Bunga

35 Nama Senjata Tradisional Indonesia Beserta Gambar, Asal Provinsi, dan Penjelasannya


A+
A
A-
35 Nama Senjata Tradisional Indonesia Beserta Gambar, Asal Provinsi, dan Penjelasannya
35 Nama Senjata Tradisional Indonesia Beserta Gambar, Asal Provinsi, dan Penjelasannya

XASXUS.com - Sejak dahulu, Indonesia memang sudah terkenal sebagai bangsa yang mempunyai corak budaya yang sangat beraneka ragam. Hal tersebut terlihat dari aset bangsa yang masih lestari hingga saat ini, salah satunya adalah senjata tradisional Indonesia. Bahkan senjata tradisional Indonesia bisa dibilang sangat banyak, dimana masing-masing daerah dan suku pastinya mempunyai senjata tradisionalnya sendiri-sendiri.

Nah berbicara mengenai senjata tradisional Indonesia, tahukah kamu apa saja senjata tradisional Indonesia yang ada disetiap provinsi? Nah berikut ini adalah 35 nama senjata tradisional Indonesia beserta gambar, asal provinsi, dan penjelasannya.
Daftar Isi

1. Senjata Tradisional Aceh

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Aceh (Rencong)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Aceh (Rencong)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-1 adalah senjata tradisional dari Aceh. Secara umum, Aceh mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Rencong, Siwah, Peudeung, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Aceh, senjata tradisional bernama Rencong inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Aceh dikancah Nasional.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Aceh Rencong ini mulai digunakan ketika zaman kesultanan Aceh dan dimasa pemerintahan Sultan Aceh pertama, yaitu Sultan Ali Mughayat Syah. Dalam penggunaannya sendiri, senjata tradisional Aceh Rencong ini kerap dipakai oleh semua kalangan, mulai itu dari Sultan Aceh, para Ulee Balang, dan masyarakat biasa sebagai pertahanan diri.

Walaupun senjata tradisional Rencong ini digunakan oleh semua kalangan, namun senjata Rencong yang digunakan oleh Sultan dan para bangsawan umumnya berbeda dengan dengan senjata tradisional Aceh Rencong yang digunakan masyarakat biasa. Untuk Sultan dan para bangsawan, biasa senjata Rencong yang digunakan terbuat dari bahan dasar emas dengan sarungnya yang terbuat dari bahan dasar gading gajah.

Sementara senjata tradisional Rencong yang digunakan masyarakat biasa, bahan dasar yang digunakan dalam pembuatannya tersebut dari besi putih atau kuningan dengan sarungnya yang terbuat dari bahan dasar kayu atau tanduk dari hewan kerbau.

Jika dilihat dari segi jenisnya, Senjata tradisional Aceh ini terbagai ke dalam 4 jenis, yaitu Rencong meupucok, Rencong meucugek, Rencong meukuree, dan Rencong pudoi. Masing-masing jenis Rencong tersebut pada umumnya dibedakan berdasarkan bentuk, bahan pembuatan, dan fungsinya.

2. Senjata Tradisional Sumatera Utara

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sumatera Utara (Piso Gaja Dompak)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sumatera Utara (Piso Gaja Dompak)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-2 adalah senjata tradisional dari Sumatera Utara. Secara umum, Sumatera Utara mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Piso Gaja Dompak, Tongkat Tunggal Panaluan, Hujur Siringis, Piso Karo, Piso Gading, Piso Sanalenggam, Piso Toba dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sumatera Utara, senjata tradisional bernama Piso Gaja Dompak inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sumatera Utara dikancah Nasional. Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Sumatera Utara ini mempunyai bentuk seperti sebilah pisau dengan dilengkapi oleh gajah dibagian gagangnya.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Piso Gaja Dompak ini berasal dari Raja Sisingamangaraja 1, yaitu Raja pertama dari Kerajaan Batak. Meskipun Piso Gaja Dompak ini termasuk ke dalam senjata, namun senjata tradisional bernama Piso Gaja Dompak ini tidak pernah dipakai untuk berperang atau menumpahkan darah. Akan tetapi, masyarakat suku batak mempercayai bahwa senjata tradisional Sumatera Utara ini mempunyai kekuatan magis.

3. Senjata Tradisional Sumatera Barat

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sumatera Barat (Karih)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sumatera Barat (Karih)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-3 adalah senjata tradisional dari Sumatera Barat. Secara umum, Sumatera Barat mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Kerambit, Karih, Kalewang, Ruduih, Piarik, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sumatera Barat, senjata tradisional bernama Karih inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sumatera Barat dikancah Nasional. Dalam bahasa Minang, karih sendiri merupakan sebutan untuk senjata bernama keris.

Seperti yang diketahui jika keris tidak hanya bisa ditemukan di jawa, dan sub-etnis Melayu saja, melainkan juga bisa ditemukan di dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau. Walaupun demikian, keris Minang ini mempunyai ciri khasnya tersendiri yang membedakannya dengan keris di daerah lain, seperti sudut luk yang lebar, jumlah luk atau lekukannya sedikit (bahkan nyari lusur), dan hulunya yang berukir melengkung ke bawah.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Sumatera Barat ini dahulu kerap dipakai oleh para bangsawan dan penghulu kerajaan. Namun dalam perkembangannya, senjata tradisional Sumatera Barat bernama karih ini hanya dipakai sebagai perlengkapan pakaian adat pengantin pria Minang.

4. Senjata Tradisional Riau

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Riau (Pedang Jenawi)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Riau (Pedang Jenawi)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-4 adalah senjata tradisional dari Riau. Secara umum, Riau mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Pedang Jenawi, Keris, Beladau, Kelewang, Badik Tumbuk Lada, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Riau, senjata tradisional bernama Pedang Jenawi inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Riau dikancah Nasional.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Riau ini dahulu kerap dipakai oleh para panglima perang kerajaan Melayu di dalam menghadapi para musuh-musuhnya. Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional Pedang Jenawi ini mempunyai bentuk seperti senjata samurai, yaitu mempunyai panjang sekitar 1 meter dan kerap dipakai dalam perang tanding jarak dekat.

Karena mempunyai bentuk yang hampir mirip dengan senjata samurai, banyak para ahli sejarah dan budayawan yang berpendapat jika senjata tradisional Riau bernama Pedang Jenawi ini berasal dari kebudayaan Jepang kuno yang mengalami percampuran kebudayaan dengan budaya melayu.

5. Senjata Tradisional Kepulauan Riau

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kepulauan Riau (Badik Tumbuk Lada)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kepulauan Riau (Badik Tumbuk Lada)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-5 adalah senjata tradisional dari Kepulauan Riau. Secara umum, Kepulauan Riau mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Pedang Jenawi, Keris, Beladau, Kelewang, Badik Tumbuk Lada, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Kepulauan Riau, senjata tradisional bernama Badik Tumbuk Lada inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Kepulauan Riau dikancah Nasional. Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata Badik Tumbuk Lada ini berupa sebuah senjata tikam dengan panjangnya yaitu sekitar 27-29 cm dan lebar sekitar 3,5-4 cm.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Kepulauan Riau ini dahulu kerap dipakai oleh para pria sebagai alat perlindungan diri dan pelengkapan berburu. Namun dalam perkembangannya, senjata Badik Tumbuk Lada ini sudah beralih fungsi sebagai pelengkap pakaian adat Kepulauan Riau dan kerap dipakai oleh mempelai pria saat upacara pernikahannya.

6. Senjata Tradisional Jambi

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jambi (Badik Tumbuk Lada)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jambi (Badik Tumbuk Lada)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-6 adalah senjata tradisional dari Jambi. Secara umum, Jambi mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata badik tumbuk lada, keris Jambi, sumpit, tombak, pedang, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Jambi, senjata tradisional bernama badik tumbuk lada inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Jambi dikancah Nasional.

Meskipun senjata tradisional ini sama seperti senjata tradisional dari Kepulauan Riau, namun senjata badik tumbuk lada dari Jambi ini mempunyai beberapa ciri khas yang membedakannya dengan senjata badik tumbuk lada dari Kepulauan Riau, yaitu ukurannya yang lebih pendek dan memiliki ukiran yang lebih banyak.

7. Senjata Tradisional Sumatera Selatan

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sumatera Selatan (Tombak Trisula)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sumatera Selatan (Tombak Trisula)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-7 adalah senjata tradisional dari Sumatera Selatan. Secara umum, Sumatera Selatan mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Tombak Trisula, Keris, Skin, Khudok, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sumatera Selatan, senjata tradisional bernama Tombak Trisula inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sumatera Selatan dikancah Nasional.

Menurut sejarahnya, senjata Tombak Trisula ini mulai dikenal masyarakat Sumatera Selatan setelah pengaruh kebudayaan Hindu Siwa masuk ke Indonesia. Seperti yang diketahui jika Kerajaan Sriwijaya dahulu menguasai jalur perdagangan Asia Tenggara, sehingga memungkinkan untuk terjadinya percampuran kebudayaan.

Jika dilihat secara sekilas, senjata Tombak Trisula ini mempunyai ciri-ciri yaitu memiliki 3 mata tajam dibagian ujungnya, bentuknya yang seperti tombak, dan mempunyai panjang sekitar 180 cm atau setara dengan tinggi orang dewasa. Konon katanya, senjata tradisional Sumatera Selatan dahulu kerap digunakan prajurit kerajaan Sriwijaya sebagai senjata utama.

8. Senjata Tradisional Bangka Belitung

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Bangka Belitung (Siwar Panjang)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Bangka Belitung (Siwar Panjang)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-8 adalah senjata tradisional dari Bangka Belitung. Secara umum, Bangka Belitung mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Parang Bangka, Kedik, Siwar Panjang dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Bangka Belitung, senjata tradisional bernama Siwar Panjang inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Bangka Belitung dikancah Nasional.

Jika lihat secara sekilas, senjata tradisional Bangka Belitung ini mempunyai bentuk yang hampir mirip dengan Golok panjang, yaitu berukuran panjang, lurus, rata, pipih, dan ringan jika diayunkan. Keistimewaan dari senjata Siwar Panjang ini adalah terletak pada 2 mata sisinya yang tajam layaknya silet. Konon katanya, senjata tradisional Bangka Belitung ini dahulu kerap digunakan untuk pertarungan cepat jarak dekat.

9. Senjata Tradisional Bengkulu

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Bengkulu (Rudus)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Bengkulu (Rudus)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-9 adalah senjata tradisional dari Bengkulu. Secara umum, Bengkulu mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Keris, Sewar, Dodong, Badik, Kuduk, Rudus dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Bengkulu, senjata tradisional bernama Badik, Kuduk, dan Rudus inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Bengkulu dikancah Nasional.

Jika dilhat dari segi bentuknya, badik khas Bengkulu ini mempunyai ciri-ciri yaitu berbentuk seperti pisau kecil bermata satu yang kerap difungsikan sebagai sarana perlindungan diri. Sedangkan senjata tradisional Kuduk sendiri mempunyai bentuk seperti senjata tusuk tajam dengan ujungnya meruncing.

Dalam bahasa Bengkulu, senjata tradisional Kuduk ini juga kerap disebut juga senjata Rambai ayam dikarenakan bentuknya yang seperti taji ayam Bangkok. Sementara senjata Rudus sendiri adalah senjata berupa pedang berukuran panjang yang difungsikan sebagai perlindungan diri dalam berperang.

10. Senjata Tradisional Lampung

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Lampung (Terapang)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Lampung (Terapang)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-10 adalah senjata tradisional dari Lampung. Secara umum, Lampung mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Terapang, Payan, Badik, Candung, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Lampung, senjata tradisional bernama Terapang inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Lampung dikancah Nasional.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Terapang ini dahulu kerap digunakan oleh para bangsawan untuk menjaga diri dari serangan musuh. Namun dalam perkembangannya, senjata tradisional Terapang ini sudah beralih fungsi sebagai ritual adat, seperti sebagai pelengkap pakaian adat pengantin pria Lampung dan lain sebagainya.

Konon katanya, senjata tradisional Terapang ini hanya bisa ditemukan di Daerah Tulang Bawang Udik dan Lampung Utara saja. Hal ini dikarenakan senjata tradisional Lampung ini merupakan senjata tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat Lampung Abung.

11. Senjata Tradisional Banten

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Banten (Kujang)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Banten (Kujang)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-11 adalah senjata tradisional dari Banten. Secara umum, Banten mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Bedog, Golok Ciomas, Golok Salungkar, Congkrang, Kujang, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Banten, senjata tradisional bernama Kujang inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Banten dikancah Nasional.

Senjata Kujang pada dasar adalah senjata tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat sunda Jawa Barat. Namun karena kedekatan masyarakat Banten dengan masyarakat suku sunda di Jawa Barat, membuat beberapa simbol kebudayaan diantara keduanya banyak mempunyai kemiripan, sehingga wajar saja jika di Banten juga mengenal senjata bernama Kujang tersebut.

Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Kujang dari Banten ini umumnya sama dengan senjata tradisional Kujang dari Jawa Barat, baik itu dari segi bahan pembuatannya, struktur bentuknya, dan segi fungsinya.

12. Senjata Tradisional Jakarta

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jakarta (Golok)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jakarta (Golok)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-12 adalah senjata tradisional dari Jakarta. Secara umum, Jakarta mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Golok, Keris, Belati, Badik Cangkingan, Trisula, Toya, Pisau Raut, Cunrik, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Jakarta, senjata tradisional bernama Golok inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Jakarta dikancah Nasional. Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata golok ini terbagai ke dalam 3 jenis, yakni golok ujung turun (ujungnya lancip), golok betok yang pendek, dan golok gobang (panjang dan terbuat dari bahan berkualitas tinggi).

Dalam perkembangannya, senjata tradisional Betawi ini terbagi ke dalam 2 golongan yang dibedakan berdasarkan fungsinya, yakni golok yang difungsikan sebagai alat untuk kerja (Gablongan) dan golok simpenan (Sorenan).

13. Senjata Tradisional Jawa Barat

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jawa Barat (Kujang)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jawa Barat (Kujang)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-13 adalah senjata tradisional dari Jawa Barat. Secara umum, Jawa Barat mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Kujang, Balincong, Patik, Bedog, Congkrang, Arit, Sulimat, Baliung, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Jawa Barat, senjata tradisional bernama Kujang inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Jawa Barat dikancah Nasional. Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata Kujang ini berupa senjata tikam dengan desainnya yang sangat unik dan berbeda dari senjata tradisional Indonesia lainnya, yaitu hanya mempunyai ukuran sekitar 20-25 centimeter.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Jawa Barat Kujang ini sudah ada sejak pada abad ke-8 Masehi atau lebih tepatnya ketika dimasa kejayaan kerajaan Tarumanegara. Dahulu, senjata kujang ini difungsikan sebagai sarana perlindungan diri bagi kaum pria dan juga digunakan sebagai perlengkapan pakaian adat.

Dalam perkembangannya hingga saat ini, senjata tradisional Jawa Barat Kujang ini sudah mengalami berbagai macam perubahan dan juga modifikasi. Perubahan tersebut umumnya sering dilakukan oleh para pembuatnya sendiri. Bahkan hingga saat ini sudah ada berbagai macam bentuk kujang, seperti bentuk ayam jago (kujang jago), burung ciung (kujang ciung), bangkong atau kodok (kujang bangkong), burung kuntul (kujang kuntul), badak (kujang badak), ular naga (kujang naga), kujang dengan bentuk agak kurus (kujang kudi), dan lain sebagainya.

14. Senjata Tradisional Jawa Tengah

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jawa Tengah (Keris)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jawa Tengah (Keris)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-14 adalah senjata tradisional dari Jawa Tengah. Secara umum, Jawa Tengah mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Keris, Wedhung, Tombak, Plintheng, Thulup, Condroso, Kudhi dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Jawa Tengah, senjata tradisional bernama Keris inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Jawa Tengah dikancah Nasional.

Jika dilihat dari segi fungsinya, senjata Keris ini dahulu difungsikan sebagai alat pertahanan diri. Seperti yang diketahui jika senjata tradisional Jawa Tengah berupa Keris ini mampu melumpuhkan lawan dari jarak dekat, sehingga dalam penggunaannya senjata Keris ini tidak bisa dianggap remeh.

Senjata tradisional Jawa Tengah Keris ini umumnya tidak hanya ditemukan di Jawa Tengah saja, melainkan juga bisa ditemukan dibeberapa wilayah yang banyak dihuni oleh entitas Melayu, seperti di Kalimantan, Sumatera, Bali, Sulawesi, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, bahkan di Negeri Jiran, Malaysia pun juga ada senjata tradisional yang dari segi bentuknya sama dengan senjata tradisional Jawa Tengah Keris ini.

Jadi meskipun senjata tradisional ini bisa ditemukan dimana saja, namun senjata keris dari Jawa Tengah ini cenderug jauh lebih populer dibandingkan dengan senjata keris dari wilayah lain. Hal ini dikarenakan senjata tradisional Jawa Tengah Keris ini dianggap mempunyai tuah tersendiri.

Dalam perkembangannya hingga saat ini, senjata tradisional Jawa Tengah berupa Keris ini banyak ditemukan dalam berbagai macam bentuk, mulai itu senjata keris yang tidak mempunyai lekukan atau luk, lekukan 3,5,7, dan seterusnya berjumlah ganjil.

Tidak hanya itu saja, bahkan banyak dari para wisatawan baik itu wisatawan mancanegara maupun domestik mulai mengkoleksi senjata tradisional Jawa Tengah Keris ini. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk kekagumannya pada setiap corak tempahan yang terpahat pada bilah senjata keris.

15. Senjata Tradisional Yogyakarta

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Yogyakarta (Keris)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Yogyakarta (Keris)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-15 adalah senjata tradisional dari Yogyakarta. Secara umum, Yogyakarta mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Keris, Tombak, Patrem, Wedhung, Condroso, Cangah, Cangkol, Badhil, Thulup, Plintheng, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Yogyakarta, senjata tradisional bernama Keris inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Yogyakarta dikancah Nasional. Seperti yang diketahui jika kebudayaan masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah masih ke dalam satu suku, yaitu suku Jawa. Sehingga wajar saja jika senjata tradisional Keris ini juga bisa ditemukan di Yogyakarta.

16. Senjata Tradisional Jawa Timur

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jawa Timur (Clurit)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Jawa Timur (Clurit)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-16 adalah senjata tradisional dari Jawa Timur. Secara umum, Jawa Timur mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Clurit, Keris, Buding, Bionet, Caluk, Kudi, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Jawa Timur, senjata tradisional bernama Clurit inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Jawa Timur dikancah Nasional.

Senjata Clurit merupakan salah satu senjata tradisional Jawa Timur yang berasal dari kebudayaan masyarakat Madura dan dipercaya mempunyai banyak sejarah. Dalam perkembangannya hingga saat ini, senjata tradisional Jawa Timur Celurit ini tidak bisa dipisahkan dari tradisi dan juga kebudayaan masyarakat di Madura.

Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional Jawa Timur berupa Clurit ini memiliki ciri yaitu bilahnya yang melengkung dan runcing dibagian ujungnya. Selain itu, senjata tradisional Jawa Timur ini juga mempunyai mata pisau dibagian sisi dalamnya dan dilengkapi dengan pegangan tangan berukuran sekitar 20 centimeter.

Di Jawa sendiri, senjata celurit ini tidak hanya ditemukan di Madura saja, melainkan juga bisa ditemukan dibeberapa wilayah namun dengan sebutan yang berbeda-beda. Dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Jawa Timur Celurit ini mempunyai kesamaan dengan senjata bernama sabit yang sering digunakan oleh para petani untuk memotong rumput.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Jawa Timur Celurit ini mempunyai sejarah yang sangat panjang dikarenakan merupakan senjata tradisional yang kerap dipakai oleh para tokoh masyarakat di zaman dahulu. Salah satu tokoh yang paling terkenal adalah Sakera, yakni salah satu tokoh yang konon katanya seorang mandor atau petani tebu.

Menurut beberapa sumber, Sakera merupakan salah satu tokoh pahlawan dari Pasuruhan yang sangat berperan penting di dalam perjuangannya memberontak bangsa Belanda. Bahkan dalam kehidupan sehari-harinya, Sakera tidak pernah sekali pun meninggalkan senjata tradisional Jawa Timur berupa Clurit ini.

17. Senjata Tradisional Bali

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Bali (Keris Tayuhan atau Keris Bali)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Bali (Keris Tayuhan atau Keris Bali)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-17 adalah senjata tradisional dari Bali. Secara umum, Bali mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Wedhung, Keris Tayuhan atau Keris Bali, Trisula, Arit, Penampad, Caluk, Kandik, Taji, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Bali, senjata tradisional bernama Keris Tayuhan atau Keris Bali inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Bali dikancah Nasional.

Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata Keris Tayuhan atau keris Bali ini mempunyai bentuk yang sama seperti senjata tradisional Jawa bernama Keris. Menurut sejarahnya, senjata Keris Tayuhan ini berasal dari kebudayaan kerajaan Majapahit dan dianggap sebagai identitas masyarakat Bali.

Senjata tradisional Bali Keris Tayuhan ini umumnya mempunyai lekukan yang diciptakan melalui proses penempaan. Sama seperti senjata tradisional Jawa berupa keris, dimana di dalam menciptakan senjata Keris Tayuhan ini juga mengikuti pakem dari pembuatan senjata tradisional keris Jawa. Pakem tersebut diantaranya adalah jumlah lekukan harus berjumlah ganjil. Hal ini dikarenakan keris dengan lekukan berjumlah ganjil mempunyai filosofi tersendiri dan membuat keris menjadi lebih sempurna.

Dalam perkembangannya hingga saat ini, senjata tradisional Bali berupa Keris Tayuhan ini sudah tidak fungsikan lagi sebagai sarana perlindungan diri, melainkan lebih dianggap sebagai benda pusaka. Bahkan sampai saat ini, Keris Tayuhan ini merupakan salah satu senjata yang banyak dicari. Hal ini dikarenakan Keris Tayuhan mempunyai keunikan dan kesakralan sehingga banyak digunakan untuk beberapa kepentingan, baik itu untuk kepentingan ritual maupun hanya sekadar untuk koleksi.

18. Senjata Tradisional NTB (Nusa Tenggara Barat)

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional NTB (Tulup)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional NTB (Tulup)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-18 adalah senjata tradisional dari NTB (Nusa Tenggara Barat). Secara umum, NTB (Nusa Tenggara Barat) mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Keris, Kelewang, Golok, Tulup, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional NTB (Nusa Tenggara Barat), senjata tradisional bernama Tulup inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional NTB (Nusa Tenggara Barat) dikancah Nasional. Seperti yang diketahui jika dahulu senjata tulup ini kerap digunakan untuk berburu bagi orang suku Sasak.

Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional NTB ini mempunyai bentuk seperti senjata supit namun dengan ukuran yang lebih memanjang. Untuk bahan pembuatannya sendiri, senjata tradisional Tulup ini umumnya terbuat dari kayu meranti dengan ancar atau pelurunya terbuat dari lidi pelepah pohon enau yang telah diruncingi disalah satu bagian ujungnya.

19. Senjata Tradisional NTT (Nusa Tenggara Timur)

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional NTT (Sundu)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional NTT (Sundu)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-19 adalah senjata tradisional dari NTT (Nusa Tenggara Timur). Secara umum, NTT (Nusa Tenggara Timur) mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Sundu, Parang, Saweo, Kampak, Pisau, Senapan Tumbuk, Kabeala (Parang Pinggang), dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional NTT (Nusa Tenggara Timur), senjata tradisional bernama Sundu inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional NTT (Nusa Tenggara Timur) dikancah Nasional. Jika dilihat secara sekilas, senjata Sundu ini mempunyai bentu seperti keris namun dengan lekukan yang sangat sedikit dan sudutnya yang tumpul.

20. Senjata Tradisional Kalimantan Utara

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Utara (Mandau)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Utara (Mandau)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-20 adalah senjata tradisional dari Kalimantan Utara. Secara umum, Kalimantan Utara mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Mandau dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Kalimantan Utara, senjata tradisional bernama Mandau inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Kalimantan Utara dikancah Nasional.

Senjata Mandau pada dasar adalah senjata tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat suku dayak di Kalimantan Timur. Namun karena Provinsi Kalimantan Utara ini merupakan pecahan dari Kalimantan Timur, maka tidak heran jika senjata Mandau juga dijadikan sebagai ikon senjata tradisional Kalimantan Utara.

Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional Mandau ini mempunyai bentuk seperti parang dengan panjangnya yaitu sekitar 50 centimeter. Konon katanya, senjata tradisional Mandau ini dahulu kerap dipakai oleh para raja-raja atau kepala suku dayak dan dipercaya merupakan senjata keramat, sehingga sangat dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Ciri khas dari senjata Mandau adalah adanya ukiran-ukiran pada bilahnya yang tidak terlalu tajam.

21. Senjata Tradisional Kalimantan Barat

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Barat (Dohong)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Barat (Dohong)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-21 adalah senjata tradisional dari Kalimantan Barat. Secara umum, Kalimantan Barat mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Sipet, Lonjo, Telawang, Mandau, Dohong, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Kalimantan Barat, senjata tradisional bernama Dohong inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Kalimantan Barat dikancah Nasional.

Jika dilihat secara sekilas, senjata Dohong ini berbentuk senjata tikam sederhana dengan bilah yang simetris. Untuk fungsinya sendiri, senjata Dohong ini kerap difungsikan sebagai alat pertahanan diri dari serangan binatang buas ketika berburu dan kerap digunakan dalam jarak dekat.

22. Senjata Tradisional Kalimantan Tengah

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Tengah (Sumpit atau Sipet)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Tengah (Sumpit atau Sipet)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-22 adalah senjata tradisional dari Kalimantan Tengah. Secara umum, Kalimantan Tengah mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Sumpit atau Sipet, Dohong, Mandau, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Kalimantan Tengah, senjata tradisional bernama Sumpit atau Sipet inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Kalimantan Tengah dikancah Nasional. Konon katanya, senjata sumpit ini dahulu yang kerap dipakai untuk berperang antar suku dan juga digunakan untuk berburu.

23. Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Selatan (Keris Bujak Beliung)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Selatan (Keris Bujak Beliung)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-23 adalah senjata tradisional dari Kalimantan Selatan. Secara umum, Kalimantan Selatan mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Sungga, Mandau, Sarapang, Keris Bujak Beliung, Parang, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Kalimantan Selatan, senjata tradisional bernama Keris Bujak Beliung inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Kalimantan Selatan dikancah Nasional. Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional Kalimantan Selatan ini mempunyai bentuk hampir sama seperti senjata keris dari Jawa dengan dilengkapi 7 lekukan dangkal dan gagangnya yang terbuat kayu hulin.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Keris Bujak Beliung ini dahulunya kerap digunakan sebagai alat perlindungan diri untuk seorang pria ketika berburu atau berperang. Namun dalam perkembangannya hingga saat ini, senjata tradisional Keris Bujak Beliung ini sudah tidak difungsikan lagi sebagai alat perlindungan diri, melainkan lebih difungsikan sebagai  pelengkap pakaian adat tradisional bagi pria.

24. Senjata Tradisional Kalimantan Timur

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Timur (Mandau)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Kalimantan Timur (Mandau)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-24 adalah senjata tradisional dari Kalimantan Timur. Secara umum, Kalimantan Timur mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Bujak, Mandau, Sumpit, Gayang dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Kalimantan Timur, senjata tradisional bernama Mandau inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Kalimantan Timur dikancah Nasional.

Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional Mandau ini mempunyai bentuk seperti parang dengan panjangnya yaitu sekitar 50 centimeter. Konon katanya, senjata tradisional Mandau ini dahulu kerap dipakai oleh para raja-raja atau kepala suku dayak dan dipercaya merupakan senjata keramat, sehingga sangat dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Ciri khas dari senjata Mandau adalah adanya ukiran-ukiran pada bilahnya yang tidak terlalu tajam.

25. Senjata Tradisional Sulawesi Utara

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Utara (Pedang Bara Sangihe)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Utara (Pedang Bara Sangihe)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-25 adalah senjata tradisional dari Sulawesi Utara. Secara umum, Sulawesi Utara mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Keris, Parang Minahasa, Pedang Bara Sangihe, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sulawesi Utara, senjata tradisional bernama Pedang Bara Sangihe inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sulawesi Utara dikancah Nasional.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Sulawesi Utara ini dahulu difungsikan sebagai senjata untuk berperang oleh salah satu pahlawan dari Sulawesi Utara, yakni Hengkeng U Nang. Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional ini mempunyai bentuk seperti pedang dengan dua cabang bergerigi dibagian atas dan bawah pedang.

26. Senjata Tradisional Sulawesi Barat

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Barat (Badik)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Barat (Badik)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-26 adalah senjata tradisional dari Sulawesi Barat. Secara umum, Sulawesi Barat mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Badik, Keris (Gayang), Kandawulo (Parang Panjang), dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sulawesi Barat, senjata tradisional bernama Badik inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sulawesi Barat dikancah Nasional.

Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional Sulawesi Barat ini mempunyai ciri yaitu ukurannya pendek, lebar 2 centimeter, panjang matanya antara 18—20 centimeter, mempunyai mata yang tebal di bagian belakangnya dan runcing di ujungnya. Selain itu, hulu dan sarung pada senjata tradisional ini terbuat dari bahan dasar kayu, tanduk, dan gading.

27. Senjata Tradisional Sulawesi Tengah

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Tengah (Pasatimpo)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Tengah (Pasatimpo)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-27 adalah senjata tradisional dari Sulawesi Tengah. Secara umum, Sulawesi Tengah mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Parang (Pasatimpo), Parang Panjang (Guma), Perisai (Cakalele), Tombak Kanjae atau Surampa dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sulawesi Tengah, senjata tradisional bernama Pasatimpo inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sulawesi Tengah dikancah Nasional. Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Pasatimpo mempunyai bentuk seperti senjata tikam berupa keris dengan dilengkapi tangkai pegangannya yang bengkok ke bawah.

Menurut sejarahnya, senjata tradisional Pasatimpo ini dahulu mempunyai banyak kegunaan, seperti difungsikan sebagai sarana perlindungan diri, untuk mencari kayu bakar, memotong hewan buruan, dan lain sebagainya. Namun dalam perkembangannya hingga saat ini, senjata tradisional Pasatimpo sudah beralih fungsi sebagai aksesoris pakaian adat Sulawesi Tengah dan diikatkan dibagian pinggang kiri.

28. Senjata Tradisional Sulawesi Tenggara

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Tenggara (Keris Buton)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Tenggara (Keris Buton)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-28 adalah senjata tradisional dari Sulawesi Tenggara. Secara umum, Sulawesi Tenggara mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Keris Buton, Parang Taawu, Tombak Meantu'u Tiworo Liya, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sulawesi Tenggara, senjata tradisional bernama Keris Buton inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sulawesi Tenggara dikancah Nasional. Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Sulawesi Tenggara ini umumnya sama seperti senjata keris pada umumnya, namun senjata Keris Buton cenderung lebih kental dengan ornamen warna keemasan.

Selain itu, tambahan pamor pada bilahnya juga cukup banyak dengan pola geometris dan pegangan yang terbuat dari kayu lengkap dengan ukirannya yang berbentuk manusia. Menurut sejarahnya, senjata keris Buton ini dahulunya hanya dikenal oleh kalangan kerajaan saja. Namun dalam perkembangannya saat ini, senjata tradisional berupa keris Buton kerap dipakai sebagai aksesoris untuk mempercantik tampilan seorang pengantin pria ketika mengenakan pakaian adat.

29. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Selatan (badik atau badek)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Sulawesi Selatan (badik atau badek)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-29 adalah senjata tradisional dari Sulawesi Selatan. Secara umum, Sulawesi Selatan mempunyai beraneka ragam senjata tradisional. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Sulawesi Selatan, senjata tradisional bernama badik atau badek inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Sulawesi Selatan dikancah Nasional.

Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Sulawesi Selatan ini mempunyai ciri-ciri yaitu bentuknya yang asimetris, bilahnya berhias pamor, dan bermata tunggal. Konon katanya, senjata badik ini dahulu difungsikan sebagai alat untuk berburu atau membunuh hewan hutan yang merusak tanaman. Namun dalam perkembangannya, senjata badik juga kerap difungsikan sebagai sarana perlindungan diri.

Bahkan senjata tradisional badik dari Sulawesi Selatan ini mempunyai berbagai macam jenis, seperti Badik Raja, Badik Gecong, Badik Luwu, dan Badik Lompo Battang.

30. Senjata Tradisional Gorontalo

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Gorontalo (Wamilo)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Gorontalo (Wamilo)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-30 adalah senjata tradisional dari Gorontalo. Secara umum, Gorontalo mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Aliyawo, Wamilo, Banggo, Baladu, Badi, Eluto, Bito Palape, Sabele, Sumala, Huwangga, Totobu’o, dan masih banyak lagi.

Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Gorontalo, senjata tradisional bernama Wamilo inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Gorontalo dikancah Nasional. Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Wamilo ini mempunyai bentuk seperti senjata golok namun ujung bilahnya yang agak melengkung sedikit ke arah bawah. Untuk fungsinya sendiri, senjata Wamilo umumnya kerap digunakan sebagai sarana perlindungan diri saat berburu di hutan atau saat bekerja di kebun.

31. Senjata Tradisional Maluku

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Maluku (Parang Salawaku)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Maluku (Parang Salawaku)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-31 adalah senjata tradisional dari Maluku. Secara umum, Maluku mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Parang Salawaku, Kalawai, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Maluku, senjata tradisional bernama Parang Salawaku inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Maluku dikancah Nasional.

Parang salawaku sendiri merupakan satu pasang senjata tradisional yang terdiri dari pisau panjang atau yang disebut Parang dan perisai atau yang disebut Salawaku. Konon katanya, senjata tradisional dari Maluku ini kerap dipakai oleh para pahlawan Indonesia untuk berperang melawan penjajah dimasa silam. Namun dalam perkembangannya, senjata Parang Salawaku saat ini lebih difungsikan sebagai properti dalam tari Cakalele, yaitu tari perang dari Maluku.

32. Senjata Tradisional Maluku Utara

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Maluku Utara (Parang Salawaku)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Maluku Utara (Parang Salawaku)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-32 adalah senjata tradisional dari Maluku Utara. Secara umum, Maluku Utara mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Parang Salawaku, Kalawai, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Maluku Utara, senjata tradisional bernama Parang Salawaku inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Maluku Utara dikancah Nasional.

Senjata Parang Salawaku pada dasar adalah senjata tradisional yang berasal dari Provinsi Maluku. Namun karena Provinsi Maluku Utara ini merupakan pecahan dari Maluku, maka tidak heran jika senjata Parang Salawaku juga dijadikan sebagai ikon senjata tradisional Maluku Utara. Parang Salawaku khas Maluku Utara umumnya tidak mempunyai perbedaan secara spesifik dengan Parang Salawaku dari Maluku, baik itu dari segi fungsi, bentuk, maupun penggunaannya.

33. Senjata Tradisional Papua

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Papua (Panah dan Busur)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Papua (Panah dan Busur)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-33 adalah senjata tradisional dari Papua. Secara umum, Papua mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Panah, Busur, Tombak, Kapak Batu dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Papua, senjata tradisional bernama Panah dan Busur inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Papua dikancah Nasional.

Jika dilihat secara sekilas, senjata tradisional Papua berupa panah tersebut terbuat dari bambu dengan mata tulang kangguru, sedangkan busurnya sendiri terbuat dari bahan dasar bambu dengan dilengkapi tali busur yang terbuat dari rotan. Dalam penggunaannya sendiri, mata panah dari senjata ini biasanya akan dioles dengan racun alami guna meningkatkan efektifitas serangannya.

Dalam perkembangannya, senjata panah dan busur ini masih kerap digunakan sebagai alat pertahanan diri dalam berperang atau digunakan untuk perburuan.

34. Senjata Tradisional Papua Barat

Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Papua Barat (Pisau Belati)
Senjata tradisional Indonesia - Senjata tradisional Papua Barat (Pisau Belati)

Senjata tradisional Indonesia yang ke-34 adalah senjata tradisional dari Papua Barat. Secara umum, Papua Barat mempunyai beraneka ragam senjata tradisional, mulai dari senjata Pisau Belati (Pisau Tusuk), Panah, Busur, dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyaknya senjata tradisional Papua Barat, senjata tradisional bernama Pisau Belati inilah yang dikenal sebagai senjata tradisional Papua Barat dikancah Nasional.

Jika dilihat dari segi bentuknya, senjata tradisional Papua Barat ini tidaklah seperti pisau belati pada umumnya, melainkan mempunyai bentuk yang sangat unik. Jika biasanya belati terbuat dari tempaan logam, namun pisau belati dari Papua Barat ini justru terbuat dari tulang kaki burung kasuari. Hal ini dipilih dikarenakan tulang kaki burung kasuari mempunyai struktur yang kompak dan keras, sehingga sangat awet dan tidak mudah melapuk.

35. Senjata Tradisional Teluk Cendrawasih

Senjata tradisional Indonesia yang ke-35 adalah senjata tradisional dari Teluk Cendrawasih. Seperti yang diketahui jika Teluk Cendrawasih merupakan provinsi termuda di Indonesia, sehingga belum ada data atau referensi mengenai senjata tradisional Teluk Cendrawasih.
Halaman :