Bunga

10 Macam-Macam Warna Beserta Nama, Jenis, dan Klasifikasinya


A+
A
A-
10 Macam-Macam Warna Beserta Nama, Jenis, dan Klasifikasinya
10 Macam-Macam Warna Beserta Nama, Jenis, dan Klasifikasinya

XASXUS.com - Warna merupakan suatu unsur seni rupa yang paling menonjol dan juga sangat penting. Hal ini dikarenakan warna diakui sebagai salah satu wujud keindahan yang dapat diserap oleh mata manusia. Selain itu, warna juga bisa menunjukkan watak atau sifat yang berbeda-beda. Nah berikut ini adalah 10 macam macam warna beserta nama, jenis dan klasifikasinya

1. Warna Putih

Warna yang pertama adalah warna putih. Warna putih ini merupakan salah satu warna yang paling terang jika dibandingkan dengan warna lainnya. Selain itu, warna putih juga melambangkan kesucian dan cahaya. Umumnya sosok pribadi yang baik, sopan, dan santun inilah yang sering digambarkan oleh warna putih ini.

2. Warna Hitam

Warna yang kedua adalah warna hitam. Warna hitam ini merupakan salah satu warna yang paling gelap jika dibandingkan dengan warna lainnya. Selain itu, warna hitam ini juga menggambarkan sesuatu yang gelap serta melambangkan sifat emosi dari seseorang. Umumnya warna hitam ini selalu identik dengan kejadian yang tidak baik, seperti adanya bencana alam, kematian, dan lain sebagainya.

3. Warna Abu-abu

Warna yang ketiga adalah warna abu-abu. Warna abu-abu ini merupakan salah satu warna hasil dari perpaduan antara 2 warna, yaitu warna hitam dan warna putih. Selain itu, warna abu-abu ini juga menggambarkan tidak adanya kehidupan yang sepesifik.

4. Warna Merah

Warna yang keempat adalah warna merah. Warna merah ini merupakan salah satu warna yang identik dengan pemberani dan kuat. Selain itu, warna merah juga identik dengan terdepan, ekspansif (meluas), bersifat menaklukkan, aktif, panas membara, penyerangan, peringatan, hidup, bahkan percintaan. Umumnya sosok pribadi yang berani dan pemimpinlah yang sering digambarkan oleh warna merah ini.

5. Warna Kuning

Warna yang kelima adalah warna kuning. Warna kuning ini merupakan salah satu warna yang sinarnya bersifat kurang dalam. Selain itu, warna kuninh ini juga mewakili sesuatu yang bersifat cahaya, keceriaan, menggambarkan kebahagiaan, dan hati-hati. Umumnya sosok pribadi yang ceriah dan optimislah yang sering digambarkan oleh warna kuning ini.

6. Warna Biru

Warna yang keenam adalah warna biru. Warna biru ini merupakan salah satu warna yang menggambarkan sebuah kesan mendalam dari sesuatu. Selain itu, warna biru ini juga identik dengan sifat yang tidak terhingga, transenden dan sifat tantangan. Umumnya sosok pribadi yang ramah dan suka ketenanganlah yang sering digambarkan oleh warna biru ini.

7. Warna Hijau

Warna yang ketujuh adalah warna hijau. Warna hijau ini merupakan salah satu warna yang mempunyai sifat keseimbangan dan selaras. Selain itu, warna hijau ini juga menggambarkan sebuah pertumbuhan dalam lingkungan, kepuasan, perdamaian, ketenangan dan tempat mengumpulkan kekuatan baru. Umumnya sosok pribadi yang berfikiran dewasa, tenang, dan sopanlah yang sering digambarkan oleh warna hijau ini.

8. Warna Pink

Warna yang kedelapan adalah warna pink. Warna pink ini merupakan salah satu warna yang mempunyai sifat lemah. Selain itu, warna pink ini juga identik dengan wanita, cantik, dan menarik. Umumnya sosok pribadi yang romantis, manja namun suka membantu orang lainlah yang sering digambarkan oleh warna pink ini.

9. Warna Coklat

Warna yang kesembilan adalah warna cokelat. Warna cokelat ini merupakan salah satu warna yang menggambarkan sebuah kesan hangat dan identik dengan musim gugur.

10. Warna Ungu

Warna yang kesepuluh adalah warna ungu. Warna ungu ini merupakan salah satu warna yang menggambarkan sebuah kesetiaan dan kepuasan. Umumnya sosok pribadi yang senang belajar hal-hal baru dan sedikit misteriuslah yang sering digambarkan oleh warna ungu ini.

Warna pada dasarnya terbentuk diakibatkan adanya sebuah pembiasan cahaya berwujud prismatik yang bisa menimbulkan spectrum pelangi. Jadi tanpa adanya sebuah cahaya, maka warna tersebut tidak akan terbentuk. Bahkan ada salah satu teori yang paling terkenal dari Moses Harris ditahun 1766 mengenai lingkaran warna yang sudah dirangkum dari warna primer.

Dari banyaknya warna yang ada saat ini umumnya dapat dibagi menjadi beberapa bagian atau yang kerap disebut dengan sistem warna "Prang System". Sistem warna ini ditemukan oleh Louis Prang pada sekitar tahun 1876-an atau dapat disebut sebagai atribut warna. Berikut ini adalah beberapa atribut warna.

1. Hue

Hue merupakan salah satu istilah warna yang dipakai di dalam menunjukan nama dari sebuah warna, seperti hal warna biru, merah, hihau, dan lain sebagainya.

2. Value

Value merupakan salah satu istilah warna yang dipakai untuk menunjukan dimensi kedua atau mengetahui terang gelapnya dari suatu warna, seperti halnya mengetahui warna dari hitam sampai putih.

3. Saturation atau Intensity

Intensity atau kerapa disebut dengan chroma, ini merupakan salah satu istilah warna yang dipakai untuk menunjukan dimensi yang berkaitan dengan tingkat cerah atau suramnya sebuah warna.

4. Kontras atau Contras

Kontras atau contras ini merupakan salah satu istilah warna yang saling bertolak belakang atau bertentangan dengan tingkat gelap terangnya dari suatu warna.

5. Komplementer atau Complement

Komplementer atau complement ini merupakan salah satu istilah warna yang jika dicampur antara kedua warnanya akan menjadi gelap, kusam, kelabu, atau hitam, seperti halnya warna merah dicampur warna hijau, warna biru dicampur dengan warna jingga, warna kuning dicampur dengan warna ungu, dan lain sebagainya.

6. Monokrom atau Monocrome

Monocrome atau monokrom ini merupakan salah satu istilah warna yang masih sejenis atau sekeluarga, seperti halnya warna merah gelap, merah hitam, merah cokelat, merah jambu, merah jernih, merah muda, dan lain sebagainya.

7. Monoton (monotone)

Monotone atau monoton ini merupakan salah satu istilah warna yang gelap terangnya masih selaras, seperti halnya warna-warna gelap, dimana contoh warnanya adalah seperti cokelat, biru tua, hijau tua, dan merah tua. Sementara pada war-warna terang contohnya warnanya adalah seperti cream, kelabu, biru laut, kuning gading, hijau pupus, dan pink.

8. Analog

Analog merupakan salah satu istilah warna yang warna-warnanya tidak komplementer atau tidak kontras, jadi jika warna-warna tersebut dicampur, maka akan mejadi warna yang matang dan bagus. Misalnya seperti warna biru yang dicampur dengan warna merah, maka akan menghasilkan warna unggu.

9. Warna hangat dingin atau colour condition

Warna hangat dingin atau colour condition ini merupakan salah satu istilah warna yang mempunyai ciri warna dingin dan hangat, seperti halnya warna dingin, dimana warna ini umumnya mengandung warna yang terang atau mencolok seperti warna merah. Sementara pada warna hangat, warnanya mengandung warna yang redup, seperti warna putih ataupun warna biru.

Selain sistem warna atau "Prang System", terdapat juga beberapa sistem warna lainnya, diantaranya:
  • Process Color System atau CMYK.
  • Schopenhauer atau Goethe Weighted Color System.
  • Substractive Color System serta Additive Color atau RGB Color System.
  • Munsell Color System.
  • Ostwald Color System.

Diantara beberapa sistem warna diatas, hanya beberapa sajalah yang banyak dipakai di dalam dunia industri media visual cetak, yaitu Process Color System atau CMYK. Process Color System atau CMYK ini umumnya terbagi ke dalam beberapa warna dasar, seperti Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sementara untuk Substractive Color System serta Additive Color atau RGB Color System hanya dipakai dalam industri media visual elektronika.

Klasifikasi Jenis dan Macam-Macam Warna

Menurut klasifikasinya, warna terbagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya:

1. Warna primer

Warna primer merupakan salah satu warna dasar atau warna pokok dan tidak bisa dihasilkan melalui beberapa percampuran warna lain, seperti warna merah, biru, dan warna kuning.

2. Warna sekunder

Warna sekunder merupakan salah satu warna yang dihasilkan melalui percampuran seimbang antara warna primer satu dengan warna lainnya, seperti warna ungu, hijau, dan jingga.

  • Warna ungu = percampuran antara warna biru dan merah.
  • Warna hijau = percampuran antara warna kuning dan biru.
  • Warna jingga = percampuran antara warna kuning dan merah.

3. Warna tersier

Warna tersier merupakan salah satu warna yang dihasilkan melalui percampuran dari beberapa macam warna primer dengan warna sekunder, seperti warna biru dan hijau, merah dan ungu, biru dan ungu, kuning dan orange, merah dan orang, kuning dan hijau.

  • Warna biru hijau atau turquoise = percampuran antara warna biru dan hijau.
  • Warna merah ungu atau crimson = percampuran antara warna merah dan ungu.
  • Warna biru ungu atau indigo = percampuran antara warna biru dan ungu.
  • Warna kuning orange atau golden yellow = percampuran antara warna kuning dan orange.
  • Warna merah orange atau burnt orange = percampuran antara warna merah dan orange.
  • Warna kuning hijau atau lime green = percampuran antara warna kuning dan hijau.

4. Warna Netral

Warna netral merupakan salah satu warna gelap dan terang yang bisa dipadukan dengan berbagai macam warna. Selain itu, warna netral juga memiliki karakternya masing-masing.

  • Warna hangat = orange, merah, kuning.
  • Warna sejuk dan dingin = biru, hijau, putih.
  • Warna netral = putih, hitam, coklat, abu-abu.

Kriteria Dalam Pemilihan Warna

  • Pilih warna yang cerah untuk foreground putih, hijau dan lain sebagainya.
  • Kecerahan serta kombinasi warna pada foreground dan background kontras.
  • Hindari pemakaian warna-warna gelap, seperti warna hijau atau coklat untuk background.
  • Tampilkan warna memakai background atau latar belakang gelap.
  • Pakailah warna-warna yang menarik guna menarik perhatian user, komunikasi terarah, identifikasi status, menjalin hubungan antar elemen.
  • Pakailah warna yang sesuai dengan kebutuhannya, desain dibuat dalam b/w lalu ditambahkan dengan beberapa warna lain yang sesuai dengan kebutuhan.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Di dalam Pemakaian Warna

  • Pengkodean ekstra untuk meningkatkan tampilan interface.
  • Buta warna atau cacat warna.
  • Konsisten dalam pemakaian warna.
  • Monitor monochrome atau hanya mengenal satu warna.
  • Untuk menunjukkan keragaman bagian-bagian dilayar.
  • Membatasi pengkodean warna menjadi 8 warna atau 4 warna.
  • Disainer kerap memakai layar kerja dengan menggunakan 4 sampai 5 warna.
  • Pakailah warna b/w atau abu-abu, atau b/w saja untuk tampilannya.
Halaman :