advertisement

9 Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam Yang Masih Ada Sampai Sekarang


advertisement
A+ A A-
advertisement
advertisement
9 Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam Yang Masih Ada Sampai Sekarang
9 Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam Yang Masih Ada Sampai Sekarang

XASXUS.com - Kerajaan Aceh atau yang dikenal juga dengan Kesultanan Aceh Darussalam adalah salah satu kerajaan Islam di Indonesia yang berdiri di provinsi Aceh, dimana Kerajaan Aceh ini terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Bandar Aceh Darussalam.

Berbicara mengenai Kerajaan Aceh, tahukah kamu apa saja peninggalan Kerajaan Aceh yang masih ada sampai sekarang? Nah berikut ini adalah 9 peninggalan Kerajaan Aceh yang masih ada hingga saat ini.
Daftar Isi

1. Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-1 adalah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu masjid peninggalan Kerajaan Aceh berupa masjid yang terletak di pusat Kota Banda Aceh, dimana masjid ini dibangun sekitar pada tahun 1612 Masehi oleh Sultan Iskandar Muda.

Menurut sejarahnya, pada saat agresi militer Belanda II masjid peninggalan Kerajaan Aceh ini pernah dibakar. Namun setelah 4 tahun kemudian, pihak Belanda kembali membangun masjid ini guna meredam amarah rakyat Aceh, seperti yang diketahui dahulu rakyat Aceh akan berperang merebut syahid.

2. Taman Sari Gunongan, Taman Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-2 adalah Taman Sari Gunongan. Taman Sari Gunongan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh berupa taman yang dibangun pada tahun 1607-1636, yakni pada saat pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Menurut sejarahnya, Taman Sari Gunongan ini dibangun untuk memenuhi keinginan permaisurinya, yakni Putri Boyongan. Hal ini dikarenakan kecintaannya yang sangat besar terhadapnya, sehingga Sultan Iskandar Muda membangun sebuah taman sari yang sangat indah yang dilengkapi dengan Gunongan.

3. Masjid Tua Indrapuri, Masjid Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-3 adalah Masjid Tua Indrapuri. Masjid Tua Indrapuri merupakan salah satu masjid peninggalan Kerajaan Aceh berbentuk segi empat sama sisi, dimana Masjid Tua Indrapuri ini dahulunya adalah sebuah candi yang berasal dari Kerajaan Hindu yang lebih dahulu menguasai Aceh.

Perubahan candi menjadi masjid ini berawal pada masa Sultan Iskandar Muda, dimana sekitar pada tahun 1300 Masehi pengaruh ajaran agama Islam di Aceh mulai meyebar dan kemudian membuat para penduduk di Aceh sudah mengenal ajaran Agama Islam, sehingga pada akhirnya bangunan yang pada awalnya berupa candi ini dirubah fungsinya menjadi masjid.

4. Benteng Indra Patra, Benteng Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-4 adalah Benteng Indra Patra. Benteng Indra Patra merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh berupa benteng yang dahulu difungsikan sebagai tempat pertahanan di dalam melawan para penjajah Portugis dan merupakan benteng yang dibangun oleh Kerajaan Hindu pertama di Aceh, yaitu Kerajaan Lamuri. Meskipun pada saat itu Islam sangat mendominasi di Aceh, namun sang sultan dan ratu yang memimpin Aceh pada saat itu tidak pernah berniat sedikitpun untuk menghancurkan jejak peninggalan nenek moyangnya tersebut.

5. Pinto Khop, Pintu Gerbang Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-5 adalah Pinto Khop. Pinto Khop merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh berupa pintu gerbang dengan bentuknya yang seperti kubah, dimana Pinto Khop ini dahulu adalah tempat beristirahat bagi putri pahang seusai berenang sekaligus juga sebagai pintu penghubung antara istana dan taman putroe phang yang dibuat pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Peninggalan Kerajaan Aceh ini umumnya bisa dijumpai di Kota Banda Aceh, tepatnya di Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Baiturahman.

6. Meriam Kesultanan Aceh, Senjata Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-6 adalah Meriam Kesultanan Aceh. Meriam Kesultanan Aceh merupakan salah satu senjata peninggalan Kerajaan Aceh yang dibuat oleh beberapa para pembuat senjata dan teknisi dari Turki yang khusus didatangkan ke Aceh pada masa Sultan Selim II dari Turki Utsmani.

Berawal dari inilah Aceh kemudian menyerap kemampuan di dalam memproduksi meriam sehingga mampu membuat meriam sendiri dari kuningan yang digunakannya di dalam mempertahankan Aceh dari serangan para penjajah.

7. Hikayat Prang Sabi, Karya Sastra Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-7 adalah Hikayat Prang Sabi. Hikayat Prang Sabi merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh berupa karya sastra dalam sastra Aceh yang berupa hikayat, dimana Hikayat Prang Sabi ini berisikan tentang ajakan, nasehat, serta seruan untuk terjun ke medan jihad.

Menurut sejarahnya, peninggalan Kerajaan Aceh ini ditulis langsung oleh para ulama pada saat itu untuk menghidupkan semangat juang rakyat Aceh di dalam mengusir kaum kafir, yakni para penjajah yang dahulu menjajah Indonesia, khususnya di Aceh.

8. Makam Sultan Iskandar Muda, Makam Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-8 adalah Makam Sultan Iskandar Muda. Makam Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh berupa makam yang terletak di Kota Banda Aceh, tepatnya berada di Kelurahan Peuniti, Kecamatan Baiturrahman.

Makam peninggalan Kerajaan Aceh ini adalah makam dari Raja Kerajaan Aceh yang paling terkenal, yaitu Sultan Iskandar Muda, dimana Makam Sultan Iskandar Muda ini umumnya sama seperti makam para raja-raja di Aceh lainnya yang batu nisannya dilengkapi dengan pahatan kaligrafi.

9. Uang Emas Kerajaan Aceh, Mata Uang Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan kerajaan Aceh yang ke-9 adalah Uang Emas Kerajaan Aceh. Uang Emas Kerajaan Aceh merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Aceh yang masih sering ditemukan dan juga menjadi harta karun yang sangat diburu bagi beberapa orang.

Seperti yang diketahui jika dahulu Aceh merupakan jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat strategis, sehingga kerajaan Aceh tertarik untuk membuat mata uangnya sendiri yang bahan dasarnya terbuat dari 70 persen emas murni yang dicetak lengkap dengan nama-nama raja yang memerintah Kerajaan Aceh pada saat itu.
Suka artikel berjudul 9 Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam Yang Masih Ada Sampai Sekarang, Yuk bagikan ke: