advertisement

7 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Berdasarkan Prinsip Dasar Operasionalnya


advertisement
advertisement
advertisement
7 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Berdasarkan Prinsip Dasar Operasionalnya
7 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Berdasarkan Prinsip Dasar Operasionalnya

XASXUS.com - Apa perbedaan bank syariah dan bank konvensional? mungkin inilah yang sering menjadi pertanyaan bagi masyarakat di Indonesia. Kedua jenis bank ini memang berbeda berdasarkan prinsip dasar operasionalnya, baik itu berdasarkan hukum yang digunakan, sisi investasi, sisi orientasi, pembagian keuntungan, hubungan nasabah dengan pihak bank, sisi pengawasan, cicilan dan promosinya.

Meskipun kedua jenis bank ini berbeda, namun sebagai masyarakat Indonesia belum mengetahui apa perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Nah bagi yang belum tahu apa saja perbedaan bank syariah dan bank konvensional, berikut ini adalah 7 perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan prinsip dasar operasionalnya.
Daftar Isi

1. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan hukum yang digunakan

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang pertama adalah perbedaan berdasarkan hukum yang digunakan. Berdasarkan hukumnya, semua akad dan transaksi pada bank syariah lebih cenderung dengan prisip ajaran agama islam, yaitu berdasarkan prinsip pada al-Quran dan hadist-hadist yang sudah difatwakan oleh MUI.

Hukum pada bank syariah umumnya meliputi, bagi hasil (akad al-mudharabah), pengkongsian (al-musyarakah), kerja sama tani (al-musaqat), bagi hasil (al-ba’i), sewa-menyewa (al-ijarah), dan keagenan (al-wakalah). Sementara untuk bank konvensional, hukum yang digunakan lebih berdasarkan hukum perdata dan hukum pidana. Jadi seluruh perjanjian dan transaksinya dibuat berdasarkan kepada hukum-hukum positif dan tentunya berlaku di Indonesia.

2. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan sisi investasi

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang kedua adalah perbedaan berdasarkan sisi investasi. Berdasarkan investasinya, bank syariah dapat memberi pinjaman dana usaha bagi siapapun asalkan jenis usaha yang dijalankan halal menurut pandangan ajaran agama islam, seperti halnya usaha pertanian, peternakan, perdagangan, dan lain sebagainya.

Sementara investasi pada bank konvensional, bank dapat memberi pinjaman dana usaha bagi siapapun asalkan jenis usaha yang dijalankannya sesuai dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia. Jadi jenis usaha apapun yang tidak halal namun sudah diakui hukum positifnya di Indonesia maka akan tetap mendapatkan pinjaman.

3. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan sisi orientasi

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang ketiga adalah perbedaan berdasarkan sisi orientasi. Berdasarkan orientasinya, bank syariah umumnya lebih berorientasi berdasarkan kemakmuran, profit, dan kebahagian dunia akhirat. Sementara pada bank konvensional, orientasinya lebih condong untuk mendapatkan profit oriented atau keuntungan.

4. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan pembagian keuntungan

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang keempat adalah perbedaan berdasarkan sisi pembagian keuntungan. Berdasarkan pembagian keuntungannya, bank syariah lebih cenderung menerapkan kepada akad yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak sejak awal perjanjian. Meskipun demikian, jika jenis usaha yang dijalankan tersebut tidak menguntungkna, maka bank syariah juga akan menolak memberikan pinjaman tersebut kepada nasabahnya.

Berikut ini penjelasan detail mengenai pembagian keuntungan bank syariah:
  • Penentuan bagi hasilnya dilakukan disaat perjanjian serta berdasarkan kepada keuntungan maupun kerugian.
  • Jumlah nisbah bagi hasilnya lebih berdasarkan kepada jumlah keuntungan yang dicapai oleh jenis usaha tersebut.
  • Besarnya bagi hasil sepenuhnya tergantung dari hasil usaha yang dijalankan. Jika untung, maka kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan, namun jika usaha yang dijalankan merugi, maka kerugian tersebut ditanggung akan tanggung oleh kedua belah pihak.
  • Besar kecilnya bagi hasil hanya berdasarkan besar kecil keuntungan yang diperoleh.
  • Pembagian atau penerimaan keuntungannya adalah bersifat halal.

Sementara pembagian keuntungan pada bank konvensional, umumnya lebih cenderung menerapkan sistem bunga mengambang atau tetap kepada seluruh pinjaman yang berasal dari para nasabahnya. Jadi pihak bank konvensional akan selalu menganggap semua jenis usaha yang diberi pinjaman akan selalu untung.

Berikut ini penjelasan detail mengenai pembagian keuntungan bank konvensional:
  • Penentuan besar kecilnya bunga dibuat diawal perjanjian tanpa mempertimbangkan keuntungan maupun kerugian.
  • Besar persentase bunga yang diberikan berdasarkan kepada jumlah pinjaman uang.
  • Pembayaran bunga cenderung berdasarkan kepada perjanjian yang telah dibuat tanpa melihat apakah usaha tersebut untung ataupun rugi.
  • Pembayaran bunga tidak akan meningkat meskipun keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar.
  • Pengambilan atau pembayaran bunga adalah halal.

5. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan hubungan nasabah dengan pihak bank

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang kelima adalah perbedaan berdasarkan hubungan nasabah dengan pihak bank. Berdasarkan hubungan dengan nasabahnya, bank syariah lebih memperlakukan nasabahnya seperti hal mitra mereka dengan sebuah ikatan yang transparan dan saling menguntungkan. Hal inilah yang membuat para nasabah dari bank syariah memiliki hubungan emosional dengan pihak bank.

Sementara hubungan nasabah pada bank konvensional umumnya lebih memperlakukan para nasabahnya sebagai debitur dan kreditur. Jadi apabila debitur dan kreditur lancar, maka pihak bank konvensioanal akan tenang dan memberikan keterangan lancar. Akan tetapi bila pembayarannya macet, maka pihak bank akan terus menerus menagihnya, bahkan dapat berujung berupa penyitaan aset yang sudah diagunkan. Meskipun demikian, dalam perkembangannya saat ini bank konvensional sudah berupaya keras di dalam membangun emosional dengan para nasabahnya.

6. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan sisi pengawasan

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang keenam adalah perbedaan berdasarkan sisi pengawasannya. Berdasarkan sisi pengawasan, seluruh transaksi pada bank syariah berada didalam penganwasan dewan pengaws, seperti ahli ekonomi yang mengerti mengenai fiqih muamalah, dan beberpa tokoh ulama. Sementara sisi pengawasan pada bank konvensional, seluruh transaksinya tidak ada dewan pengawas dan hanya berdasarkan oleh hukum positif yang ada di Indonesia.

7. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan cicilan dan promosi

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang ketujuh adalah perbedaan berdasarkan cicilan dan promosinya. Berdasarkan cicilannya, pada bank syariah sistem besar kecilnya tetap berdasarkan kepada keuntungan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak saat awal perjanjian. Selain itu, promosi yang dilakukan pada bank syariah juga disampaikan dengan transparan dan jelas. Sementara pada bank konvensional cenderung mempunyai banyak sekali promosi yang bertujuan untuk memikat para nasabahnya.

Nah itulah 7 perbedaan bank syariah dan bank konvensional berdasarkan prinsip dasar operasionalnya.
Suka artikel berjudul 7 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Berdasarkan Prinsip Dasar Operasionalnya, Yuk bagikan ke: