu menjawab pertanyaannya, sebenarnya kita perlu merasa khawatir karena anak akan terus mencari jawaban atas apa yang ingin ia ketahui.

Beruntung bila kemudian ia mendapat jawaban yang benar. Namun, jika ia mendapatkan jawaban yang salah, hal itu akan memengaruhi pikiran anak selanjutnya.

So, di Part 1 ini kita akan mencoba membahas masalah tersebut. Dan disini mimin menggunakan referensi dari salah satu buku terbitan AQWAM yang ditulis oleh Layla TM yang merupakan nama pena dari Laila Trimulya.

Pertanyaan Anak Tentang Allah

Salah satu tugas orang tua adalah mengenalkan anak kepada Allah. Usai adzan dan iqamah diperdengarkan, peran kita (mimin belum sih hehe) sebagai orang tua pun dimulai. Ya, manjaga fitrah anak yang telah diciptakan sesuai fitrahnya, yaitu cenderung kepada kebenaran.

Seiring dengan perkembangan anak, ia akan bertanya tentang siapa yang menciptakannya, di mana tempat tinggal penciptanya, dan sebagainya. Saat itulah bapak-ibu dituntut untuk memberikan jawaban tepat yang mengarah pada keesaan Allah, sesuai dengan usia dan daya tangkap mereka.

Di Mana Allah

Khaulah : Allah itu ada di mana, Bu?

Ibu : Di Arsy.

Khaulah : Arsy itu apa?

Ibu : Arsy itu langit yang jauh dari penglihatan kita.

Khaulah : tapi kata Pak Ustadz, Allah itu dekat sama kita?

Ibu : Arsy itu tempat tinggalnya Allah. Kita nggak tau seperti apa tempat tinggalnya. Memang, Allah itu selalu bersama-sama kita jadi selalu dekat dengan kita juga.

Khaulah : Kalau gitu, Allah itu banyak dong? Ada di Arsy, ada di dekat Khaulah, ada di dekat Bu Guru yang sedang di rumah.

Ibu : Itu bedanya Allah dengan Makhluk. Kalau Allah bisa melihat semua makhluk yang ada di dunia ini tanpa bantuan apapun. Kan Allah Maha Melihat. Tapi kalau makhluk, untuk menjaga sepuluh toko saja dibutuhkan spuluh orang.

Bekal Orang Tua

Itulah salah satu dari seklan banyak pertanyaan yang sering ditanyakan anak usia 4-7 tahun. Anak-anak di usia ini memang selalu penasaran tentang siapa atau apa dan seperti apa Sang Penciptanya. Bisa jadi kita akan merasa tak sabar dengan pertanyaan-pertanyaan beruntun mereka.

Apalagi kalau mereka bertanya saat kita sedang tidak mood untuk ditanyai. Padahal, pertanyaan-petanyaan tersebut bila kita salah menjawabnya bisa fatal!

Jadi sebenarnya kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar seperti apa tempat tinggal Allah kepada anak-anak karena memang kita tidak diperbolehkan untuk menggambarkannya. Tidak ada dalil yang menerangkan hal ini selain bahwa Allah itu berada di langit.

Tapi jangan salah, langit yang menjadi tempat tinggal Allah tidak sama dengan langit yang setiap hari bisa kita nikmati keindahannya. “Rabb lita turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir...” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kita juga tidak diperkenankan menggambarkan cara Allah bersemayam (tinggal) di Arsy. Cara Allah bersemayam tentu tidak bisa disamakan dengan cara makhluknya. Allah mempunyai zat yang tidak diserupai oleh zat-zat lain maka sifat-sifatNya pun tidak diserupai oleh sifat-sifat lain.

Nah itu dia beberapa ulasan dari mimin terkait pertanyaan anak Islam yang kamu bingung menjawabnya.
Selamat Mencobaaa!

Jika ini bermanfaat untukmu, ayoo bantu mimin share postingan ini, biar makin banyak orang yang bisa belajar 👍