advertisement

14 Peninggalan Kerajaan Demak Yang Masih Ada Sampai Sekarang


advertisement
A+ A A-
advertisement
advertisement
14 Peninggalan Kerajaan Demak Yang Masih Ada Sampai Sekarang
14 Peninggalan Kerajaan Demak Yang Masih Ada Sampai Sekarang

XASXUS.com - Kerajaan Demak atau yang dikenal juga dengan Kesultanan Demak merupakan salah satu kerajaan Islam di Indonesia dan merupakan kerajaan Islam pertama sekaligus juga terbesar di pantai utara Jawa. Tidak hanya itu saja, bahkan menurut sejarahnya, Kerajaan Demak ini adalah pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa.

Meskipun demikian, Kerajaan Demak ini tidak berumur panjang, dimana Kerajaan Demak mengalami kemunduran yang diakibatkan adanya perebutan kekuasaan diantara para kerabat kerajaan, sehingga sekitar pada tahun 1560-an, kekuasaan dari kerajaan demak beralih ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Hadiwijaya atau yang dikenal dengan nama Jaka Tingkir.

Nah berbicara mengenai kerajaan demak, tahukah kamu apa saja peninggalan kerajaan demak? Nah berikut ini adalah 14 peninggalan kerajaan demak yang masih ada sampai sekarang.
Daftar Isi

1. Masjid Agung Demak, Masjid Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-1 adalah Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa masjid yang didirikan oleh Walisongo sekitar pada tahun 1479-an. Peninggalan kerajaan demak ini adalah salah satu bukti nyata jika dahulu kerajaan demak telah menjadi pusat pengajaran dan juga penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa. Meskipun sudah berumur, akan tetapi Masjid Agung Demak masih berdiri dengan sangat kokoh meskipun sudah mengalami beberapa renovasi.

2. Pintu Bledek, Pintu Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-2 adalah Pintu Bledek. Pintu Bledek merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa pintu, dimana pintu bledek ini dilengkapi oleh pahatan yang dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466. Konon katanya, peninggalan kerajaan demak ini dibuat dengan menggunakan petir yang berasal dari kekuatan supranatural oleh Ki Ageng Selo yang ditangkapnya ketika sedang berada disawah.

Pintu bledek tersebut kemudian dibawalah pulang untuk kemudian dibawa ke Raden Patah dan selanjutnya digunakan sebagai pintu masuk utama dari Masjid Agung Demak. Karena keadaannya yang semakin lama semakin mulai rusak, sehingga peninggalan kerajaan demak ini di simpan dalam Museum yang ada di dalam Masjid Agung Demak tersebut.

3. Soko Tatal atau Soko Guru, Tiang Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-3 adalah Soko Tatal atau Soko Guru. Soko Tatal atau Soko Guru merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa tiang penyangga yang terbuat dari bahan dasar kayu berdiameter 1 meter dan terdiri dari 4 buah, dimana peninggalan kerajaan demak ini dipakai sebagai penyangga untuk Masjid Agung Demak.

Menurut sejarahnya, keempat Soko Guru tersebut dibuat langsung oleh Sunan Kalijogo. Akan tetapi pada tahap pembuatannya, Sunan Kalijogo baru sanggup menyelesaikan 3 buah soko guru saja. Karena dalam pembangunan Masjid Agung Demak telah memasuki tahapan pemasangan atap dan merasa dikejar waktu.

Hal tersebut membuat Sunan kalijogo mengumpulkan seluruh tatal atau kulit kayu yang berasal dari sisa-sisa pahatan dari ketiga soko guru tersebut untuk kemudian dibuatlah 1 soko guru sebagai pelengkap dengan menggunakan kekuatan spiritual yang dimilikinya. Karena hal inilah nama soko guru pada peninggalan kerajaan demak berupa tiang penyangga disebut juga dengan soko tatal.

4. Bedug dan Kentongan, Alat Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-4 adalah Bedug dan Kentongan. Bedug dan Kentongan merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak yang konon katanya dahulu digunakan untuk mengumpulkan rakyat yang berada di sekitar Masjid Agung Demak dan juga sebagai pertanda masuknya waktu sholat.

Menurut sejarahnya, kedua peninggalan kerajaan demak ini ditemukan di dalam Masjid Agung Demak dengan bentuknya yang seperti tapal kuda, dimana peninggalan berupa Bedug dan Kentongan ini mempunyai filosofi yaitu ketika dipukul atau dibunyikan, maka rakyat yang ada di sekitar masjid harus datang guna menunaikan sholat.

5. Situs Kolam Wudlu, Tempat Wudhu Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-5 adalah Situs Kolam Wudlu. Situs Kolam Wudlu merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak yang dahulu kerap digunakan sebagai tempat berwudhu bagi para musyafir dan juga para santri yang hendak melaksanakan sholat. Meskipun berfungsi sebagai tempat berwudhu, akan tetapi peninggalan kerajaan demak ini sekarang sudah dipakai lagi sebagai tempat berwudhu ketika ingin melaksanakan sholat.

6. Maksurah, Ukiran Kaligrafi Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-6 adalah Maksurah. Maksurah merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa ukiran kaligrafi dari beberapa ayat Al quran yang dipakai untuk interior dinding di Masjid Agung Demak. Menurut sejarahnya, peninggalan kerajaan demak ini dibangun ketika sedang berada di dalam kekuasaan adipati Demak pada tahun 1866, yakni Aryo Purbaningrat, dimana peninggalan kerajaan demak berupa ukiran kaligrafi ini menceritakan tentang ke-Esaan Allah.

7. Dampar Kencana, Singgasana Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-7 adalah Dampar Kencana. Dampar Kencana merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa singgasana yang biasanya digunakan khusus oleh para Sultan Demak sekaligus juga untuk mimbar khotbah di Masjid Agung Demak.

Meskipun dahulu sering di gunakan sebagai mimbar khotbah, akan tetapi sekarang peninggalan kerajaan demak ini sudah tidak dipakai lagi, dimana Dampar Kencana ini telah dimuseumkan di Masjid Agung Demak supaya terhindar dari kerusakan.

8. Piring Campa, Piring Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-8 adalah Piring Campa. Piring Campa merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa piring porselen sebanyak 65 buah, dimana hingga sekarang peninggalan kerajaan demak ini masih dipasang di dinding Masjid Agung Demak. Konon katanya, Piring Campa ini adalah hadiah dari putri Raden Patah, yaitu putri campa.

9. Makam Sunan Kalijaga, Makam Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-9 adalah Makam Sunan Kalijaga. Makam Sunan Kalijaga merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa sebuah makam dari salah satu dari 9 Sunan Wali Sanga. Seperti yang diketahui jika Sunan Kalijaga wafat pada tahun 1520 dan kemudian dikebumikan di Desa Kadilangu.

Hingga saat ini, Makam Sunan Kalijogo masih kerap didatangi oleh para peziarah maupun para wisatawan yang berasal dari berbagai macam wilayah di tanah air. Tidak hanya itu saja, bahkan situs ini dijaga dengan sangat baik oleh pihak pengelola supaya pengunjung atau para peziarah nyaman ketika sedang berdoa dan bersholawat.

10. Serambi Majapahit, Bangunan Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-10 adalah Serambi Majapahit. Serambi Majapahit merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa serambi dengan 8 buah tiang pendopo yang menurut sejarahnya berasal dari Kerajaan Majapahit. Hingga sekarang, Serambi Majapahit ini masih bisa dijumpai dengan arsitekturnya yang sangat antik dan unik di Masjid Agung Demak.

11. Mihrab, Tempat Pengimaman Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-11 adalah Mihrab. Mihrab merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak yang berupa tempat pengimaman yang di dalamnya ada gambar hewan bulus prasasti Condro Sengkolo, dimana prasasti tersebut memiliki arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti. Menurut beberapa peneliti, peninggalan kerajaan demak ini adalah bukti jika pada masa Kerajaan Demak, pengimaman atau Mihrab ini merupakan percampuran antara budaya jawa dengan Agama Islam.

12. Dampar Kencono, Singgasana Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-12 adalah Dampar Kencono. Dampar Kencono merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak dan merupakan hadiah yang diberikan langsung oleh Raden Kertabumi (Prabu Bhrawijaya ke V) untuk raja pertama Kerajaan Demak, yakni Raden Patah.

13. Pawestren, Bangunan Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-13 adalah Pawestren. Pawestren merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa bangunan dengan 8 tiang penyangga, dimana 4 tiang utama pada peninggalan kerajaan demak ini di topang belandar balok bersusun 3 lengkap dengan ukiran motif khas Majapahit. Konon katanya, motif tersebut dibuat sekitar pada tahun 1866 masehi ketika masa Arya Purbaningrat.

14. Surya Majapahit, Gambar Dekorasi Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak yang ke-14 adalah Surya Majapahit. Surya Majapahit merupakan salah satu peninggalan kerajaan demak berupa gambar dekorasi berbentuk segi 8 yang sangat terkenal pada masa Majapahit. Menurut beberapa sumber, peninggalan kerajaan demak ini adalah lambang Kerajaan Majapahit dan terbuat pada tahun 1401 saka atau sekitar 1479 Masehi.
Suka artikel berjudul 14 Peninggalan Kerajaan Demak Yang Masih Ada Sampai Sekarang, Yuk bagikan ke: