advertisement

14 Jenis-Jenis Koperasi Beserta Contoh, Fungsi, dan Penjelasannya


advertisement
advertisement
advertisement
14 Jenis-Jenis Koperasi Beserta Contoh, Fungsi, dan Penjelasannya
14 Jenis-Jenis Koperasi Beserta Contoh, Fungsi, dan Penjelasannya

XASXUS.com - Koperasi merupakan sebuah organisasi ekonomi yang dijalankan oleh beberapa orang demi mencapai kepentingan bersama. Melalui koperasi inilah pemerintah berupaya keras di dalam meningkatkan perekonomian para pedagang kecil supaya tidak kalah saing dengan para pedangan besar, seperti mall dan lain sebagainya. Namun tahukah kamu jika koperasi ternyata mempunyai berbagai macam jenis dengan fungsi dan tujuannya masing-masing. Nah berikut ini adalah jenis-jenis koperasi yang berdasarkan dari 4 faktor.

A. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya

Berdasarkan dari jenis usahanya, koperasi umumnya terbagi ke dalam 4 jenis, yakni jenis koperasi produksi, jenis koperasi konsumsi, dan jenis koperasi simpan pinjam. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis koperasi tersebut.

1. Jenis Koperasi Produksi

Jenis koperasi yang pertama berdasarkan dari jenis usahanya adalah koperasi produksi. Koperasi produksi ini merupakan salah salah satu jenis koperasi yang mempunyai tujuan yaitu membantu usaha para anggotanya atau dapat dibilang melakukan usaha secara bersama-sama. Selain itu, jenis koperasi ini juga terdapat beberapa bentuk, seperti koperasi produksi untuk para pengrajin, peternak sapi, petani, dan lain sebagainya.

Koperasi produksi ini umumnya akan membantu usaha dari para anggotanya yang mempunyai tujuan untuk membantu kesulitan-kesulitan yang terjadi disetiap para anggotanya di dalam menjalani usaha. Misalnya seperti membantu para pengrajin di dalam menyiapkan bahan baku atau membantu para petani dalam menyiapkan bibit dan juga pupuk untuk bertani.

Dalam mencari jalan keluar, para pelaku usaha yang tergabung di dalam koperasi produksi ini biasanya lebih cenderung berdiskusi secara bersama-sama didalam mencari solusi permasalahan. Sementara untuk bantuannya sendiri, koperasi ini umumnya hanya memberikan bantuan berupa membantu menjual hasil produksi dari para anggotanya, dimana koperasi produksi akan menampung semua hasil produksinya supaya para anggotanya dapat dengan mudah menjual barang hasil dari usahanya.

Misalnya seperti membantu di dalam menampung hasil pertanian dari para anggotanya, seperti kedelai, jagung, padi, kacang, dan lain sebagainya. Selain itu, koperasi produksi juga akan  menampung hasil dari para peternak dan pengrajin yang menjadi anggotanya.

2. Koperasi Konsumsi

Jenis koperasi yang kedua berdasarkan dari jenis usahanya adalah koperasi konsumsi. Koperasi konsumsi ini merupakan salah satu jenis koperasi yang menjual berbagai macam barang kebutuhan pokok bagi para anggotanya. Harga yang dijualnya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga dipasaran, misalnya seperti menjual telur, tepung, gula, beras, kopi, dan lain sebagainya.

3. Koperasi Simpan Pinjam

Jenis koperasi yang ketiga berdasarkan dari jenis usahanya adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam atau yang disingkat dengan KSP ini merupakan salah satu jenis koperasi yang khusus menyediakan pinjaman uang dan juga tempat menyimpannya uang.

Uang pinjaman yang ada pada koperasi ini umumnya didapatkan dari hasil dana yang dikumpulkan secara bersama-sama dari para anggotanya. Jika tinjau dengan seksama, pada dasarnya jenis koperasi ini hampir mirim dengan bank pada umumnya, akan tetapi koperasi ini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan bank.

Misalnya seperti bunga yang ditawarkan jauh lebih murah atau ringan jika dibandingkan dengan bank, pembayaran pinjamannya yang bisa dilakukan dengan cara mengangsur, dan bunga yang didapatkannya dinikmati oleh para anggotanya sendiri dengan cara bagi hasil.

4. Koperasi Serba Usaha

Jenis koperasi yang keempat berdasarkan dari jenis usahanya adalah koperasi serba usaha. Koperasi serba usaha atau yang disingkat dengan KSU ini merupakan salah satu jenis koperasi yang didalamnya ada beraneka ragam jenis usaha, dimana bentuk usahanya dapat berupa penggabungan antar koperasi, baik itu koperasi konsumsi dengan koperasi produksi ataupun antara koperasi simpan pinjam dengan koperasi produksi, dan lain sebagainya.

B. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Status Anggotanya

Berdasarkan dari statusnya, koperasi umumnya terbagi ke dalam 5 jenis, yakni jenis koperasi pegawai negeri atau koperasi pegawai republik indonesia, koperasi pasar atau Koppas, koperasi unit desa atau KUD, koperasi sekolah, dan koperasi pondok pesantren atau Kopontren. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis koperasi tersebut.

1. Koperasi Pegawai Negeri atau Koperasi Pegawai Republik Indonesia

Jenis koperasi yang pertama berdasarkan dari status anggotanya adalah koperasi pegawai negeri. Koperasi pegawai negeri atau yang saat ini sudah berubah menjadi Koperasi Pegawai Republik Indonesia ini merupakan salah satu jenis koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi untuk para anggotanya.

Hampir seluruh instansi pemerintahan di Indonesia, baik itu didaerah maupun di kota mempunyai jenis koperasi ini. Tidak hanya itu saja, bahkan terkadang setiap instansi pemerintahan juga mempunyai koperasi lebih dari satu. Hal ini terjadi dikarenakan adanya departemen-departemen dalam yang juga membuat koperasi sendiri.

2. Koperasi Pasar (Koppas)

Jenis koperasi yang kedua berdasarkan dari status anggotanya adalah koperasi pasar (Koppas). Koperasi pasar atau yang disingkat dengan Koppas ini merupakan salah satu jenis koperasi yang para anggotanya berasal dari para pedagang pasar. Bentuk dari jenis koperasi ini umumnya seperti jenis koperasi simpan pinjam, dimana tujuannya yaitu menyediakan pinjaman modal untuk para pedagang.

Koperasi ini dibentuk umumnya untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan para pedagang sering berutang kepada para rentenir. Walaupun jenis koperasi ini sudah dibentuk, masih saja para pedagang yang terjerat akan pusaran para rentenir. Sehingga hal ini perlu terus dilakukan supayapara pedagang tersebut tidak terjerat akan utang piutang dengan para rentenir.

3. Koperasi Unit Desa

Jenis koperasi yang ketiga berdasarkan dari status anggotanya adalah koperasi unit desa. Koperasi unit desa atau yang disingkat dengan KUD ini merupakan salah satu jenis koperasi yang para anggotanya terdiri dari masyarakat pedesaan. Jenis koperasi ini umumnya lebih melakukan kegiatan usaha di dalam beberapa bidang ekonomi saja, khususnya yang berkaitan langsung dengan perikanan ataupun pertanian.

4. Koperasi Sekolah

Jenis koperasi yang keempat berdasarkan dari status anggotanya adalah koperasi sekolah. Koperasi sekolah ini merupakan salah satu jenis koperasi yang banyak dijumpai disekolah, baik itu SD, SMP, SMA, bahkan hingga perguruan tinggi. Jenis koperasi ini umumnya para anggotanya terdiri dari guru, siswa, atau bahkan karyawan yang ada di lingkungan sekolah.

Selain itu, koperasi ini juga melakukan beberapa kegiatan layaknya jenis koperasi serba usaha. Jadi selain menjual berbagai macam kebutuhan disekolah, jenis koperasi ini juga kerap dipakai oleh para siswa maupun guru di dalam tempat untuk menyimpan uang.

5. Koperasi Pondok Pesantren

Jenis koperasi yang kelima berdasarkan dari status anggotanya adalah koperasi pondok pesantren. Koperasi pondok pesantren atau yang disingkat dengan Kopontren ini merupakan salah satu jenis koperasi yang umumnya dikelola oleh pengurus pondok pesantren, staf pengajar, santri, dan juga karyawan yang ada di lingkungan pesantren. Kegiatan yang dilakukan pada jenis koperasi ini umumnya cenderung menyediakan barang-barang kebutuhan para santrinya, seperti halnya kitab-kitab ataupun baju muslim.

C. Jenis-jenis Koperasi Berdasarkan Tingkatannya

Berdasarkan dari tingkatannya, koperasi umumnya terbagi ke dalam 2 jenis, yakni jenis koperasi primer, dan koperasi sekunder. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis koperasi tersebut.

1. Koperasi Primer

Jenis koperasi yang pertama berdasarkan dari tingkatannya adalah koperasi primer. Koperasi primer ini merupakan salah satu jenis koperasi yang para anggotanya setidaknya berjumlah 20 orang. Selain itu, orang yang ingin membentuk koperasi diharuskan untuk memenuhi beberapa syarat seperti, memenuhi persyaratan anggaran dasar dari koperasi primer dan mempunyai tujuan yang sama.

Selain itu, syarat lainnya adalah beranggotakan warga negara Indonesia (WNI) dan mempunyai kemampuan di dalam mengambil tindakan hukum, hal ini dikarenakan koperasi adalah sebuah badan hukum. Namun untuk para pelajar dianggap belum dapat mengambil tindakan hukum dan juga diperbolehkan untuk membentuk koperasi.

2. Koperasi Sekunder

Jenis koperasi yang kedua berdasarkan dari tingkatannya adalah koperasi sekunder. Koperasi sekunder ini merupakan salah satu jenis koperasi yang didirikan oleh sebuah organisasi koperasi atau beranggotakan koperasi primer. Koperasi ini didirikan umumnya dikarenakan mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama supaya kegiatan yang dilakukannya dapat lebih efisien.

Selain itu, jenis koperasi sekunder ini biasanya didirikan oleh koperasi sejenis saja, ataupun dari berbagai macam jenis atau tingkatan koperasi. Yang dimaksud dengan tingkatannya disini adalah seperti tingkat pusat, induk, dan  gabungan, dimana penamaan dan jumlah tingkatannya ditentukan oleh para anggotanya sendiri.

D. Jenis Koperasi Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan dari fungsinya, koperasi umumnya terbagi ke dalam 3 jenis, yakni jenis koperasi konsumsi, koperasi jasa, dan koperasi produksi. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis koperasi tersebut.

1. Koperasi Konsumsi

Jenis koperasi yang pertama berdasarkan dari fungsinya adalah koperasi konsumsi. Koperasi konsumsi ini merupakan salah satu jenis koperasi yang mempunyai tujuan yaitu menyediakan beberapa barang-barang kebutuhan bagi para anggotanya. Harga yang dijualnya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga dipasaran, misalnya seperti menjual telur, tepung, gula, beras, kopi, dan lain sebagainya.

2. Koperasi Jasa

Jenis koperasi yang kedua berdasarkan dari fungsinya adalah koperasi jasa. Koperasi jasa ini merupakan salah satu jenis koperasi yang melakukan kegiatan dalam bentuk pelayanan jasa dan banyak dibutuhkan oleh anggota, seperti halnya jasa simpan pinjam, angkutan, asuransi, dan lain sebagainya. Jenis koperasi ini umumnya seluruh pemilik aset dan pengguna layanan jasa merupakan anggota koperasi itu sendiri.

3. Koperasi Produksi

Jenis koperasi yang ketiga berdasarkan dari fungsinya adalah koperasi produksi. Koperasi produksi ini merupakan salah satu jenis koperasi yang melakukan kegiatan menyediakan bahan baku, seperti halnya menyediakan peralatan produksi, dan membantu memproduksi pada jenis barang tertentu. Tidak hanya itu saja, jenis koperasi ini juga ikut di dalam menjual maupun memasarkan hasil produksi dari para anggotanya.

Nah itulah 14 jenis-jenis koperasi beserta contoh, fungsi, dan penjelasannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Suka artikel berjudul 14 Jenis-Jenis Koperasi Beserta Contoh, Fungsi, dan Penjelasannya, Yuk bagikan ke: