Menjadi seorang freelance desainer merupakan pekerjaan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Maka dari itu alangkah bijaknya sebelum kita masuk atau terjun kedalamnya setidaknya mengerti tentang beberapa point ini.

1. Merasa Udah Jago, Padahal Baru Bisa Software

Inget, Desain Grafis bukan soal jago jagoan software grafis. Basi cuyy!

Desain is about how to make a meaningful and invormative visual. Catet!

2. Gak Mau Belajar Lagi

Sehebat apasih lu sampe sampe gak mau belajar lagi. Hadehh :(

Tiap dari kita adalah pembelajar abadi, gak ada yang udah jago terus berhenti belajar. Keepnlearing till u die.

3. Ngeliat Desain Orang Langsung Mau Hujat

Inget! Kritik dan hujat itu beda yaa! Jangan merasa jadi paling jago ketika liat desain orang yang kurang tepat. Bisa jadi, bukan desain dia yang kurang tepat, tapi pengetahuan lu yang kurang. Betul apa betul?

4. Kebanyakan Pake Template

Emang gak boleh pake template? Boleh dong, boleh aja. Tapi kalo kebanyakan, kapan belajarnya atuh. Cobamulai sekarang banyakin liat referensi ketimbang template. Okeee?

5. Ogah Dikriktik

Ehh, lu kan baru belajar nih. Kritik itu hal yang wajar kan. Jangan jadi anti kritik yaa. Malah seneng banget harusnya ketika ada yang ngekritik desain lu. Berarti yang ngekritik perhatian dengan desain lu. Apalagi yang ngekritik desainer favorit, uwuuu kerenn!

Baca juga : BELAJAR DESAIN OTODIDAK. Emang Bisa?

6. Jangan Asal Action

Apapun yang terjadi hendak kita kerjakan awalilah selalu dengan doa, persiapan dan ilmu. Jangan lupa bahwa Action itu sangatlah penting gaes, akan tetapi jika tanpa ilmu bahkan persiapan maka sama saja bunuh diri.Maka perbanyak belajar, referensi untuk menghadapi apapun yang akan terjadi.

So, misal kita menjadi seorang desainer hebat, sangat tidak mungkin kita langsung action tanpa ilmu dan persiapan karena itu akan membahayakanmu dan orang lain. Maka dari itu, harus kita persiapkan dengan baik dan belajar ilmu tentang perdesainan bersama ahlinya.

7. Sekedar Ikut-Ikutan

Seringkali ditemukan beberapa desainer yang mengawali karirnya hanya karena kesengsem melihat karir desainer lain bahkan adapula yang bisa mengontrol emosi kita. Tidak serampangan ketika melihat kesuksesan desainer lainnya, lalu ingin segera mengikuti jejaknya. Padahal tidak semua profesi sedain bisa cocok dengan setiap orang.

Karena masing-masing punya karakteristik. Tergantung kepada niat, keseriusan, kegigihan, dan kemampuan seseorang dalam mengelolanya.

8. Inginnya Cepat dan Instan

Ketika kita melihat desainer/kreator lain yang mana karyanya sudah mendunia bahkan bekerjasama dengan brand besar. Pernahkan kita berfikir kalau mereka mendapatkannya dalam waktu singkat? Tentu TIDAK. Bahkan di antara mereka butuh bertahun-tahun biar bisa sampai di titik ini. Dan ada pula yang mulai dari desainnya di gratisan? Ikutan kontes?

Tidak ada jalan pintas, tidak ada cara instan (bikin mie instan aja kudu dimasak dulu biar bisa dimakan, kagak langsung cringgg jadi). Karena setiap kesuksesan butuh perjuangan dan kesabaran.

9. Kebanyakan Gaya

Mulailah dengan hal sederhana dan manfaatkan apa yang kita punya. Kalau kita bisa berkarya dengan laptop 2Jt maka cukupkan dengan itu sementara. Jangan mengubah gaya hidup lebih tinggi setelah merasa suskses, karena itu adalah sebuah kesalahan. Kaya itu karakter, jika hanya di tampilan saja, itu bukan kaya. Tapi, banyak gaya.

10. Berhenti Belajar

Tidak akan pernah ada kata berenti belajar. Karena kita dituntut mengikuti perkembangan zaman. Saat ini kita lebih dimudahkan dalam belajar dengan banyak kursus online, youtube, komunitas desain, dsb. Oleh karena itu tidak ada alasan lagi untuk bergenti belajar hal baru.

Apakah mereka yang sudah berpenghasilan dan karyanya sudah diakui dunia, mereka enak-enakan? Gak belajar lagi? Tentu TIDAK, karena tentangan mereka justru jauh lebih besar.

Semangat Berkarya!

Bermanfaat? Bantu share blog ini kepada lebih banyak desainer grafis atau temanmu yaa, Terima kasih 😊