advertisement

8 Unsur-Unsur Seni Rupa Beserta Contoh dan Penjelasannya


advertisement
advertisement
advertisement
advertisement
8 Unsur-Unsur Seni Rupa Beserta Contoh dan Penjelasannya
8 Unsur-Unsur Seni Rupa Beserta Contoh dan Penjelasannya

XASXUS.com - Menurut pengertiannya, seni rupa merupakan cabang kesenian yang membentuk sebuah karya seni dengan memakai media yang bisa ditangkap secara kasat mata dan juga bisa dirasakan ataupun disentuh dengan indera peraba. Secara umum, seni rupa terbagi ke dalam beberapa unsur, namun tahukah kamu apa saja unsur unsur seni rupa tersebut? Nah berikut ini adalah 8 unsur-unsur seni rupa beserta contoh, dan penjelasannya.
Daftar Isi

1. Unsur Seni Rupa Titik

Unsur-unsur seni rupa yang ke-1 adalah titik. Titik merupakan salah satu unsur seni rupa paling kecil diantara unsur seni rupa lainnya. Bahkan wujud pada sebuah karya, umumnya dihasilkan berawal dari unsur seni rupa berupa titik. Selain itu, unsur seni rupa titik juga dapat menjadi pusat perhatian tersendiri apabila berkumpul atau mempunyai warna yang berbeda dari warna lainnya.

2. Unsur Seni Rupa Garis

Unsur-unsur seni rupa yang ke-2 adalah garis. Garis merupakan salah satu unsur seni rupa berupa goresan atau batas dari suatu benda, ruang, bidang, warna, tekstur, dan lain sebagainya yang terbentuk dari hasil penggabungan unsur seni rupa titik. Unsur seni rupa garis ini terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu berdasarkan jenis, kesan, dan wujudnya.

Jika dilihat dari jenisnya, unsur seni rupa garis ini terdiri dari beberapa jenis, seperti pendek, panjang, lurus, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus, putus-putus, patah-patah, tebal, diagonal, dan lain sebagainya.

Sedangkan berdasarkan kesannya sendiri, unsur seni rupa garis ini dapat ditimbulkan oleh adanya variasi jenis-jenis garis yang dipakai. Sementara berdasarkan wujudnya, unsur seni rupa garis ini terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu semu dan nyata. Dalam penggunaannya sendiri, unsur seni rupa garis mempunyai manfaat untuk mencapai kesan tertentu, seperti untuk membuat kesan megah, kekar, simpel atau agung, dan kuat.

3. Unsur Seni Rupa Bidang

Unsur-unsur seni rupa yang ke-3 adalah bidang. Bidang merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa unsur seni rupa garis. Jika dilihat dari dimensinya, unsur seni rupa bidang memiliki dimensi panjang dan lebar atau yang kerap disebut pipih.

Sedangkan jika dilihat dari segi bentuknya, unsur seni rupa bidang terdiri dari berbagai macam jenis, seperti bidang geometris, bidang biomorfosis (organis), bidang tidak beraturan dan bidang bersudut. Secara umum, unsur seni rupa bidang ini terbentuk akibat adanya 2 unsur seni rupa garis yang saling bertemu atau disebabkan oleh sapuan warna.

Selain itu, unsur seni rupa bidang ini juga dibatasi oleh kontur atau 2 dimensi yang terdiri dari panjang dan lebar. Dalam seni rupa, unsur seni rupa berupa bidang ini terdiri dari berbagai macam bidang dasar, seperti bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan lain sebagainya.

4. Unsur Seni Rupa Bentuk

Unsur-unsur seni rupa yang ke-4 adalah bentuk. Bentuk merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa unsur seni rupa bidang, dimana unsur seni rupa bentuk ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu bangun (shape) dan bentuk plastis (form).

Bangun (shape) adalah unsur seni rupa yang bentuknya polos dan tampak oleh mata atau sekedar untuk mengatakan sifatnya saja, seperti bulat, ornamental, persegi, tidak teratur dan lain sebagainya. Sedangkan pada unsur seni rupa bentuk plastis (form) adalah unsur seni rupa yang bentuknya subjektif atau bisa dirasakan karena adanya unsur nilai dari benda tersebut, seperti kursi, meja, lemari, dan lain sebagainya.

5. Unsur Seni Rupa Tekstur

Unsur-unsur seni rupa yang ke-5 adalah tekstur. Tekstur merupakan salah satu unsur seni rupa yang menyatakan sifat dan keadaan dari suatu permukaan bidang atau permukaan benda dari karya seni rupa. Secara umum, setiap benda pastinya mempunyai teksturnya masing-masing, ada yang bertekstur berbeda, dan ada yang bertekstur sama.

Jika dilihat dari segi jenisnya, unsur seni rupa tekstur ini terbagai ke dalam 2 jenis, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu (maya). Menurut pengertiannya sendiri, jenis tekstur semu merupakan kesan yang berbeda antara perabaan dan penglihatan dari sifat dan keadaan permukaan bidang pada benda karya seni rupa. Sedangkan jenis tekstur nyata merupakan nilai raba yang sama antara perabaan dan penglihatan.

Berdasarkan sifatnya, unsur seni rupa tekstur ini terbagi ke dalam beberapa jenis, seperti halus, kasar, kusam, mengkilap, licin, berpori, dan lain sebagainya.

6. Unsur Seni Rupa Warna

Unsur-unsur seni rupa yang ke-6 adalah warna. Warna merupakan salah satu unsur seni rupa yang paling menonjol dan juga sangat penting. Hal ini dikarenakan unsur seni rupa warna dapat membuat ciptaan karya seni menjadi lebih hidup dan eksresif. Bedasarkan teori warna, unsur seni rupa warna ini terbagi ke dalam 7 spektrum warna berdasarkan cahayanya.

Selain itu, teori warna juga dapat dipelajari melalui 2 pendekatan, salah satunya adalah dengan memakai teori warna yang berdasarkan pada pigmen warna (goethe), yakni butiran halus yang ada pada warna. Nah berikut ini adalah beberapa istilah yang harus kamu ketahui di dalam teori pigmen warna.

A. Warna primer

Warna primer merupakan salah satu warna dasar atau warna pokok dan tidak bisa dihasilkan melalui beberapa percampuran warna lain, seperti warna merah, biru, dan warna kuning.

B. Warna sekunder

Warna sekunder merupakan salah satu warna yang dihasilkan melalui percampuran seimbang antara warna primer satu dengan warna lainnya, seperti warna ungu, hijau, dan jingga.

  • Warna ungu = percampuran antara warna biru dan merah.
  • Warna hijau = percampuran antara warna kuning dan biru.
  • Warna jingga = percampuran antara warna kuning dan merah.

C. Warna tersier

Warna tersier merupakan salah satu warna yang dihasilkan melalui percampuran dari beberapa macam warna primer dengan warna sekunder, seperti warna biru dan hijau, merah dan ungu, biru dan ungu, kuning dan orange, merah dan orang, kuning dan hijau.

  • Warna biru hijau atau turquoise = percampuran antara warna biru dan hijau.
  • Warna merah ungu atau crimson = percampuran antara warna merah dan ungu.
  • Warna biru ungu atau indigo = percampuran antara warna biru dan ungu.
  • Warna kuning orange atau golden yellow = percampuran antara warna kuning dan orange.
  • Warna merah orange atau burnt orange = percampuran antara warna merah dan orange.
  • Warna kuning hijau atau lime green = percampuran antara warna kuning dan hijau.

D. Warna Analogus

Warna analogus merupakan salah satu warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya seperti deretan warna hijau menuju warna kuning, deretan warna ungu menuju warna merah, dan lain sebagainya.

E. Warna Komplementer

Warna komplementer merupakan salah satu warna yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya seperti warna merah dengan hijau, kuning dengan ungu, dan lain sebagainya.

7. Unsur Seni Rupa Gelap Terang

Unsur-unsur seni rupa yang ke-7 adalah gelap terang. Gelap terang merupakan salah satu unsur seni rupa yang bergantung pada intensitas cahaya, dimana semakin besar intensitas cahayanya, maka akan semakin terang, sedangkan jika intensitas cahayanya semakin kecil, maka akan semakin gelap. Secara umum, unsur seni rupa gelap terang ini dibuatkan berdasarkan gradiensi dan pemilihan warnanya.

Dalam penggunaannya sendiri, unsur seni rupa gelap terang ini umumnya digunakan beberapa hal, seperti untuk menyatakan kesan kedalaman atau ruang, menggambar benda seolah-olah mempunyai volume atau 3 dimensi, dan untuk memberikan perbedaan kontras.

8. Unsur Seni Rupa Ruang

Unsur-unsur seni rupa yang ke-8 adalah ruang. Ruang merupakan salah satu unsur seni rupa yang mempunyai dua sifat, yaitu bersifat semu dan bersifat nyata. Sifat nyata pada unsur seni rupa ruang ini pada umumnya dapat dilihat pada karya seni 3 dimensi, sehingga bisa dirasakan langsung oleh sang penikmatnya.

Sedangkan sifat semu pada unsur seni rupa ini hanya dapat dilihat pada karya seni 2 dimensi, dimana sifat semu pada unsur seni rupa tersebut akan memberikan kesan penggambaran yang datar, cekung, cembung, pipih, menjorok, dekat, jauh, dan lain sebagainya.

Maka dari itulah, unsur seni rupa ruang pada karya seni 2 dimensi ini dapat diperoleh dengan beberapa cara, seperti penggambaran gempal, penggunaan perspektif warna, peralihan warna, gelap, terang serta tekstur, pergantian ukuran,penggambaran bidang bertindih, pergantian tampak bidang, pelengkungan atau pembelokan bidang, serta penambahan bayang-bayang.
Suka artikel berjudul 8 Unsur-Unsur Seni Rupa Beserta Contoh dan Penjelasannya, Yuk bagikan ke: