10 Fakta Kehamilan dan Janin Usia 36 Minggu Yang Harus Diketahui Oleh Ibu Hamil

A+
A
A-
Sponsored Ad
Sponsored Ad
Sponsored Ad
10 Fakta Kehamilan dan Janin Usia 36 Minggu Yang Harus Diketahui Oleh Ibu Hamil
10 Fakta Kehamilan dan Janin Usia 36 Minggu Yang Harus Diketahui Oleh Ibu Hamil

XASXUS.com - Tahukah kamu, saat kehamilan sudah memasuki usia 36 minggu atau sekitar 9 bulan menandakan bahwa calon ibu tengah memasuki masa trisemester terakhir dari 3 trisemester masa kehamilan yang akan dilewati. Pada tahap ini umumnya banyak hal positif yang akan terjadi, terutama pada perkembangan janin. Selan itu, ibu hamil 36 minggu juga akan mengalami banyak perubahan dan cenderung merasakan gugup sekaligus bahagia.

Berbicara mengenai kehamilan 36 minggu, tahukah kamu apa saja perubahan positif yang akan terjadi pada ibu hamil dan janin usia 36 minggu? Nah berikut ini adalah 10 fakta menarik tentang perkembangan kehamilan pada usia 36 minggu dan janin 36 minggu yang harus diketahui oleh ibu hamil.
Daftar Isi

1. Ibu hamil 36 minggu akan sering buang air kecil

Fakta 1 - Ibu hamil 36 minggu akan sering buang air kecil
Fakta 1 - Ibu hamil 36 minggu akan sering buang air kecil

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-1 adalah ibu hamil sering buang air kecil. Tahukah kamu, saat kehamilan sudah memasuki usia 36 minggu, frekuensi buang air kecil ibu hamil cenderung semakin sering. Hal tersebut pada umumnya disebabkan oleh ukuran janin dan rahim yang sudah semakin membesar, sehingga cenderung lebih menekan kandung kemih. Bahkan dalam beberapa kasus, ibu hamil 36 minggu juga bisa mengompol di celana yang disebabkan oleh tibak bisa mengontrol keluarnya urine.

2. Ibu hamil 36 minggu akan mengalami nyeri dan mudah lelah

Fakta 2 - Ibu hamil 36 minggu akan mengalami nyeri dan mudah lelah
Fakta 2 - Ibu hamil 36 minggu akan mengalami nyeri dan mudah lelah

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-2 adalah ibu hamil akan mengalami nyeri dan mudah lelah. Selain sering buang air kecil, ibu hamil 36 minggu juga akan sering mengalami nyeri dan mudah lelah. Hal tersebut pada umumnya wajar dan normal, sebab pada fase ini pergerakan janin di dalam rahim sudah semakin gesit dan mulai mendorong kepalanya masuk ke area pelvis.

3. Emosi ibu hamil 36 minggu tidak stabil

Fakta 3 - Emosi ibu hamil 36 minggu tidak stabil
Fakta 3 - Emosi ibu hamil 36 minggu tidak stabil

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-3 adalah emosi ibu hamil tidak stabil. Tidak hanya mengalami nyeri, mudah lelah, dan sering buang air besar, pada fase ini ibu hamil 36 minggu juga akan mengalami mood dan emosi yang tidak stabil. Bahkan beberapa ibu hamil menjelang persalinan akan mengalami stres dan rasa cemas.

Hal tersebut pada umumnya disebabkan oleh bayangan sang ibu sendiri tentang betapa sakitnya proses kelahiran nanti atau bisa juga disebabkan oleh perubahan hormon sang ibu. Nah jika kamu mengalami hal tersebut, sebaiknya untuk tetap tenang dan memperbanyak berdoa kepada Tuhan supaya tidak berdampak buruk dan membahayakan keselamatan janin.

4. Pergerakan janin 36 minggu mulai berkurang

Fakta 4 - Pergerakan janin 36 minggu mulai berkurang
Fakta 4 - Pergerakan janin 36 minggu mulai berkurang

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-4 adalah pergerakan janin mulai berkurang. Tidak hanya sang ibu saja yang mengalami perubahan, janin di dalam kandung pun juga mulai mengalami beberapa perubahan, terutama dalam hal pergerakannya. Hal tersebut pada umumnya disebabkan oleh ukuran rahim yang sudah semakin terbatas dan ukuran janin yang sudah semakin membesar.

Jadi bisa dibilang, pergerakan janin cenderung berkurang jika dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Meskipun demikian, sekalinya janin 36 minggu bergerak, justru lebih kuat dari pada minggu-minggu sebelumnya dikarenakan organ-organnya sudah terbentuk hampir sempurna.

5. Ibu hamil 36 minggu akan mengalami kontraksi palsu (braxton hicks)

Fakta 5 - Ibu hamil 36 minggu akan mengalami kontraksi palsu (braxton hicks)
Fakta 5 - Ibu hamil 36 minggu akan mengalami kontraksi palsu (braxton hicks)

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-5 adalah iIbu hamil akan mengalami kontraksi palsu atau braxton hicks. Tahukah kamu, saat kehamilan sudah memasuki usia 36 minggu, ibu hamil umumnya akan merasakan braxton hicks atau kontraksi palsu. Untuk gejalanya, biasanya berbeda dengan kontraksi menjelang persalinan, dimana kontraksi palsu atau braxton hicks yang dialami oleh ibu hamil ini intensitasnya lemah, tidak terlalu menyakitkan, dan sering kali menghilang dalam kurun waktu cukup lama.

6. Volume ketuban pada ibu hamil 36 minggu cukup tinggi

Fakta 6 - Volume ketuban pada ibu hamil 36 minggu cukup tinggi
Fakta 6 - Volume ketuban pada ibu hamil 36 minggu cukup tinggi

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-6 adalah volume ketuban ibu hamil sudah cukup tinggi. Tahukah kamu, saat kehamilan sudah memasuki usia 36 minggu, cairan ketuban ibu hamil sudah cukup tinggi, yaitu berkisar antara 500 sampai 800 ml dan akan terus menurun hingga mendekati detik-detik persalinan.

Secara umum, ketuban mempunyai fungsi yang sangat penting bagi perkembangan janin, seperti sebagai penyedia nutrisi, mencegah infeksi, melindungi janin dari benturan, mengendalikan suhu, dan lain sebagainya. Karena fungsinya yang sangat penting bagi janin, ibu hamil 36 minggu dituntut untuk melakukan pengukuran air ketuban ke dokter. Hal ini dikarenakan air ketuban yang berlebihan dan kekurangan justru dapat berdampak buruk bagi janin.

7. Ibu hamil 36 minggu akan mengeluarkan lendir

Fakta 7 - Ibu hamil 36 minggu akan mengeluarkan lendir
Fakta 7 - Ibu hamil 36 minggu akan mengeluarkan lendir

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-7 adalah ibu hamil akan mengeluarkan lendir. Selain beberapa point perubahan ibu hamil diatas, ibu hamil 36 minggu juga akan mengalami keluarnya lendir di minggu-minggu terakhir kehamilan. Lendir tersebut pada umumnya bewarna bening dan terjadi tanpa disertai keluhan yang serius.

Biasanya, lendir yang keluar tersebut akan terjadi secara terus-menerus, bahkan bisa sampai 15 menit sekali. Namun jika lendir yang keluar tersebut disertai dengan rasa mulas dan cairan berwarna kekuningan, bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda bahwa ibu hamil sudah waktunya melakukan persalinan.

8. Organ janin 36 minggu sudah mulai terbentuk sempurna

Fakta 8 - Organ janin 36 minggu sudah mulai terbentuk sempurna
Fakta 8 - Organ janin 36 minggu sudah mulai terbentuk sempurna

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-8 adalah organ janin sudah mulai terbentuk sempurna. Tahukah kamu, saat kehamilan sudah memasuki usia 36 minggu, organ janin di dalam rahim ternyata sudah terbentuk nyaris sempurna, mulai dari organ paru-paru, otak, sampai organ jantung. Bahkan pada fase ini, jaringan kulit janin sudah terisi lemak lebih banyak, rambut sudah mulai tumbuh, kuku pada jari-jari tangan dan kaki juga sudah ikut terbentuk.

9. Janin 36 minggu akan mengalami kenaikan berat dan tinggi badan

Fakta 9 - Janin 36 minggu akan mengalami kenaikan berat dan tinggi badan
Fakta 9 - Janin 36 minggu akan mengalami kenaikan berat dan tinggi badan

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-9 adalah janin di dalam kandungan akan mengalami kenaikan berat dan tinggi badan. Jika pada minggu sebelumnya janin sudah berukuran panjang sekitar 45 cm dan beratnya sekitar 2,4-2,5 kg. Namun tahukah kamu berapa ukuran dan berat janin pada usia 36 minggu?

Secara umum, janin 36 minggu sudah berukuran panjang sekitar 46-47 cm dari ujung kaki hingga kepala dan beratnya sekitar 2,3-2,5 kg. Meskipun demikian, ukuran janin 36 minggu tersebut umumnya berbeda-beda satu sama lain dan tergantung dari berbagai faktor, salah satunya adalah kandungan gizi yang diserap oleh janin.

10. Kepala janin 36 minggu mulai memasuki lubang panggul

Fakta 10 - Kepala janin 36 minggu mulai memasuki lubang panggul
Fakta 10 - Kepala janin 36 minggu mulai memasuki lubang panggul

Fakta kehamilan 36 minggu yang ke-10 adalah kepala janin mulai memasuki lubang panggul. Tahukah kamu, saat kehamilan sudah memasuki usia 36 minggu, kepala janin di dalam kandungan sudah mulai memasuki lubang panggul sang ibu. Oleh sebab itu, pada fase ini ibu hamil cenderung akan merasakan nyeri dibagian panggul dikarenakan tekanan pada syaraf panggul. Meskipun demikian, masuknya kepala janin ke lubang panggul memberikan dampak positif pada paru-paru sang ibu, sehingga ibu hamil akan memperoleh banyak ruang dalam bernafas.
Loading...
Sponsored Ad