Bunga

19 Jenis-Jenis Bank di Indonesia Beserta Contoh, Fungsi, dan Penjelasannya


A+
A
A-
19 Jenis-Jenis Bank di Indonesia Beserta Contoh, Fungsi, dan Penjelasannya
19 Jenis-Jenis Bank di Indonesia Beserta Contoh, Fungsi, dan Penjelasannya

XASXUS.com - Bank merupakan lembaga atau badan usaha intermediasi keuangan yang didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan kemudian menerbitkan banknote atau promes. Dari pengertian mengenai bank tersebut, maka bisa disimpulkan jika usaha perbankan ini meliputi 3 kegiatan, yakni menghimpun dana, menyalurkan dana, dan juga memberikan jasa.

Meskipun demikian, tahukah kamu jika bank ternyata mempunyai berbagai macam jenis yang diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek. Nah berikut ini adalah 19 jenis-jenis bank di indonesia beserta contoh, fungsi, dan penjelasannya.

Jenis Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan dari fungsinya, bank umumnya terbagi ke dalam 3 jenis, yakni jenis bank sentral, bank umum, dan bank perkreditan rakyat (BPR). Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis bank tersebut.

1. Bank Sentral

Jenis bank pertama berdasarkan dari fungsinya adalah bank sentral. Bank sentral ini merupakan salah satu jenis bank yang fungsi utamanya yaitu bertanggung jawab atas semua kebijakan moneter yang ada dinegara tersebut, seperti berusaha di dalam menjaga stabilitas sektor perbankan, stabilitas nilai mata uang, dan sistem finansial secara keseluruhannya. Di Indonesia sendiri, fungsi dari bank sentral tersebut diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI).

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia umumnya hanya memiliki satu tujuan utana, yakni bertujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai mata uang rupiah. Kestabilan nilai mata uang rupiah ini mengandung 2 aspek, yakni kestabilan terhadap mata uang rupiah terhadap mata uang negara lain dan kestabilan antara nilai mata uang terhadap barang dan juga jasa.

Guna mencapai tujuannya tersebut, maka Bank Indonesia didukung oleh 3 pilar dengan 3 bidang tugasnya, seperti mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, serta mengatur dan mengawasi perbankan yang ada dinegara.

2. Bank Umum

Jenis bank kedua berdasarkan dari fungsinya adalah bank umum. Bank umum ini merupakan salah satu jenis bank yang dalam melaksanakan kegiatan usahanya dilakukan secara konvensional maupun berdasarkan dengan prinsip syariah, dimana dalam kegiatannya jenis bank ini memberikan jasa lalu lintas pembayaran.

Sifat jasa yang diberikan pada jenis bank ini adalah bersifat umum, dimana bank ini bisa memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitupun dengan wilayah operasinya yang bisa dilakukan diseluruh wilayah. Bank umum ini biasanya kerap disebut juga dengan bank komersil atau commercial bank.

Bank umum biasanya mempunyai beberapa tugas, seperti menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk berupa pinjaman; menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk berupa simpanan; menawarkan jasa-jasa keuangan, seperti halnya ATM, kartu kredit, transfer uang antar bank, cek perjalanan, dan lain sebagainya; menerbitkan uang melalui pembayaran investasi dan juga kredit; melayani penyimpanan barang berharga; menyediakan fasilitas untuk perdagangan, baik itu antar negara maupun internasional.

3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Jenis bank ketiga berdasarkan dari fungsinya adalah bank perkreditan rakyat (BPR). Bank perkreditan rakyat atau yang disingkat dengan BPR ini merupakan salah satu jenis bank yang dalam melaksanakan kegiatan usahanya dilakukan secara konvensional maupun berdasarkan dengan prinsip syariah, dimana dalam kegiatannya jenis bank ini tidak memberikan jasa lalu lintas pembayaran.

Kegiatan pada jenis bank perkreditan rakyat (BPR) ini biasanya jauh lebih sempit bila dibandingkan dengan jenis bank umum lainnya, dimana jenis bank perkreditan rakyat (BPR) ini dilarang menerima simpanan giro, perasuransian, dan juga kegiatan valas.

Bank perkreditan rakyat (BPR) umumnya mempunyai beberapa tugas, seperti memberikan kredit; menempatkan dananya dalam bentuk deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia atau SBI, dan atau tabungan pada bank lain; menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa tabungan, deposito berjangka, ataupun bentuk lainnya yang dipersamakan dengan hal tersebut; menyediakan pembiayaan dan juga penempatan dana sesuai dengan prinsip syariah, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BI atau Bank Indonesia.

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya

Berdasarkan dari kepemilikannya, bank umumnya terbagi ke dalam 5 jenis, yakni jenis bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, bank milik koperasi, bank milik campuran, dan bank milik asing. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis bank tersebut.

1. Bank Milik Pemerintah

Jenis bank pertama berdasarkan dari kepemilikannya adalah bank milik pemerintah. Di Indonesia, Bank milik pemerintah ini merupakan salah satu jenis bank yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pihak pemerintah, seperti halnya Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

2. Bank Milik Swasta Nasional

Jenis bank kedua berdasarkan dari kepemilikannya adalah bank milik swasta nasional. Bank milik swasta nasional ini merupakan salah satu jenis bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta. Tidak hanya itu saja, bahkan akta pendiriannya juga didirikan oleh swasta dan pembagian keuntungannya juga untuk pihak swasta.

Jenis bank swasta nasional ini umumnya dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu bank swasta nasional non-devisa dan bank swasta nasional devisa. Di Indonesia sendiri, bank milik swasta nasional ini adalah seperti Bank Muamalat, Bank Central Asia (BCA), Bank Bumi Putra, Bank Danamon, Bank Duta, Bank Nusa Internasional, Bank Niaga, Bank Universal, Bank Mega, dan lain sebagainya.

3. Bank Milik Koperasi

Jenis bank ketiga berdasarkan dari kepemilikannya adalah bank milik koperasi. Bank milik koperasi ini merupakan salah satu jenis bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berlandaskan hukum koperasi, seperti Bank Umum Koperasi Indonesia.

4. Bank Milik Campuran

Jenis bank keempat berdasarkan dari kepemilikannya adalah bank milik campuran. Bank milik campuran ini merupakan salah satu jenis bank yang seluruh sahamnya dimiliki secara campuran, yaitu antara pihak swasta nasional dan pihak asing. Meskipun demikian, saham dari jenis bank ini sebagian besarnya dimiliki oleh WNI atau warga negara Indonesia.

Di Indonesia sendiri, bank milik campuran ini adalah seperti Bank ANZ Indonesia, Bank Commonwealth, Bank Agris, Bank BNP Paribas Indonesia, Bank Capital Indonesia, Bank Chinatrust Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank Mizuho Indonesia, Bank Rabobank International Indonesia, Bank Resona Perdania, Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Bank Windu Kentjana International, dan lain sebagainya.

5. Bank Milik Asing

Jenis bank kelima berdasarkan dari kepemilikannya adalah bank milik asing. Bank milik asing ini merupakan salah satu jenis bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh swasta asing atau pemerintah asing, dimana kepemilikannya seluruhnya dimiliki oleh pihak luar negeri. Jenis bank ini umumnya merupakan jenis bank yang berasal dari cabang bank yang ada di luar negeri, seperti Bank of America, Bangkok Bank, Bank of China, Citibank, Deutsche Bank, HSBC, JPMorgan Chase, Standard Chartered, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Dari Statusnya

Berdasarkan dari statusnya, bank umumnya terbagi ke dalam 2 jenis, yakni jenis bank devisa, dan jenis bank non-devisa. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis bank tersebut.

1. Bank Devisa

Jenis bank pertama berdasarkan dari statusnya adalah bank devisa. Bank devisa ini merupakan salah satu jenis bank yang berbeda dengan jenis bank lainnya, dimana jenis bank dewisa ini bisa melakukan transaksi ke luar negeri ataupun yang berhubungan dengan mata uang asing. Jenis bank ini biasanya ditentukan oleh Bank Indonesia (BI) dan sesuai dengan syarat-syaratnya.

2. Bank Non-Devisa

Jenis bank kedua berdasarkan dari statusnya adalah bank non-devisa. Bank non-devisa ini merupakan salah satu jenis bank yang belum memiliki izin untuk melakukan kegiatan transaksi seperti halnya jenis bank devisa. Jadi, jenis bank non-devisa ini hanya bisa melakukan kegiatan transaksinya hanya pada batas-batas wilayah negara saja atau terbatas.

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya

Berdasarkan dari kegiatan operasionalnya, bank umumnya terbagi ke dalam 2 jenis, yakni jenis bank devisa, dan jenis bank non-devisa. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis bank tersebut.

1. Bank Konvensional

Jenis bank pertama berdasarkan dari kegiatan operasionalnya adalah bank konvensional. Bank konvensional ini merupakan salah satu jenis bank yang dalam melakukan kegiatannya secara konvensional. Dimana dalam kegiatannya jenis bank ini memberikan jasa lalu lintas pembayaran secara umum dan berdasarkan beberapa ketentuan dan prosedur yang sudah ditetapkan.

Bank konvensional ini biasanya beroperasi dengan cara mengeluarkan beberapa produk-produk andalan untuk menyerap dana dari masyarakat, seperti simpanan deposito, tabungan, dan simpanan giro. Selain itu, jenis bank ini juga menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara yaitu mengeluarkan kredit, seperti kredit modal kerja, kredit investasi, kredit jangka pendek, kredit konsumtif. Sementara untuk pelayanan jasa keuangannya adalah seperti inkaso, kliring, Letter of Credit, dan kiriman uang.

2. Bank Syariah

Jenis bank kedua berdasarkan dari kegiatan operasionalnya adalah bank syariah. Bank syariah ini merupakan salah satu jenis bank yang dalam melakukan kegiatannya secara syariah, seperti mencakup kegiatan usaha, kelembagaan, serta cara dan proses didalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Konsep hukum pada bank syariah umumnya sesuai dengan agama Islam, yakni larangan pemakaian sistem bunga dan kemudian diganti oleh sistem bagi hasil, hal ini karenakan bunga atau riba dalam ajaran agama islam adalah haram hukumnya. Hukum pada bank syariah umumnya meliputi bagi hasil (akad al-mudharabah), pengkongsian (al-musyarakah), kerja sama tani (al-musaqat), bagi hasil (al-ba’i), sewa-menyewa (al-ijarah), dan keagenan (al-wakalah).

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Bentuk Badan Usaha

Berdasarkan dari bentuk badan usahanya, bank umumnya terbagi ke dalam 4 jenis, yakni Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Bank berbentuk Firma, Bank berbentuk Koperasi, dan Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan.

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Organisasinya

Berdasarkan dari organisasinya, bank umumnya terbagi ke dalam 3 jenis, yakni unit banking, branch banking, dan correspondency banking. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing jenis bank tersebut.

1. Unit banking

Jenis bank pertama berdasarkan dari organisasinya adalah unit banking. Unit bank ini merupakan jenis bank yang hanya mempunyai satu organisasi saja dan tidak mempunyai cabang di daerah lain.

2. Branch banking

Jenis bank kedua berdasarkan dari organisasinya adalah branch banking. Branch banking ini merupakan jenis bank yang mempunyai cabang-cabang di daerah lain.

3. Correspondency banking

Jenis bank ketiga berdasarkan dari organisasinya adalah correspondency banking. Correspondency banking ini merupakan jenis bank yang bisa melakukan kegiatan khusus, seperti pemeriksaan dokumen impor dan ekspor serta kegiatan utamanya di luar negeri.

Nah itulah 19 jenis-jenis bank di indonesia beserta contoh, fungsi, dan penjelasannya.
Halaman :