Bunga

Tari Cakalele, Tarian Perang Dari Maluku Beserta Gambar, Sejarah, Properti, dan Penjelasannya


A+
A
A-
Tari Cakalele, Tarian Perang Dari Maluku Beserta Gambar, Sejarah, Properti, dan Penjelasannya
Tari Cakalele, Tarian Perang Dari Maluku Beserta Gambar, Sejarah, Properti, dan Penjelasannya

XASXUS.com - Tari Cakalele merupakan salah satu tarian perang tradisional yang berasal dari Maluku, tepatnya di Provinsi Maluku Utara. Dalam pertunjukannya, tarian perang ini pada umumnya hanya ditarikan oleh kaum pria saja. Meskipun demikian, dalam pertunjukannya terkadang juga ada beberapa penari wanita yang berfungsi sebagai penari pendukung.

Tarian perang ini bisa dibilang merupakan salah satu tarian tradisional sangat terkenal di Maluku, khususnya di Provinsi Maluku Utara. Hal ini dikarenakan tarian perang dari Maluku ini kerap kali ditampilkan diberbagai macam acara adat maupun hiburan. Tidak hanya itu saja, bahkan tarian perang ini juga kerap ditampilkan diberbagai macam acara kebudayaan dan juga promosi pariwisata, baik itu ditingkat daerah, nasional, atau bahkan di tingkat internasional.
Daftar Isi

Sejarah tari cakalele atau tarian perang dari maluku

Menurut sejarahnya, tarian perang dari Maluku ini dahulunya berasal dari sebuah tradisi masyarakat yang ada di Provinsi Maluku Utara. Ketika itu, tarian perang ini merupakan ritual khusus yang dilakukan oleh para prajurit baik itu sebelum menuju ke medan peperangan maupun selepas pulang dari medan peperangan. Tidak hanya itu saja, dahulu tarian perang dari Maluku ini juga kerap dijadikan sebagai bagian dari upacara adat masyarkaat disana.

Karena adanya pengaruh kerajaan pada saat itu, membuat tarian perang dari Maluku ini menyebar luas hingga ke daerah-daerah sekitar, sampai kemudian terkenal hingga ke beberapa daerah, seperti di Sulawesi Utara, Maluku Tengah, dan lain sebagainya. Selain mempunyai nama tari cakalele, bagi masyarakat Minahasa tarian perang dari Maluku ini juga dikenal dengan nama tari kabasaran.

Fungsi dan makna tari cakalele atau tarian perang dari maluku

Menurut fungsinya, tarian perang dari Maluku saat ini sudah tidak lagi difungsikan sebagai tari perang seperti dahulu kala. Akan tetapi sekarang tarian perang dari Maluku ini lebih cenderung ditampilkan dibeberapa pertunjukan maupun perayaan adat. Bagi masyarakat yang ada disana, tari cakalele ini mempunyai arti atau makna sebagai wujud penghormatan atau apresiasi dari masyarakat kepada nenek moyang atau para leluhurnya.

Tidak hanya itu saja, bagi mereka tarian perang dari Maluku ini juga menggambarkan bahwa masyarakat asli Maluku merupakan seseorang yang tangguh dan pemberani. Semua hal ini dapat dilihat dari ekspresi dan gerakan para penarinya ketika sedang menarikan tarian perang dari Maluku ini.

Pertunjukan tari cakalele atau tarian perang dari maluku

Dalam pertunjukannya, tarian perang dari Maluku ini umumnya dibawakan secara berkelompok dan semuanya ditarikan oleh para penari pria. Meskipun demikian, tarian ini terkadang juga dibawakan oleh para penari wanita namun hanya sebagai penari pendukung saja.

Dalam menarikannya, para penari pria biasanya akan menari dengan memakai salawaku (tameng) dan parang (pedang) sebagai atribut utama di dalam menari. Sementara bagi para penari pendukung atau penari wanita akan membawa lenso atau sapu tangan sebagai atribut utama di alam menari.

Selain itu, tarian perang dari Maluku ini umumnya akan dipimpin oleh seorang penari yang berperan sebagai pemimpin tarian atau yang disebut juga dengan Kapitan. Tidak hanya itu saja, tarian ini juga dipimpin oleh seorang penari yang menjadi lawan tanding kapitan dengan memakai tombak sebagai atributnya.

Untuk gerakannya sendiri, baik itu para penari pria dan wanita biasanya mempunyai gerakan yang berbeda. Untuk para penari pria, biasanya gerakannya cenderung didominasi oleh gerakan yang sangat lincah sambil sesekali memainkan atribut berupa salawaku dan parang. Bahkan terkadang gerakan kakinya seperti berjingkrak-jingkrak dan dilakukan secara berganti-gantian.

Sedangkan untuk wanita cenderung lebih didominasi oleh gerakan tangan yang dimainkan dengan cara mengayun-ayunkan ke depan secara berganti-gantian. Sementara untuk gerakan kakinya sendiri, para penari perempuan lebih mengikuti iringan musik pengiring dengan cara mengehentakan kaki.

Pengiring tari cakalele atau tarian perang dari maluku

Dalam pertunjukannya, tarian perang dari maluku ini akan diiringi oleh beberapa alat musik tradisional, seperti gong, tifa, bia atau kerang yang ditiup, dan lain sebagainya. Untuk iramanya sendiri, tari cakalele ini umumnya menggunakan irama yang bertempo cepat seperti halnya genderang perang di zaman dahulu.

Hal ini dilakukan supaya para penari dan penonton yang menyaksikan tari perang ini terbawa suasana. Sedangkan untuk gerakan para penarinya sendiri biasa lebih disesuaikan dengan musik pengiringnya, sebab irama yang dimainkan bisa jadi merupakan kode untuk mengganti formasi atau gerakan menari.

Kostum tari cakalele atau tarian perang dari maluku

Untuk kostumnya sendiri, tarian perang dari maluku ini umumnya memakai kostum khusus. Untuk para penari pria, biasanya akan memakai kostum perang yang di dominasi oleh warna kuning tua dan merah. Untuk atributnya sendiri, para penari pria akan membawa atribut berupa salawaku, parang, dan tombak. Sedangkan untuk pemimpin tari atau kapitan akan memakai penutup kepala yang telah dihiasi oleh bulu-bulu ayam.

Sementara untuk para penari wanita, biasanya hanya akan memakai pakaian adat berupa pakain berwarna putih dengan kain panjang dibagian bawahnya. Untuk atributnya sendir, para penari wanita biasanya hanya akan menggenggam lenso atau sapu tangan di dalam menarinya.

Perkembangan tari cakalele atau tarian perang dari maluku

Dalam perkembangannya, tarian perang dari maluku ini sampai saat ini masih terus dikembangkan dan dilestarikan oleh masyarakat di Maluku, khususnya di Maluku Utara. Bahkan tari cakalele ini sering ditambahkan beberapa kreasi dan variasi untuk membuatnya kian menarik namun tidak menghilangkan ciri aslinya.

Hingga saat ini, tarian perang dari maluku ini masih kerap ditampilkan dibeberapa acara, seperti acara perayaan adat, penyambutan tamu agung, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, bahkan tarian perang dari maluku ini juga kerap dipertunjukan diberbagai macam acara kebudayaan, seperti halnya acara promosi pariwisata, festifal budaya, pertunjukan seni, dan lain sebagainya.
Halaman :