15 Kerajinan Daerah di Indonesia Beserta Gambar, Asal Daerah, dan Penjelasannya

Advertisment

XASXUS.com - Indonesia memang sudah terkenal akan produk kerajinannya yang sangat unik sekaligus juga mencerminkan ciri khas daerahnya masing-masing. Misalnya saja kerajinan batik, perak, seni ukir, dan masih banyak lagi. Itulah mengapa, banyak yang beranggapan bahwa setiap sudut Indonesia pasti terdapat kerajinan khas daerahnya.

Berbicara mengenai kerajinan daerah, tentu sebagian dari kita masih ada yang bertanya-tanya apa saja kerajinan daerah di Indonesia? Terbuat dari bahan apa saja kerajinan tersebut? Nah berikut ini adalah 15 kerajinan daerah di Indonesia beserta asal daerah, bahan dasar pembuatannya, dan penjelasannya.

Daftar Isi

1. Kerajinan batik

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Batik (Semarang, Yogyakarta, Madura, Pekalongan)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-1 adalah batik. Siapa sih yang tidak mengenal batik? Kerajinan yang satu ini memang sudah sangat terkenal sekali, baik itu di Indonesia maupun mancanegara. Bahkan di Indonesia sendiri, batik sudah menjadi busana khas yang sering dipakai.

Dibeberapa tempat, batik mempunyai berbagai macam corak dan motif sekaligus juga mengandung nilai-nilai sejarah serta tradisi yang kental dari leluhur mereka. Berdasarkan dari daerah asalnya, batik sendiri sebenarnya berasal dari berbagai daerah, namun yang paling terkenal adalah Pekalongan, Yogyakarta, Semarang, dan Madura.

Bahan pembuatan dari kerajinan batik ini adalah malam atau tinta batik dan kain mori. Jika dilihat dari jenisnya, kerajinan batik saat ini terdiri dari 3 jenis, yaitu batik tulis, batik cap, dan batik lukis. Masing-masing jenis batik tersebut dibedakan berdasakan teknik pembuatannya.

Pada batik tulis, cara pembuatannya adalah dengan menggunakan tangan. Sedangkan pada batik cap, cara pembuatannya adalah dengan menggunakan cap yang biasanya terbuat dari tembaga. Sementara pada batik lukis, cara pembuatannya adalah dengan menggunakan teknik melukis langsung ke kain.

2. Kerajinan perak

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Perak (Kotagede Yogyakarta dan Bali)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-2 adalah perak. Tahukah kamu apa itu perak? Perak sendiri adalah logam transisi lunak berwarna abu-abu mengkilap yang mempuyai konduktivitas termal, konduktivitas listrik, dan reflektivitas tertinggi di antara semua logam. Logam yang satu ini umumnya dipakai sebagai bahan dasar pembuat koin, peralatan meja, perhiasan, fotografi, dan lain sebagainya.

Sama seperti emas, perak juga termasuk ke dalam kategori logam mulia. Hal ini dikarenakan perak mempunyai sifat tidak bisa berkarat atau mengalami proses korosi. Di Indonesia sendiri, asal daerah dari kerajian perak ini adalah di Kotagede Yogyakarta dan di Bali.

Menurut sejarahnya, kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta berawal dari Panembahan Senopati di Mataram (Kota Gede) yang memerintahkan kepada dalem kriya-nya untuk membuat sebuah perhiasan dari perak dan emas. Semantara kerajinan perak di Bali bisa dibilang belum begitu terkenal dibandingkan dengan kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta. Meskipun begitu, kualitasnya tidak kalah dengan kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta.

Di Bali sendiri, kerajinan peraknya umumnya lebih dikenal dengan sebutan perak celuk. Hal ini dikarenakan asal daerah dari kerajinan perak ini adalah di Desa Celuks, Gianyar, Bali. Jika dilihat dari cirinya, kerajinan perak dari Bali ini mempunyai perbedaan dengan kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta dikarenakan terpengaruh oleh latar belakang budaya yang berbeda.

3. Kerajinan kain songket

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Kain songket (Minangkabau di Sumatera Barat dan Medan di Sumatera Utara)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-3 adalah kain songket. Tahukah kamu tentang kain songket? Kain songket sendiri adalah kain tradisional khas rumpun melayu, baik itu rumpun Melayu di Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia serta dikategorikan ke dalam tenunan brokat.

Di Indonesia sendiri, asal daerah dari kain songket ini adalah di Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat dan Medan di Provinsi Sumatera Utara. Namun tidak hanya di pulau Sumatera saja, dibeberapa daerah diluar Sumatera juga mengenal kain songket, seperti di Makassar, Sumba, Lombok, Bali, Sambas, dan masih banyak lagi.

Jika dilihat dari bahan pembuatannya, kain songket ini umumnya ditenun dengan menggunakan tangan serta memakai benang emas dan perak sebagai bahan pembuatannya. Oleh sebab itu, jika dilihat secara sekilas kain tradisional yang satu ini bisa menimbulkan efek kemilau cemerlang.

4. Kerajinan arca

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Arca (Magelang, Yogyakarta, dan Bali)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-4 adalah arca. Arca atau patung ini merupakan media keagamaan pada agama tertentu yang dipakai sebagai sarana di dalam memuja tuhan ataupun dewa-dewinya. Patung arca yang dimaksud disini adalah bukan patung seperti pada umumnya yang lebih mengedepankan unsur keindahan. Maka dari itu, membuat arca tidak boleh sembarangan dan sesederhana seperti layaknya membuat patung pada umumnya

Di Indonesia sendiri, kerajinan arca ini banyak ditemukan di daerah seperti di Magelang, Yogyakarta, dan Bali. Bahan dasar pembuatan dari arca ini adalah menggunakan batu kali atau batu adhesit yang biasanya diperoleh dari Pacitan dan Mojokerto. Pemeluk keagamaan Indonesia yang memakai arca umumnya adalah agama Buddha, Hindu, dan agama Kristen (terutama yang Katolik).

Dalam pembuatan arca, tidak sembarang orang dapat membuatnya. Hal ini dikarenakan membuat patung archa membutuhkan keahlian khusus dan tidak sesederhana seperti layaknya membuat patung pada umumnya. Namun biasanya, pembuatan patung arca ini diawali dengan memotong batu besar sesuai dengan motif.

5. Kerajinan wayang kulit

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Wayang kulit (Yogyakarta)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-5 adalah wayang kulit. Siapa sih yang tidak mengenal wayang kulit? Kerajinan yang merupakan seni tradisional Indonesia memang banyak berkembang di tanah Jawa. Kata wayang pada kerajinan ini berasal dari kata "MaYang", yang artinya adalah menuju kepada dewa, roh spiritual, atau Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut beberapa sumber, wayang juga merupakan istilah bahasa Jawa yang bermakna "bayangan". Hal ini dikarenakan saat pertunjukannya, para penonton akan menonton wayang dari belakang kelir, sehingga hanya terlihat bayangannya saja. Jika dilihat dari segi pembuatannya, wayang ini terbuat dari kulit yang dipahat sehingga bentuknya seperti tokoh pada seni pertunjukan tradisional.

Untuk kulit yang digunakannya sendiri adalah menggunakan kulit kerbau yang telah melalui proses menjadi kulit lembaran. Ukuran dalam pembuatan wayang biasanya membutuhkan ukuran sekitar 50x30 cm. Dalam awal pengerjaannya, para pengerajin biasanya akan membuat pola terlebih dahulu dengan menggunakan pencil, kemudian dipahat dengan menggunakan alat semacam besi dengan ujungnya yang lancip dan terbuat dari baja berkualitas baik.

6. Kerajinan kipas kayu cendana

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Kipas kayu cendana (Bali)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-6 adalah kipas kayu cendana. Sesuai dengan namanya, jika kerajinan kipas yang berasal dari daerah Bali ini terbuat dari bahan dasar kayu cendana. Kerajinan yang satu ini bisa dibilang sangat unik sekaligus juga bernilai tinggi, sehingga membuatnya sering dijadikan oleh-oleh dari Bali.

Di Bali sendiri, kipas kayu cendana ini tidak hanya sekedar kipas yang difungsikan untuk berangin-angin, melainkan mempunyai fungsi estetik dan simbolik yang banyak dihadirkan pada ekspresi tari-tarian diberbagai belahan dunia, terutama dalam tari-tarian di kawasan Asia. Jika dilihat dari segi bentuk dan desainnya, kipas yang satu ini memang sangat menarik sekali untuk dikoleksi.

Bahkan tidak jarang pula seseorang yang mengadakan pernikahan akan memberikan souvenir berupa kipas kayu cendana ini. Hal ini dilakukan supaya pernikahan menjadi lebih berkesan dan juga berkelas.

7. Kerajinan topeng barong

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Topeng barong (Bali)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-7 adalah topeng barong. Kerajinan yang satu ini berasal dari daerah Bali dan merupakan salah satu properti di dalam pementasan tari barong. Jika dilihat dari segi jenisnya, barong mempunyai beberapa jenis, mulai dari barong asu, barong gajah, barong bruntuk, barong macan, barong lembu, barong kambing, barong landung, barong bangkal, barong ket, dan barong gagombrangan.

Kerajinan ini umumnya terbuat dari kayu pule dan kayu kenanga. Dalam proses pembuatannya, terdapat beberapa pakem tertentu di dalam penggambaran sifat tokohnya, sehingga kerajinan ini sangat membutuhkan keterampilan khusus dari para pengerajinnya. Bahkan dalam pemahatan kayunya pun juga harus melewati beberapa tahapan sehingga pada akhirnya menjadi topeng barong.

8. Kerajinan gerabah

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Gerabah (Kasongan di Bantul Yogyakarta)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-8 adalah gerabah. Kerajinan yang difungsikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari ini umumnya berupa alat rumah tangga atau perkakas rumah tangga, seperti celengan, anglo, tempayan, belanga, periuk, kendi, dan lain sebagainya.

Pengolahan tanah liat yang digunakan dalam pembuatan gerabah pun tidak sembarangan, hanya tanah liat berwarna merah coklat atau putih kecoklatan sajalah yang biasanya dipakai. Tahap pembuatannya, diawali dengan meletakan tanah liat disuatu tempat dan menyiramnya dengan air hingga basah merata. Selanjutnya tanah liat akan di diamkan terlebih dahulu hingga 1-2 hari lamanya. Setelah itu, tanah liat digiling supaya menjadi lebih rekat lagi dan liat.

Di Indonesia sendiri, kerajinan gerabah ini banyak ditemukan di Yogyakarta. Di kota ini, terdapat sentra industri kerajinan gerabah bernama kasongan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari kerajinan gerabah ini. Bahkan setiap sudut dikasongan pasti dengan mudah menemui para pengrajin gerabah dengan beraneka ragam jenis kreasi produknya, mulai dari souvenir, accessories, perabot rumah tangga, dan lainnya.

9. Kerajinan kulit

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Kulit (Garut, Yogyakarta, Sidoarjo, Magetan)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-9 adalah kulit. Jika dahulu kulit yang dipakai dalam pembuatan kerajinan berasal dari kulit domba atau sapi, namun di zaman kekinian saat ini sudah semakin beragam, seperti menggunakan kulit buaya dan kulit ikan. Di Indonesia sendiri, daerah pengrajin kulit sangat banyak, namun yang paling terkenal adalah seperti Garut, Yogyakarta, Sidoarjo, Magetan.

Jika berbicara mengenai Garut, pastinya kita akan berpikir bahwa daerah yang satu ini memang sudah terkenal akan sentra kerajinan kulitnya, mulai dari tas kulit, sepatu, jaket dan masih banyak lagi. Bahkan dalam pembuatannya, para pengrajin Garut memakai kulit asli, seperti memakai kulit kerbau, sapi, dan domba.

Sama seperti Garut, Yogyakarta pun juga tekenal akan kerajinan kulitnya. Sentra penghasil kerajinan kulitnya disini adalah di Desa Wisata Manding. Disini kamu bisa mendapatkan berbagai macam kerajinan kulit, mulai dari jaket, sepatu, tas, dompet, dan lain sebagainya. Menurut beberapa sumber, desa ini memang sudah populer akan sentra kerajinan kulitnya sejak 1970-an dan saat ini terdapat 48 showroom penjualan kerajinan kulit di Mading dan sekitar 42 rumah produksi.

Sementara jika berbicara daerah Sidoarjo, sentra kerajinan kulit yang paling terkenal adalah Tanggulangin. Disini ada sekitar 100 para pengrajin yang dapat membuat ratusan hinga ribuan produk kulit dalam 1 bulan. Tidak kalah dengan Garut, setra kerajinan disini pun juga banyak diminati oleh orang luar negeri, teruatama dikawasan Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.

Sedangkan jika berbicara sentra kerajinan kulit tertua di Indonesia, tentu industri kulit di Magetan ini jawabannya. Konon katanya, kerajinan kulit di daerah ini sudah berlangsung sejak Perang Diponegoro berakhir, yaitu sejak tahun 1830 dan sempat mencapai kejayaannya pada tahun 1950 sampai 1960-an.

10. Kerajinan ukiran kayu

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Ukiran kayu (Bali dan Jepara)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-10 adalah ukiran kayu. Dari beberapa daerah di Indonesia, kerajinan seni ukir yang paling banyak diminati adalah seni ukir asal Jepara dan Bali. Hal ini dikarenakan kedua daerah tersebut sama-sama memiliki seni ukir yang sangat indah dan sangat rumit. Bahkan seni ukir dari kedua daerah tersebut mempunyai nilai yang sangat tinggi dan termasuk ke dalam kerajinan tangan yang unik.

Meskipun keduanya sama-sama berkualitas, namun kedua seni ukir tersebut memliki beberapa perbedaan. Misalnya saja seni ukir dari Jepara, motif ukiran khasnya berupa daun pokok membentuk relung dan dibagian ujungnya terdapat daun krawing menjuntai serta mempunyai pola yang dinamis. Sementara dibagian tangkai relungnya, seni ukir dari Jepara mempunyai ukuran cukup panjang dan melingkar. Namun secara keseluruhan, motif ukiran khas dari Jepara ini terinspirasi dari tanaman yang tumbuh secara menjalar.

Sementara seni ukir dari Bali tepatnya di Gianyar juga mempunyai kekhasannya tersendiri dan berbeda dengan seni ukir di daerah lainnya. Kekhasan seni ukir dari Bali tersebut terletak pada daun pokoknya yang berbentuk cembung atau melingkar dan dibagian tengah serta bagian paling tinggi dari daun pokok tersebut terdapat motif berupa pecahan anak daun.

11. Kerajinan getah nyatu

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Getah nyatu (Kalimantan Tengah)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-11 adalah getah nyatu. Sesuai dengan namanya, jika kerajinan yang satu ini menggunakan bahan dasar getah dari pohon nyatu yang umumnya banyak ditemukan di Pulau Kalimantan, terutama di Kalimantan Tengah. Pemilihan pohon ini sendiri bukanlah tanpa sebab dikarenakan pohon nyatu ini mempunyai kemampuan berkembang biak dalam waktu yang sangat singkat, dimana dalam waktu 6 bulan saja tinggi pohon nyatu sudah sekitar 8 meter.

Meskipun begitu, tidak semua pohon nyatu yang telah berumur 6 bulan sudah dapat dipangkas dan dipanen. Sebab pemanenan pohon yang satu ini harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh tetua adat demi menjaga kelestarian lingkungan dan juga tradisi. Kerajinan getah nyatu ini bisa dibilang cukup rumit dan harus melalui beberapa tahap.

Misalnya saja untuk mendapatkan getahnya, para pengrajin harus memisahkan pohon dengan kulitnya dan kemudian merebusnya. Supaya mendapatkan getah yang berkualitas, perebusan kulit tersebut umumnya dilakukan sebanyak 3 kali. Pertama mencampurkannya dengan sedikit minyak agar getah dan kulitnya terpisah. Kedua dilakukan untuk memisahkan getah nyatu dengan minyak tanah. Sementara yang perebusan ketiga dilakukan untuk menambahkan warna pada getah tersebut.

Jika dilihat dari segi bentuknya, kerajinan yang satu ini umumnya lebih di dominasi oleh bentuk perahu naga atau perahu burung tingang. Tidak hanya itu saja, perahu yang digunakan dalam upacara adat tiwah pun juga sering dijadikan kerajinan ini. Selain dalam bentuk perahu, replika prajurit Dayak lengkap dengan cawat, mandau, dan talawang juga kerap dijadikan kerajinan ini.

12. Kerajinan noken

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Noken (Papua)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-12 adalah noken. Tahukah kamu apa itu noken? Noken adalah tas atau kantong tradisional khas Papua yang terbuat dari kulit kayu dan dianyam sedemikian rupa. Dalam kehidupan sehari-hari, noken kerap dipakai oleh masyarakat suku Papua sebagai tempat barang, seperti digunakan sebagai hasil bumi ataupun buruan. Kerajinan yang satu ini bisa dibilang sudah menjadi tradisi bagi suku-suku di Papua.

13. Kerajinan anyaman tikar pandan serasan

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Anyaman tikar pandan serasan (Natuna Kepulauan Riau)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-13 adalah anyaman tikar pandan serasan. Berdasarkan daerah asalnya, kerajinan anyaman tikar pandan serasan ini berasal dari Kabupaten Natuna di kepulauan Riau. Jika dilihat dari segi bentuknya, kerajinan ini umumnya dilengkapi dengan berbagai macam motif dan warna. Hal ini dikarenakan tidak lepas dari inspirasi budaya khas tikar pandan itu sendiri.

Dalam perkembangannya saat ini, anyaman tikar pandan serasan sudah semakin berkembang, seperti dijadikan sebagai topi pandan, sajadah pandan, wadah cucian, dompet pandan, bakul cengkeh, tikar pandan, sandal bermotif, tempat tissue, tempat hantaran pengantin, sejadah, dan banyak lagi.

14. Kerajinan sarung Samarinda

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Sarung Samarinda (Kalimantan Timur)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-14 adalah sarung Samarinda. Sesuai dengan namanya, jika kerajinan tenun sarung ini berasal dari daerah Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Menurut sejarahnya, kerajinan tenun ini berawal dari dibawanya para perantau Bugis dari Sulawesi yang tinggal di pesisir Sungai Mahakam.

Dalam pembuatannya, para pengerajin mengenal 2 cara, yaitu menggunakan alat tenun bukan mesin dan walida (cara tradisional). Sama seperti cara pembuatan kain tenun dibeberapa daerah, pembuatan kain tenun sarung Samarinda ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama, dimana satu sarungnya membutuhkan waktu sekitar satu pekan dan proses menenunnya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 hari.

15. Kerajinan rotan

Contoh kerajinan daerah di Indonesia - Rotan (Kalimantan Tengah)

Nama kerajinan daerah di Indonesia yang ke-15 adalah rotan. Indonesia memang sangat kaya akan sumber alam, salah satunya adalah rotan. Salah satu penghasil rotan terbesar di Indonesia adalah Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah. Bagi masyarakat Suku Dayak di Katingan, rotan sudah menyatu dengan kebudayaan mereka sejak dahulu, seperti digunakan sebagai bahan pangan, keperluan upacara, dan kerajinan.

Kerajinan rotan di Katingan sendiri umumnya berbeda dengan kerajinan rotan dari Pulau Jawa. Hal tersebut terlihat dari motif-motifnya yang cenderung mengedepankan motif khas suku dayak, seperti menggunakan motif burung tingang dan kemang. Pada awalnya, kerajinan rotan di Katingan sebagian besarnya adalah alat keperluan rumah tangga, seperti tikar, tas sayur, dan aneka wadah. Namun dalam perkembangannya, kerajinan rotan Katingan mulai memproduksi berbagai mebel dan benda-benda penunjang kehidupan modern lainnya.

1 2 3 4 5 6 7