20 Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah (Kiri, Kanan, Punggung, Pusar, dan Lainnya)

20 Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah (Kiri, Kanan, Punggung, Pusar, dan Lainnya)
XASXUS.com - Apa penyebab sakit perut bagian bawah? mungkin itulah yang selalu ada dibenak kita saat mengalami sakit perut bagian bawah, entah rasa sakit yang ringan, kram, atau rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dengan jarum. Kondisi ini umumnya dapat menyerang pria maupun wanita, akan tetapi kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita. Nah apa sajakah penyebab sakit perut bawah, berukut 20 penyebab sakit perut bagian bawah pada pria dan wanita.
Daftar Isi

1. Penyakit Crohn

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-1 adalah penyakit crohn. Secara umum, penyakit crohn adalah suatu kondisi dimana menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada ileum (bagian terakhir dari usus kecil) atau usus besar.

Terdapat beberapa faktor penyebab mengapa seseorang bisa terkena penyakit crohn, seperti faktor genetika dan infeksi. Nah jika kamu merasakan sakit perut bagian bawah dengan disertai gejala seperti diare, demam ringan, adanya darah dalam tinja, kurangnya nafsu makan, anemia, radang kulit, mata, dan sendi, maka kemungkinan besar tubuh kamu terkena penyakit crohn.

2. Irritable bowel syndrome (IBS)

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-2 adalah irritable bowel syndrome (IBS). Secara umum, irritable bowel syndrome atau IBS adalah suatu penyakit pencernaan yang menyerang usus besar dan ditandai dengan beberapa gejala lain, seperti perut kembung, kram perut, dan sering buang gas.

Selain itu, penyakit irritable bowel syndrome (IBS) juga bisa menyebabkan beberapa masalah pergerakan usus, mulai dari diare sampai sembelit. Nah jika kamu merasakan sakit perut bagian bawah kiri dengan disertai beberapa gejala tersebut, maka kemungkinan besar kamu sedang terkena penyakit irritable bowel syndrome (IBS).

3. Ulcerative colitis (UC)

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-3 adalah ulcerative colitis (UC). Secara umum, ulcerative colitis atau yang disingkat UC adalah suatu penyakit yang menyebabkan peradangan di dinding saluran pencernaan dengan disertai beberapa gejala lain, seperti diare, sakit perut, feses berdarah dan berlendir.

Selain itu, ulcerative colitis juga menimbulkan beberapa gejala lain, seperti anoreksia, demam, turunnya berat badan, sampai mudah lelah. Penyakit yang dikenal juga dengan nama radang usus besar ini biasanya dapat diatasi dengan cara buang air besar. Meskipun demikian, penyakit ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun penyebab lain yang mungkin adalah disfungsi pada kekebaan tubuh dan faktor genetis.

Tahukah kamu, jika ulcerative colitis ternyata juga dapat melemahkan dan terkadang bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Oleh sebab itu, jika kamu mengalami sakit perut bagian bawah kiri yang disertai beberapa gejala tersebut, maka itu menandakan bahwa tubuh sedang terkena ulcerative colitis atau radang usus besar, sehingga ada baiknya periksakan diri ke dokter.

4. Apendisitis atau radang usus buntu

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-4 adalah apendisitis atau radang usus buntu. Apakah kamu mengalami rasa sakit perut bagian bawah kanan? Jika iya, maka kemungkinan besar kamu mengalami radang usus buntu. Sebagaimana yang diketahui jika radang usus buntu dapat mengakibatkan usus buntu membengkak dan membuat penderita merasakan nyeri dibagian perut sebelah kanan.

Kondisi ini umumnya diawali rasa nyeri dibagian perut sekitar pusar yang menuju ke perut sebelah kanan bawah dan akan semakin memburuk jika bergerak atau terjadi penekanan. Selain itu, radang usus buntu juga disertai oleh beberapa gejala lain, mulai dari merasakan demam, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan lain sebagainya.

Nah jika kamu mengalami sakit perut bagian bawah kanan dengan disertai beberapa gejala diatas, maka kemungkinan besar kamu mengalami radang usus buntu. Oleh sebab itu, sebaiknya periksakan diri ke dokter supaya cepat mendapat penanganan.

5. Penyakit ginjal

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-5 adalah penyakit ginjal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, bisa berupa penyakit batu ginjal, namun bisa juga disebabkan oleh infeksi ginjal. Secara umum, penyakit batu ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari zat yang ada di air kencing dan disebabkan oleh tingginya kadar kalsium atau asam urat dalam tubuh.

Selain itu, penyakit batu ginjal juga bisa disebabkan oleh dehidrasi. Untuk gejalanya sendiri, penyakit batu ginjal biasanya disertai dengan beberapa gejala lain, seperti demam, muntah, mual, dan nyeri di pangkal paha. Sedangkan untuk infeksi ginjal, biasanya peradangan dimulai dari kandung kemih dan kemudian menjalar ke ginjal. Oleh sebab itu, jika kamu merasakan sakit perut bagian bawah dengan disertai beberapa gejala tersebut, maka itu menandakan bahwa tubuh sedang mengidap penyakit ginjal.

6. Hernia

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-6 adalah hernia. Secara umum, hernia atau turun berok adalah suatu kondisi dimana jaringan lunak seperti usus menonjol ke daerah-daerah yang tidak biasa. Ada beberapa jenis penyakit hernia, seperti hernia insisional yang muncul akibat sayatan, hernia inguinal yang muncul diselangkangan bagian dalam, hernia umbilikalis yang muncul di pusar, hernia femoralis yang muncul di selangkangan luar, dan hernia hiatal yang muncul menusuk diafragma.

Kondisi ini biasanya akan terasa sakit saat sedang membungkuk, batuk, atau mengangkat benda berat. Bahkan kondisi ini juga dapat menyebar sampai ke sekitar testis saat tonjolan usus makin turun ke dalam buah zakar. Meskipun kondisi ini tidak selalu berbahaya, namun tahukah kamu jika kondisi ini juga menyebabkan komplikasi fatal jika tidak ditangani. Oleh sebab itu, dokter biasanya akan menyarakan untuk melakukan operasi guna memperbaiki hernia yang meyakitkan atau semakin membesar.

7. Divertikulitis

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-7 adalah divertikulitis. Secara umum, divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada divertikula, yaitu kantung-kantung kecil yang terbentuk di lapisan sistem pencernaan dan paling sering ditemukan di bagian bawah usus besar. Kondisi ini pada umumnya banyak dialami oleh seseorang dengan rentang usia diatas 40 tahun dan jarang menimbulkan masalah.

Meskipun demikian, divertikula atau kantung-kantung kecil tersebut bisa saja terinfeksi, meradang, bahkan sampai pecah. Nah jika terjadi peradangan, maka dapat menyebabkan sakit perut parah secara konstan dan bertahan selama beberapa hari. Kondisi ini biasanya akan dirasakan tepat dibagian kiri perut, namun juga bisa terjadi dibagian kanan perut, terutama pada orang-orang berdarah Asia.

Selain itu, peradangan pada kantung-kantung kecil tersebut juga akan menyebabkan beberapa masalah lain, seperti merasakan mual, demam, sampai diare berdarah sporadik atau perubahan besar pada kebiasaan buang air besar. Nah jika kamu merasakan sakit perut bagian bawah kiri atau kanan dengan disertai beberapa gejala tersebut, maka itu menandakan bahwa tubuh sedang mengidap penyakit divertikulitis.

Untuk penanganannya, bisa dengan istirahat, antibiotik, serta perubahan pola dan menu makan. Namun jika divertikulitis sudah sangat parah atau berulang-ulang, maka penanganannya memerlukan operasi.

8. Mengalami radang dibagian bawah tubuh

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-8 adalah mengalami radang dibagian bawah tubuh. Kondisi ini umumnya bisa terjadi pada siapa saja, baik itu laki-laki, perempuan, tua, muda, maupun anak-anak. Meskipun demikian, kondisi ini lebih lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Nah jika kamu merasakan sakit perut bagian bawah dan seolah-olah ingin buang air besar terus, maka kemungkinan besar kamu mengalami radang dibagian bawah tubuh.

9. Obstruksi usus (usus tersumbat)

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-9 adalah obstruksi usus atau usus tersumbat. Secara umum, obstruksi usus tidak hanya terjadi disebelah bawah perut, melainkan juga bisa terjadi disebelah kiri, kanan, atau atas perut.

Kondisi ini biasanya disertai dengan beberapa gejala lainnya, seperti kram perut yang hilang timbul, perut kembung, sembelit atau diare, perut bengkak, hilangnya nafsu makan, mual dan muntah. Nah jika kamu mengalami hal tersebut, kemungkinan besar kamu mengalami obstruksi usus atau penyumbatan usus, entah itu pada usus halus maupun usus besar.

10. Patah tulang panggul

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-10 adalah patah tulang panggul. Secara umum, patah tulang pinggul adalah kondisi dimana bagian tulang paha bagian atas mengalami keretakan atau patahnya. Kondisi ini biasanya banyak dialami oleh wanita lansia 65 tahun ke atas yang disebabkan oleh penyakit tulang keropos (osteoporosis) atau trauma, seperti terbentur atau jatuh.

Nah jika kamu merasakan rasa sakit tidak tertahankan pada bagian pinggul atau selangkangan dengan disertai beberapa gejala seperti tidak bisa mengangkat, menggerakkan, atau memutar kaki, pembengkakan pada pinggul, tidak bisa berdiri, maka kemungkinan kamu mengalami patah tulang panggul. Meskipun demikian, kondisi ini umumnya memerlukan pemeriksaan terlebih dahulu, seperti melakukan pemeriksaan X-ray dan MRI atau CT scan.

11. Sakit perut akibat menstruasi

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-11 adalah menstruasi. Dalam beberapa kasus, menstruasi yang dialami oleh wanita juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami sakit perut bagian bawah. Bahkan sakit perut yang dialami saat menstruasi akan terasa sangat luar biasa, baik itu sebelum maupun saat menginjak maksimum hari ketiga menstruasi.

12. Hamil diluar kandungan atau kehamilan ektopik

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-12 adalah hamil diluar kandungan atau kehamilan ektopik. Secara umum, kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim dan biasanya terletak di dalam saluran yang menghubungkan rahim dan indung telur alias tuba falopi.

Kondisi ini bisa dibilang sangat beresiko tinggi dan tergolong kehamilan tak layak sehingga dapat menyebabkan gejala nyeri disisi dimana kehamilan terjadi. Tidak hanya akan merasakan sakit perut bagian bawah, wanita yang hamil diluar rahim juga akan merasakan sakit perut bagian kiri, panggul, dan punggung bawah. Bahkan kehamilan ektopik juga dapat menyebabkan rasa mual, nyeri dibagian payudara, sampai perdarahan vagina abnormal.

13. Keguguran

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-13 adalah keguguran. Secara umum, keguguran adalah kondisi dimana keluarnya embrio secara spontan dari dalam kandungan. Nah jika kamu dinyatakan positif hamil namun mengalami perdarahan atau bercak darah dengan disertai kram pada perut bagian bawah dan hilangnya tanda-tanda kehamilan seperti mual atau payudara yang sensitif, maka kemungkinan besar kamu mengalami keguguran.

14. Penyakit radang panggul

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-14 adalah penyakit radang panggul. Secara umum, radang panggul adalah kondisi dimana serviks (leher rahim), tuba falopi (saluran indung telur), uterus (rahim), dan ovarium (indung telur) terjangkit infeksi.

Kondisi ini biasanya disertai dengan beberapa gejala, seperti demam, mual, muntah-muntah, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri ketika buang air kecil, dan rasa nyeri pada daerah panggul. Nah jika kamu mengalami rasa sakit perut bagian bawah dengan disertai gejala tersebut, kemungkinan besar kamu mengalami penyakit radang panggul.

15. Kista indung rahim

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-15 adalah kista indung rahim. Secara umum, kista indung rahim adalah pertumbuhan tumor jinak berisikan cairan dan tumbuh di dalam atau permukaan indung rahim. Sebagaimana yang diketahui, jika wanita mempunyai satu pasang indung rahim yang masing-masingnya berukuran sebesar kacang almond dan terletak disetiap sisi rahim.

Namun tahukah kamu, jika sebagian wanita ternyata mempunyai kista indung rahim dibeberapa titik selama hidup mereka. Nah jika kamu merasakan sakit perut bagian bawah, kemungkinan kamu mempunyai kista indung rahim. Seperti yang diketahui jika kista ovarium yang sudah pecah dapat menghasilkan beberapa gejala serius, mulai dari rasa sakit yang disertai demam atau muntah, sakit perut yang parah, nyeri panggul yang parah dan menyerang tiba-tiba tiba-tiba, sampai sakit perut sebelah kiri.

Kondisi ini terkadang juga disertai beberapa gejala lain, seperti kepala pusing terasa berkunang-kunang, kulit lembab, napas cepat, panas dingin, sampai keadaan darurat yang memerlukan perhatian medis segera. Nah jika kamu mengalami hal tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

16. Endometriosis

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-16 adalah endometriosis. Secara umum, endometriosis adalah kondisi dimana jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim tumbuh dan menumpuk diluar rahim. Normalnya, jaringan dinding rahim pada wanita akan menebal saat akan mengalami ovulasi sebagai bentuk persiapan supaya calon janin bisa menempel dirahim jika terjadi pembuahan.

Terdapat beberapa gejala endometriosis, seperti merasakan nyeri pada perut bagian bawah, punggung, hingga kaki dengan disertai rasa mual, muntah, dan diare. Nyeri yang dirasakan biasanya tergantung dari kondisi setiap wanita dan umumnya berbeda setiap wanita. Bahkan rasa nyeri tersebut akan semakin parah ketika kondisi sedang menstruasi atau melakukan hubungan seksual.

17. Abrupsi plasenta atau gangguan lain pada plasenta saat hamil

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-17 adalah abrupsi plasenta. Secara umum, abrupsi plasenta adalah kondisi lepasnya plasenta sebelum proses persalinan terjadi. Kondisi ini biasanya disertai beberapa gejala dan tergantung dari stadiumnya.

Namun gejala yang sering terjadi adalah seperti perdarahan pada rahim, kontraksi rahim yang tidak normal, lemas, denyut jantung cepat, tekanan darah rendah, nyeri perut, dan nyeri punggung. Nah jika kamu mengalami hal tersebut, kemunginan kamu mengalami abrupsi plasenta atau gangguan lain pada plasenta saat hamil

18. Fibroid

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-18 adalah fibroid. Secara umum, fibroid adalah tumor jinak yang biasanya terjadi didalam atau dibagian atas otot rahim pada wanita. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala berarti apabila tumor masih berukuran kecil.

Namun jika tumor sudah membesar, maka dapat menyebabkan perdarahan dan juga mengakibatkan lebih banyak darah yang keluar saat menstruasi. Nah jika kamu mengalami sakit perut bagian bawah dengan disertai sering buang air kecil, rasa nyeri selama hubungan seksual, nyeri punggung, sembelit, dan tegang pada bagian panggul, maka itu menandakan bahwa kamu terkena penyakit fibroid.

19. Kanker rahim

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-19 adalah kanker rahim. Secara umum, kanker rahim atau yang disebut kanker endometrium adalah kanker yang menyerang sistem reproduksi atau rahim wanita. Kanker yang satu ini biasanya cenderung menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim dan otot-otot di sekitar rahim. Nah jika kamu mengalami sakit perut bagian bawah dengan disertai pendarahan vagina di luar siklus menstruasi atau pendarahan pada vagina namun sudah dalam kondisi monopuse, maka kemungkinan besar kamu terkena kanker rahim.

20. Radang saluran tuba atau salpingitis

Penyebab sakit perut bagian bawah yang ke-20 adalah salpingitis atau radang tuba falopi. Secara umum, tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan antara rahim dengan kandung telur atau ovarium. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya infeksi, terutama infeksi menular seksual (Gonore dan Chlamydia) yang disertai dengan demam. Nah jika kamu mengalami sakit perut bagian bawah dengan disertai gejala tersebut, bisa jadi kamu mengalami penyakit salpingitis
Loading...