advertisement

13 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia Beserta Raja, Peninggalan, dan Penjelasannya


advertisement
advertisement
advertisement
advertisement
13 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia Beserta Raja, Peninggalan, dan Penjelasannya
13 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia Beserta Raja, Peninggalan, dan Penjelasannya

XASXUS.com - Masuknya ajaran agama Hindu Budha di Indonesia sudah memberikan dampak yang sangat signifikan dalam hal politik, dimana dengan munculnya beberaoa kerajaan Hindu Budha di Indonesia sudah membuat kurangnya peranab kepala suku di dalam mengatur kehidupan politik. Berbicara mengenai kerajaan hindu budha di Indonesia, tahukah kamu apa saja kerajaan hindu budha di Indonesia? Nah berikut ini adalah 13 kerajaan hindu budha di Indonesia beserta raja, peninggalan, dan penjelasannya.
Daftar Isi

A. Kerajaan Hindu di Indonesia

1. Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu di Indonesia

Kerajaan hindu di Indonesia yang ke-1 adalah Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai atau yang dikenal juga dengan Kerajaan Kutai Martadipura merupakan salah satu kerajaan hindu di Indonesia yang berdiri sekitar pada abad ke-5 Masehi yang terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam, Muara Kaman.

Nama kutai dari kerajaan hindu ini diberikan berdasarkan prasasti yang menunjukkan eksistensi dari kerajaan tersebut oleh para ahli. Menurut sejarahnya, kerajaan hindu tertua di Indonesia ini sudah berdiri sejak abad ke-4 dan sudah dipimpin oleh sekitar 20 raja, seperti Maharaja Kudungga (pendiri), Maharaja Asmawarman (anak Kundungga), Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman), dan lain sebagainya.

Selain itu, kerajaan hindu di Indonesia ini juga meninggalkan beberapa peninggalan yang masih ada hingga saat ini, seperti Prasasti Yupa, Ketopong Sultan, Kalung Ciwa, Gamelan Gajah Prawoto, Kalung Uncal, Kura-kura Emas, Pedang Sultan Kutai, Tali Juwita, Keris Bukit Kang, Kelambu Kuning, Singgasana Sultan, Meriam, Keramik Kuno Tiongkok, Tombak Kerajaan Majapahit, dan Arca Bulus.

2. Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Hindu di Indonesia

Kerajaan hindu di Indonesia yang ke-2 adalah Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara atau yang dikenal juga dengan Kerajaan Taruma merupakan salah satu kerajaan hindu di Indonesia yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa dan sudah berdiri sejak abad ke-4 sampai ke-7.

Nama tarumanagara pada kerajaan ini berasal dari 2 kata, yaitu taruma dan nagara, dimana kata taruma sendiri berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Provinsi Jawa Barat, yakni sungai Citarum. Sedangkan kata nagara artinya adalah kerajaan.

Menurut sejarahnya, kerajaan hindu di Indonesia ini sudah dipimpin oleh sekitar 12 raja, seperti Raja Jayasingawarman (358-382), Raja Dharmayawarman (382-395), Raja Purnawarman (395-434), Raja Wisnuwarman (434-455), Raja Indrawarman (455-515), Raja Candrawarman (515-535), Raja Suryawarman (535-561), Raja Kertawarman (561-628), Raja Sudhawarman (628-639), Raja Hariwangsawarman (639-640), Raja Nagajayawarman (640-666), dan Raja Linggawarman (666-669).

Selain itu, kerajaan Tarumanegara juga meninggalkan beberapa peninggalan, seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Tugu, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Cidanghiyang, Prasasti Jambu, Prasasti Kebon Kopi I, Prasasti Kebon Kopi II, Prasasti Pasir Awi, Arca Rajasi, Arca Wisnu Cibuaya I, Arca Wisnu Cibuaya II, dan Arca Wisnu cibuaya II.

3. Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Hindu di Indonesia

Kerajaan hindu di Indonesia yang ke-3 adalah Kerajaan Kanjuruhan. Kerajaan Kanjuruhan merupakan salah satu kerajaan hindu di Indonesia yang berdiri sekitar pada abad ke-8 Masehi dan berpusat di dekat Kota Malang, Jawa Timur, dimana kerajaan ini sezaman dengan Kerajaan Taruma.

Menurut sejarahnya, Kerajaan Kanjuruhan ini pertama kali didirikan oleh Raja Gajayana, dimana kerajaan hindu di Indonesia ini meninggalkan beberapa peniggalan, seperti Candi Badut, Candi Wurung, serta prasasti dinoyo yang ditulis dengan memakai bahasa sanskerta dan aksara Jawa kuno.

4. Kerajaan Singasari, Kerajaan Hindu di Indonesia

Kerajaan hindu di Indonesia yang ke-4 adalah Kerajaan Singasari. Kerajaan Singasari atau yang sering disebut juga dengan Kerajaan Singasari atau Singhasari ini merupakan salah satu kerajaan hindu di Indonesia yang terdapat di Jawa Timur, dimana kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222.

Meskipun kerajaan ini mempunyai nama Kerajaan Singosari, akan tetapi nama resmi dari kerajaan ini adalah Kerajaan Tumapel dengan ibukotanya yaitu Kutaraja. Menurut sejarahnya kerajaan ini sudah di pimpin oleh sekitar beberapa raja, seperti menurut versi Pararaton, raja Kerajaan Singosari diawali oleh Ken Arok alias Rajasa Sang Amurwabhumi (1222-1247), Anusapati (1247-1249), Tohjaya (1249-1250), Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250-1272), dan Kertanagara (1272-1292).

Sementara menurut versi Nagarakretagama, raja Kerajaan Singosari diawali oleh Rangga Rajasa Sang Girinathaputra (1222-1227), Anusapati (1227-1248), Wisnuwardhana (1248-1254), dan Kertanagara (1254-1292). Selain itu, Kerajaan Singosari juga meninggalkan banyak candi baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha, seperti halnya Candi Singosari, Candi Jago, Candi Sumberawan, Candi Jawi, Candi Kidal, dan lain sebagainya.

5. Kerajaan Tulang Bawang, Kerajaan Hindu di Indonesia

Kerajaan hindu di Indonesia yang ke-5 adalah Kerajaan Tulang Bawang. Kerajaan Tulang Bawang merupakan salah satu kerajaan hindu di Indonesia yang berdiri di Lampung, tepatnya di sekitar Kabupaten Tulang Bawang saat ini. Keberadaan kerajaan ini pada umumnya masih simpang siur, hal ini dikarenakan tidak adanya bukti secara pasti mengenai kerajaan ini. Meskipun demikian, berdasarkan sumber yang berasal dari China yakni I-tsing, menyebutkan tentang adanya kerajaan ini sudah ada sejak abad ke-7 Masehi.

6. Kerajaan Bali, Kerajaan Hindu di Indonesia

Kerajaan hindu di Indonesia yang ke-6 adalah Kerajaan Bali. Kerajaan Bali merupakan salah satu kerajaan hindu di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 914 Masehi. Menurut sejarahnya, kerajaan hindu di Indonesia ini pernah dipimpin oleh beberapa raja, seperti Sri Kesari Warmadewi, Ratu Sri Ugrasena, Tabanendra Warmadewa, Jayasingha Warmadewa, Jayashadu Warmaewa, Sri Wijaya Mahadewi, Dharma Udayana Warmadewa, Maraka, Anak Wungsu, Jaya sakti, dan Bedahulu.

Selain itu, Kerajaan Bali meniggalkan beberapa peninggalan, seperti halnya Prasasti Blanjong, Prasasti Gunung Panulisan, Prasasti Panglapuan, Candi Padas di Gunung Kawi, Pura Agung Besakih, Candi Mengening, Candi Wasan, dan prasasti-prasasti peninggalan Anak Wungsu.

B. Kerajaan Budha di Indonesia

1. Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Budha di Indonesia

Kerajaan budha di Indonesia yang ke-1 adalah Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan budha di Indonesia yang menurut berdiri sejak abad ke-7, dimana bukti awal tentang kerajaan ini berasal dari seorang pendeta Tiongkok dari Dinasti Tang, I Tsing, menulis jika beliau mengunjungi Sriwijaya ditahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Sementara bukti lain dari keberadaan kerajaan Sriwijaya ini tertuang diprasasti Kedukan Bukit di Palembang.

Luas dari kerajaan budha di Indonesia ini hampir mencakup seluruh wilayah Nusantara dan beberapa negara sekitar, diantaranya adalah tepian Sungai Musi di Provinsi Sumatra Selatan hingga ke Selat Malaka (pada saat itu merupakan jalur perdagangan antara India dan Cina), Selat Bangka, Selat Sunda, Jambi, dan Semenanjung Malaka.

Menurut sejarahnya, kerajaan ini pernah dipimpin oleh beberapa raja, seperti Dapunta Hyang (Pendiri kerajaan), Balaputradewa, Sanggrama Wijayatunggawarman, dan lain sebagainya. Selain itu, kerajaan budha di Indonesia ini juga meninggalkan beberapa peninggalan kerajaan, seperti Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, Prasasti karang Berahi, Prasasti Telaga Batu, dan Prasasti Ligor, dimana seluruh prasasti ini memakai bahasa Melayu Kuno dan aksara Palawa.

2. Kerajaan Melayu, Kerajaan Budha di Indonesia

Kerajaan budha di Indonesia yang ke-2 adalah Kerajaan Melayu. Kerajaan Melayu merupakan salah satu kerajaan budha di Indonesia yang berada di Pulau Sumatera, dimana kerajaan ini diketahui dimulai pada abad ke-7 berpusat di Minanga.

Akan tetapi berdasarkan bukti dan keterangan yang disimpulkan dari prasasti dan berita dari Cina, pada abad ke-13 kerajaan ini kemuudian berpusat di Dharmasraya, dan kemudian berpusat di Suruaso atau Pagaruyung di diawal abad ke 15.

Kerajaan budha di Indonesia ini luas kekuasaannya hanya mencakup Pagarruyung, Sumatra Barat, dan Minangkabau. Selain itu, kerajaan melayu ini juga meninggalkan beberapa peninggalan kerajaan, seperti halnya candi Muara Takus, dan lain sebagainya.

C. Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

1. Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kerajaan hindu budha di Indonesia yang ke-1 adalah Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Mataram Kuno atau yang disebut juga Kerajaan Medang merupakan salah satu kerajaan hindu budha di Indonesia yang berkuasa di Jawa Tengah sejak pada abad ke-8 dan kemudian pada abad ke-10 kerajaan ini berpindah ke Jawa Timur.

Kerajaan Mataram Kuno menurut sejarahnya sudah di pimpin oleh sekitar 16 raja, seperti Raja Sanjaya sebagai pendiri, Raja Rakai Panangkaran, Raja Rakai Panunggalan alias Dharanindra, Rakai Warak alias Samaragrawira, Rakai Garung alias Samaratungga, dan lain sebagainya hingga raja terakhir yaitu Raja Dharmawangsa Teguh.

Selain itu, Kerajaan Mataram Kuno juga meninggalkan banyak candi baik itu yang bercorak Hindu maupun Buddha, seperti halnya Candi Plaosan, Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Prambanan, Candi Pawon, Candi Mendut, Candi Sari, Candi Kedulan, Candi Sambisari, Candi Ijo, Candi Morangan, Candi Sojiwan, Candi Barong, Candi Borobudur, dan lain sebagainya.

2. Kerajaan Kalingga, Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kerajaan hindu budha di Indonesia yang ke-2 adalah Kerajaan Kalingga. Kerajaan Kalingga atau yang mempunyai nama lain kerajaan Holing ini merupakan salah satu kerajaan hindu budha di Indonesia yang berdiri sekitar abad ke-6 masehi dan yang diduga berpusat di Jawa Tengah, tepatnya di antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara.

Sumber sejarah Kerajaan Kalingga ini pada umumnya belum jelas dan masih kabur, dimana sumber sejarahnya kebanyakan berasal dari sumber catatan Tiongkok, seperti tentang tradisi masyarakat setempat, dan naskah Carita Parahyangan. Akan tetapi menurut sumber tersebut kerajaan ini dipimpin oleh  Ratu Shima yang terkenal mempunyai peraturan potong tangan bagi siapa yang mencuri.

Selain itu, kerajaan hindu budha di Indonesia ini juga meninggalkan beberapa peninggalan, seperti Prasasti Tukmas, Prasasti Sojomerto, Candi Angin, Candi Bubrah, dan Situs Puncak Sanga Likur Gunung Muria.

3. Kerajaan Kediri, Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kerajaan hindu budha di Indonesia yang ke-3 adalah Kerajaan Kediri. Kerajaan Kediri atau yang dikenal juga dengan Kerajaan Kadiri merupakan salah satu kerajaan hindu budha di Indonesia yang terdapat di Jawa Timur, dimana kerajaan ini berdiri sejak tahun 1042 sampai 1222 dan berpusat di kota Daha atau yang saat ini dikenal dengan Kota Kediri.

Menurut sejarahnya kerajaan hindu tertua di Indonesia ini sudah dipimpin oleh beberapa raja, seperti Sri Jayawarsa, Sri Bameswara, Prabu Jayabaya, Sri Sarwaswera, Sri Aryeswara, Sri Gandra, Sri Kameswara, Sri Kertajaya, dan lain sebagainya. Selain itu, kerajaan ini juga meninggalkan banyak candi baik itu bercorak hindu maupun budha, seperti Candi Penataran, Candi Tondowongso, Candi Gurah, Candi Mirigambar, dan Candi Tuban.

Bahkan kerajaan hindu budha di Indonesia juga meninggalkan beberapa prasasti. seperti Prasasti Kamulan, Prasasti Galunggung, Prasasti Jaring, Prasasti Panumbangan, Prasasti Talan, Prasasti Sirah Keting, Prasasti Kertosono, Prasasti Ngantang, Prasasti Padelegan, Prasasti Ceker, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu saja, kerajaan kediri juga meninggalkan beberapa kitab, seperti Kitab Kakawin Bharatayudha, Kitab Kresnayana, Kitab Sumarasantaka, Kitab Gatotkacasraya, Kitab Smaradhana, dan Kitab Hariwangsa.

4. Kerajaan Majapahit, Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kerajaan hindu budha di Indonesia yang ke-4 adalah Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan hindu budha di Indonesia yang pernah berdiri sekitar pada tahun 1293 sampai 1500 Masehi dan berpusat di Jawa Timur, Indonesia.

Menurut sejarahnya, kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha ini mencapai puncak kejayaannya dari tahun 1350-1389 sekaligus juga sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. Bahkan luas kekuasaan dari kerajaan hindu budha di Indonesia ini jauh lebih luas jika dibandingkan luas Negara Indonesia saat ini, dimana kerajaan ini mencakup Sumatra, Jawa, Kalimantan, Semenanjung Malaya, sampai Indonesia bagian timur.

Dalam perkembangannya, Kerajaan Majapahit pernah dipimpin oleh beberapa raja, seperti Raden Wijaya (1293-1309), Kalagamet (1309-1328), Sri Gitarja (1328-1350), Hayam Wuruk (1350-1389), Wikramawardhana (1389-1429), Suhita (1429-1447), Kertawijaya (1447-1451), Rajasawardhana (1451-1453), Purwawisesa atau Girishawardhana (1456-1466), Bhre Pandansalas atau Suraprabhawa (1466-1468), Bhre Kertabumi (1468-1478), Girindrawardhana (1478-1498), dan Patih Udara (1498-1518).

Selain itu, kerajaan hindu budha di Indonesia ini juga meninggalkan beberapa peninggalan berupa candi, seperti Candi Cetho, Candi Brahu, Candi Sukuh, Candi Tikus, Candi Pari, Candi Wringin Branjang, Candi Wringin Lawang, Candi Surawana, Candi Jabug, dan Candi Bajang Ratu.

Selain itu, Kerajaan Majapahit juga meninggal beberapa prasasti dan kitab, seperti Prasasti Kudadu, Prasasti Sukamerta dan Prasasti Balawi, Prasasti Waringin Pitu, Prasasti Canggu, Prasasti Karang Bogem, Prasasti Katiden I, Prasasti Alasantan, Prasasti Kamban, Prasasti Hara-hara (Trowulan VI), Prasasti Wurare, Prasasti Maribong (Trowulan II), Prasasti Canggu (Trowulan I), Kitab Negarakertagama, Kitab Sutasoma, Kitab Arjunawiwaha, dan Kitab Pararaton.

5. Kerajaan Sunda Atau Pasundan, Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Kerajaan hindu budha di Indonesia yang ke-5 adalah Kerajaan Sunda Atau Pasundan. Kerajaan Sunda Atau Pasundan merupakan salah satu kerajaan hindu budha di Indonesia yang terletak dibagian Barat pulau Jawa (Provinsi Banten, Jawa Barat, Jakarta, dan sebagian dari Provinsi Jawa Tengah saat ini) dan ada sejak tahun 932 sampai 1579 Masehi.

Menurut sejarahnya, kerajaan ini pernah dipimpin oleh beberapa raja, seperti Maharaja Sri Jayabupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabuwana Mandala Swaranindita Haro Gowardhana Wikramottunggadewa, Wikramottunggadewa, Tarusbawa, dan masih banyak lagi sampai Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana.

Selain itu, kerajaan ini juga meninggalkan beberapa peninggalan kerajaan sunda, seperti Prasasti Cikapundung, Prasasti Pasir Datar, Prasasti Huludayeuh, Prasasti Ulubelu, Prasasti Kebon Kopi II, Situs Karangkamulyan, dan Prasasti Perjanjian Sunda Portugis
Suka artikel berjudul 13 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia Beserta Raja, Peninggalan, dan Penjelasannya, Yuk bagikan ke: