advertisement

26 Candi, Prasasti, dan Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit


advertisement
A+ A A-
advertisement
advertisement
26 Candi, Prasasti, dan Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit
26 Candi, Prasasti, dan Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

XASXUS.com - Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan yang berpusat di Provinsi Jawa Timur dan berdiri sekitar pada tahun 1293-1500 Masehi. Menurut sejarahnya, kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha ini mencapai puncak kejayaannya dari tahun 1350-1389 sekaligus juga sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Berbicara mengenai Kerajaan Majapahit, tahukah kamu apa saja peninggalan kerajaan majapahit? Nah berikut ini adalah 26 peninggalan kerajaan majapahit yang masih ada sampai sekarang, seperti candi peninggalan kerajaan majapahit, prasasti peninggalan kerajaan majapahit, dan kitab peninggalan kerajaan majapahit.
Daftar Isi
  1. Candi Cetho, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  2. Candi Brahu, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  3. Candi Sukuh, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  4. Candi Tikus, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  5. Candi Pari, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  6. Candi Wringin Branjang, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  7. Candi Wringin Lawang, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  8. Candi Surawana, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  9. Candi Jabug, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  10. Candi Bajang Ratu, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
  11. Prasasti Kudadu, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  12. Prasasti Sukamerta dan Prasasti Balawi, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  13. Prasasti Waringin Pitu, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  14. Prasasti Canggu, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  15. Prasasti Karang Bogem, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  16. Prasasti Katiden I, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  17. Prasasti Alasantan, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  18. Prasasti Kamban, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  19. Prasasti Hara-hara (Trowulan VI), Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  20. Prasasti Wurare, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  21. Prasasti Maribong (Trowulan II), Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  22. Prasasti Canggu (Trowulan I), Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit
  23. Kitab Negarakertagama, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit
  24. Kitab Sutasoma, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit
  25. Kitab Arjunawiwaha, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit
  26. Kitab Pararaton, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

1. Candi Cetho, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-1 adalah Candi Cetho. Candi Cetho merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit yang diduga kuat dibangun pada abad ke-15 Masehi, yaitu ketika dimasa akhir Kerajaans Majapahit. Candi bercorak agama Hindu ini terletak di dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, tepatnya berada di Gunung Lawu pada ketinggian 1496 meter diatas permukaan laut.

2. Candi Brahu, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-2 adalah Candi Brahu. Candi Brahu merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit yang diduga berasal dari kata wanaru atau warahu, dimana nama candi ini disebutkan di dalam sebuah prasasti yang terletak tidak jauh dari Candi Brahu, yaitu Prasasti Alasantan.

Bahkan pada prasasti tersebut juga menyebutkan jika candi peninggalan kerajaan majapahit ini adalah sebuah bangunan suci. Candi Brahu umumnya bisa dijumpai di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dimana daerah ini merupakan bekas ibu kota Kerajaan Majapahit.

3. Candi Sukuh, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-3 adalah Candi Sukuh. Candi Sukuh merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit yang dikategorikan sebagai candi bercorak Hindu, hal ini dikarenakan banyak ditemukannya objek pujaan lingga dan yoni di Candi Sukuh. Candi peninggalan kerajaan majapahit ini adalah sebuah kompleks candi yang secara administrasi berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

4. Candi Tikus, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-4 adalah Candi Tikus. Candi Tikus merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit ditemukan kembali pada tahun 1914 yang sebelumnya sudah terkubur di dalam tanah. Menurut sejarahnya, candi peninggalan kerajaan majapahit saat ditemukan adalah tempat bersarangnya tikus, sehingga membuatnya diberi sebutan Candi Tikus dan bukanlah nama candi sebenarnya.

5. Candi Pari, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-5 adalah Candi Pari. Candi Pari merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit dimasa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk 1350-1389 M. Candi yang yang mempunyai karakteristik bangunannya berbentuk persegi empat dan bahan dasarnya yang terbuat dari batu bata ini terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

6. Candi Wringin Branjang, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-6 adalah Candi Wringin Branjang. Candi Wringin Branjang merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit dengan karakteristik bentuknya yang sangat sederhana, dimana candi ini terbuat dari bahan dasar batu andesit dengan struktur bangunannya tidak mempunyai kaki candi.

Selain itu, candi peninggalan kerajaan majapahit ini juga tidak ada relief atau hiasan lainnya seperti halnya bangunan candi pada umumnya. Candi Wringin Branjang ini secara administrasi berada di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

7. Candi Wringin Lawang, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-7 adalah Candi Wringin Lawang. Candi Wringin Lawang atau yang dalam bahasa Indonesia artinya Candi Pintu Beringin ini merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit berupa sebuah gapura yang sudah ada sejak pada abad ke-14.

Candi yang terbuat dari bahan dasar bata merah dengan gayanya yang seperti candi bentar atau tipe gerbang terbelah ini secara administrasi berada di Provinsi Jawa Timur, tepatnya terletak di Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

8. Candi Surawana, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-8 adalah Candi Surawana. Candi Surawana atau yang disebut juga dengan Candi Surowono merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan yang secara administrasi terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Menurut sejarahnya, candi peninggalan kerajaan majapahit ini mempunyai nama asli Wishnubhawanapura dan diperkirakan dibangun pada abad ke-14, dimana dahulu candi ini difungsikan sebagai tempat untuk memuliakan seorang raja yang berasal dari Kerajaan Wengker yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Majapahit, yaitu Bhre Wengker.

9. Candi Jabug, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-9 adalah Candi Jabug. Candi Jabug merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit yang struktur bangunannya terbuat bahan dasar bata merah dan bercorak hindu. Candi yang berdasarkan kitab Nagarakertagama bernama Bajrajinaparamitapura ini terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya berada di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

10. Candi Bajang Ratu, Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-10 adalah Candi Bajang Ratu. Candi Bajang Ratu atau yang dikenal juga dengan sebutan Gapura Bajang Ratu merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan majapahit yang diperkirakan dibangun di abad ke-14 dan terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Peninggalan kerajaan majapahit ini adalah salah satu gapura besar di zaman keemasan Majapahit, dimana menurut beberapa sumber sejarah, Candi Bajang Ratu ini dahulunya berfungsi sebagai pintu masuk untuk bangunan suci guna memperingati wafatnya Raja Jayanegara.

11. Prasasti Kudadu, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-11 adalah Prasasti Kudadu. Prasasti Kudadu merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang pengalaman Raden Wijaya sebelum menjadi Raja Majapahit. Dimana Raden Wijaya pernah ditolong oleh Rama Kudadu dari kejaran balatentara Yayakatwang sesudah menjadi raja dan bergelar Krtajaya Jayawardhana Anantawikramottunggadewa.

12. Prasasti Sukamerta dan Prasasti Balawi, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-12 adalah Prasasti Sukamerta dan Prasasti Balawi. Prasasti Sukamerta dan Prasasti Balawi merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang Raden Wijaya yang sudah memperisteri ke-4 putri Kertanegara, yakni Sri Paduka Jayendradewi Dyah Dewi Prajnaparamita, Sri Paduka Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita, Sri Paduka Parameswari Dyah Sri Tribhuwaneswari, dan Sri Paduka Rajapadni Dyah Dewi Gayatri.

13. Prasasti Waringin Pitu, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-13 adalah Prasasti Waringin Pitu. Prasasti Waringin Pitu merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang bentuk pemerintahan dan juga sistem birokrasi dari Kerajaan Majapahit.

14. Prasasti Canggu, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-14 adalah Prasasti Canggu. Prasasti Canggu merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang pengaturan tempat-tempat penyeberangan di Bengawan Solo, dimana di dalam prasati ini menyebutkan mengenai pengaturan sumber air asin untuk keperluan pembuatan garam dan ketentuan pajaknya.

15. Prasasti Karang Bogem, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-15 adalah Prasasti Karang Bogem. Prasasti Karang Bogem merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang pembukaan daerah perikanan di Karang Bogem, dimana di dalam prasati ini menyebutkan tentang sengketa tanah.

16. Prasasti Katiden I, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-16 adalah Prasasti Katiden I. Prasasti Katiden I merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang pembebasan daerah bagi para penduduk desa Katiden yang meliputi 11 wilayah desa.

17. Prasasti Alasantan, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-17 adalah Prasasti Alasantan. Prasasti Alasantan merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang Sri Maharaja Rakai Halu Dyah Sindok Sri Isanawikrama yang memerintahkan supaya tanah yang berada di Alasantan dijadikan sima milik dari Rakryan Kabayan.

18. Prasasti Kamban, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-18 adalah Prasasti Kamban. Prasasti Kamban merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang Sri Maharaja Rake Hino Sri Isanawikrama Dyah Matanggadewa meresmikan desa Kamban menjadi daerah perdikan.

19. Prasasti Hara-hara (Trowulan VI), Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-19 adalah Prasasti Hara-hara (Trowulan VI). Prasasti Hara-hara (Trowulan VI) merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang mpu Mano menyerahkan tanah yang menjadi haknya secara turun temurun kepada Mpungku Susuk Pager dan juga Mpungku Nairanjana untuk dipakai membiayai sebuah rumah doa (Kuti).

20. Prasasti Wurare, Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-20 adalah Prasasti Wurare. Prasasti Wurare merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang raja yang berhasil mempersatukan Panjalu dan Janggala.

21. Prasasti Maribong (Trowulan II), Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-21 adalah Prasasti Maribong (Trowulan II). Prasasti Maribong (Trowulan II) merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang Wisnuwardhana yang memberikan tanda pemberian hak perdikan untuk desa Maribong.

22. Prasasti Canggu (Trowulan I), Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-22 adalah Prasasti Canggu (Trowulan I). Prasasti Canggu (Trowulan I) merupakan salah satu prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang aturan serta ketentuan kedudukan hukum desa-desa yang berada di tepi sungai Brantas dan Solo yang menjadi tempat penyeberangan.

23. Kitab Negarakertagama, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-23 adalah Kitab Negarakertagama. Kitab Negarakertagama merupakan salah kitab satu peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang informasi raja-raja Majapahit dan Kerajaan Singasari, seperti halnya keadaan kota, candi-candi dan juga membahas kisah hidup Raja Hayamwuruk.

24. Kitab Sutasoma, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-24 adalah Kitab Sutasoma. Kitab Sutasoma merupakan salah satu kitab peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan mengenai anak raja bernama Sutasoma yang kemudian menjadi pendeta Buddha.

25. Kitab Arjunawiwaha, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-25 adalah Kitab Arjunawiwaha. Kitab Arjunawiwaha merupakan salah satu kitab peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang adanya raksasa yang berhasil dikalahkan oleh raja bernama Arjunasasrabubu.

26. Kitab Pararaton, Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan majapahit yang ke-26 adalah Kitab Pararaton. Kitab Pararaton merupakan salah satu kitab peninggalan kerajaan majapahit yang menceritakan tentang masa kejayaan dari kerajaan Majapahit dan Singasari.
Suka artikel berjudul 26 Candi, Prasasti, dan Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit, Yuk bagikan ke: