advertisement

8 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai Yang Masih Ada Sampai Sekarang


advertisement
A+ A A-
advertisement
advertisement
8 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai Yang Masih Ada Sampai Sekarang
8 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai Yang Masih Ada Sampai Sekarang

XASXUS.com - Kerajaan Samudra Pasai atau yang dikenal juga dengan Kesultanan Pasai merupakan salah satu kerajaan Islam di Indonesia yang terletak di Provinsi Aceh, tepatnya di pesisir pantai utara Pulau Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Berbicara mengenai Kerajaan Samudra Pasai, tahukah kamu apa saja peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang masih ada sampai sekarang? Nah berikut ini adalah 8 peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang masih ada hingga saat ini.
Daftar Isi

1. Cakra Donya, Lonceng Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-1 adalah Cakra Donya. Cakra Donya merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai berupa sebuah lonceng yang berbentuk stupa, dimana Cakra Donya ini adalah stupa buatan negeri Cina pada tahun 1409 Masehi.

Selain itu, peninggalan Kerajaan Samudra Pasai ini juga mempunyai karakteristik dengan tinggi 125 centimeter dan lebarnya 75 centimeter dengan dilengkapi oleh beberapa hiasan serta simbol-simbol kombinasi antara aksara Cina dan Arab.

2. Makam Sultan Malik Al-Shaleh, Makam Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-2 adalah Makam Sultan Malik Al-Shaleh. Makam Sultan Malik Al-Shaleh merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai berupa makam yang terletak di Provinsi Aceh, tepatnya di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

3. Makam Sultan Muhammad Malik Al-Zahir, Makam Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-3 adalah Makam Sultan Muhammad Malik Al- Zahir. Makam Sultan Muhammad Malik Al- Zahir merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai berupa makam yang terletak di Provinsi Aceh, tepatnya di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara dan bersebelahan dengan makam ayahnya. Seperti yang diketahui jika Sultan Muhammad Malik Al-Zahir ini merupakan putera dari Malik Al-Saleh, yaitu pemimpin Kesultanan Samudera Pasai di tahun 1287-1326 Masehi.

4. Makam Teungku Sidi Abdullah Tajul Nillah, Makam Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-4 adalah Makam Teungku Sidi Abdullah Tajul Nillah. Makam Teungku Sidi Abdullah Tajul Nillah merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai berupa makam yang terletak di Gampong Kuta Krueng, dimana batu nisan makam Teungku Sidi Abdullah Tajul Nillah ini terbuat dari marmer dihiasi kaligrafi. Menurut sejarahnya, makam peninggalan Kerajaan Samudra Pasai ini adalah peninggalan dari Dinasti Abbasiyah dan beliau merupakan cicit dari khalifah Al-Muntasir.

5. Makam Teungku Peuet Ploh Peuet, Makam Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-5 adalah Makam Teungku Peuet Ploh Peuet. Makam Teungku Peuet Ploh Peuet merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai berupa makam, dimana dikomplek pemakaman ini ada sekitar 44 orang ulama dari Kesultanan Samudera Pasai yang dibunuh dikarenakan mengharamkan pernikahan antara raja dengan putri kandungnya.

Makam peninggalan Kerajaan Samudra Pasai ini bisa dijumpai di Provinsi Aceh, tepatnya berada di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, dimana batu nisan pada Makam Teungku Peuet Ploh Peuet ini sama seperti makam beberapa makam peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang bertuliskan kaligrafi.

6. Makam Ratu Al-Aqla (Nur Ilah), Makam Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-6 adalah Makam Ratu Al-Aqla (Nur Ilah). Makam Ratu Al-Aqla (Nur Ilah) merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang terletak di Gampong Meunje Tujoh Keca Matangkuli, dimana batu nisan pada makam ini juga berhiasakan kaligrafi berbahasa Kawi dan Arab. Menurut sejarahnya Ratu Al-Aqla (Nur Ilah) ini adalah puteri Sultan Muhammad Malikul Dhahir.

7. Stempel Kerajaan Samudra Pasai, Stempel Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-7 adalah Stempel Kerajaan Samudra Pasai. Stempel Kerajaan Samudra Pasai merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai berupa stempel yang menurut beberapa tim peneliti Sejarah Kerajaan Islam di duga milik Sultan Muhamad Malikul Zahir.

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai ini ditemukan Provinsi Aceh, tepatnya di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, dimana pada saat penemuannya stempel Kerajaan Samudra Pasai ini sudah dalam keadaan patah dibagian gagangnya.

8. Naskah Surat Sultan Zainal Abidin, Naskah Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai yang ke-8 adalah Naskah Surat Sultan Zainal Abidin. Naskah Surat Sultan Zainal Abidin merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Samudra Pasai berupa naskah atau surat yang dahulunya ditujukan kepada Kapitan Moran, dimana naskah ini dibuat pada tahun 923 H atau 1518 M langsung oleh Sultan Zainal Abidin.
Suka artikel berjudul 8 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai Yang Masih Ada Sampai Sekarang, Yuk bagikan ke: