advertisement

10 Cara Ternak Kroto Untuk Pemula Dengan Media Toples dan Paralon


advertisement
advertisement
advertisement
10 Cara Ternak Kroto Untuk Pemula Dengan Media Toples dan Paralon
10 Cara Ternak Kroto Untuk Pemula Dengan Media Toples dan Paralon

XASXUS.com - Kroto merupakan campuran telur dan larva yang mana keduanya dihasilkan oleh semut rangrang. Kroto saat ini banyak diternak dan dijadikan sebagai pakan burung ataupun ikan guna meningkatkan kualitas hasil ternak dan juga budidaya mereka.

Hal ini dikarenakan kroto merupakan pakan berkualitas dan juga bernilai gizi tinggi yang tentunya sangat baik di dalam perkembangan burung maupun ikan. Sehingga tidak jarang para peternak burung dan ikan bela-belain membeli kroto meskipun harga yang dibanderolnya mahal.

Hal ini justru menjadi peluang yang cukup menjanjikan di dalam ternak kroto. Nah jika kamu ingin ternak krotonamun tidak mengetahui bagaimana cara ternak kroto yang baik dan benar, berikut ini adalah 10 cara ternak kroto untuk pemula dengan media toples dan paralon.
Daftar Isi

1. Mengetahui habitat dari semut rangrang

Hal 1 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah mengetahui habitat dari semut rangrang. Mengetahui habitat dari semut rangrang merupakan hal yang penting di dalam cara ternak kroto yang baik dan benar. Hal ini dilakukan supaya dalam ternak kroto kita akan mengetahui apa saja sifat semut rangrang dihabitat aslinya.

Semut rangrang merupakan salah satu jenis semut yang hidup secara berkoloni atau berkelompok, dimana satu koloninya biasanya dapat mencapai hingga setengan juta ekor. Setiap satu koloni semut rangrang biasa akan ada beberapa sarang, dimana masing-masing sarangnya akan dihuni oleh sekitar 4000-5000 ekor semut rangrang, akan tetapi tergantung dari ukuran sarang yang digunakan

Wilayah kekuasaan dari semut rangrang umumnya dapat mencapai hingga 1000 m2 atau setengah hektar. Dengan wilayahnya yang bergitu luas, menjadikan semut rangrang ini adalah hewan teritorial yang sangat mempertahankan wilayah kekuasaannya. Bahkan jika ada manusia ataupun serangga yang mengganggu wilayahnya, mereka bahkan tidak segan-segan meyerbu ataupun menjadi santapannya.

Sarang semut rangrang biasanya terbuat dari berbagai macam kumpulan dedaunan yang dianyam dan menjadi sarang dengan bentuk sedemikian rupa. Sehingga tidak mengherankan jika semut rangrang ini dijuluki juga dengan sebutan semut penganyam. Sementara untuk pohon yang kerap dijadikan sarang oleh semut rangrang adalah yaitu jenis pohon yang mempunyai karakteristik daun yang kecil namun rimbun ataupun daun yang lebar namun lentur.

Di lingkungannya sendiri, semut rangrang ini adalah hewan yang sangat berbahaya, sebab hewan ini berperan sebagai predator. Meskipun demikian, semut rangrang juga berguna untuk mengendalikan hama di tempat seperti kebun jeruk ataupun buah-buahan.

2. Mengetahui cara perkembangbiakan semut rangrang

Hal 2 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah mengetahui cara perkembangbiakan semut rangrang. Mengetahui cara perkembangbiakan semut rangrang merupakan hal yang penting di dalam cara ternak kroto yang baik dan benar. Hal ini dilakukan supaya dalam ternak kroto kita dapat mengetahui cara berkembangbiak semut rangrang dan bisa memberi penanganan yang benar saat ternak kroto.

Sama seperti jenis semut pada umumnya, dimana semut jenis rangrang ini juga berkembangbiak dengan cara bertelur. Namun yang unik disini adalah jika ada salah satu semut rangrang betina bertelur, maka seluruh koloni semut rangrang akan bekerja sama menjaga telur tersebut.

Jaring putih yang ada ditelur semut rangrang biasanya akan dimanfaatkan di dalam membangun sarang. Sehingga dengan adanya sarang tersebut semut rangrang bisa menumbuhkan telur yang berkembangbiak hingga menjadi larva, pupa dan kemudian menjadi imago.

Semut rangrang umumnya akan cenderung menghindar dari berbagai macam gangguan guna menjaga telur dan sarangnya, sehingga tidak jarang sarang semut rangrang banyak ditemukan ditajuk pohon tertinggi. Meskipun demikian, disaat musing kemarau atau panas semut rangrang biasanya akan berpindah ke tempat yang jauh dari sinar matahari dan mencari tempat yang lebih teduh.

Sama halnya seperti lebah, dimana dalam satu koloninya semut juga terdiri dari berbagai macam jenis semut rangrang, mulai itu dari ratu semut, semut pekerja, semut pejantan, dan semut prajurit. Keempat jenis semut rangrang tentunya mempunyai peran yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah peran masing-masing jenis semut rangrang, diantaranya:
  • Ratu semut, dimana jenis semut rangrang ini berperan sebagai penghasil telur. Bahkan sekalinya jenis semut rangrang ini bertelur dapat mencapai hingga ribuan butir. Ratu semut umumnya mempunyai ukuran jauh lebih besar jika dibandingkan dengan semut biasa, dimana ukurannya bisa mencapai 10 kali lipat.
  • Semut pejantan, dimana jenis semut rangrang ini berperan untuk mengawini sang satu semut saja. Semut pejantan umumnya mempunyai ukuran jauh lebih kecil dibandingkan ratu semut. Meskipun berperan besar di dalam perkembangbiakan semut rangrang, sayangnya umur dari jenis semut ini sangat singkat, dimana jenis semut ini akan langsung mati setelah mengawini ratu semut.
  • Semut pekerja, dimana jenis semut rangrang ini berperan dalam membantu semut muda yang dihasilkan oleh ratu semut. Jenis semut ini umumnya merupakan semut betina yang mandul dan tidak bisa bertelur. Untuk ukurannya sendiri, jenis semut pekerja biasanya hanya sekitar 5-6 milimeter saja.
  • Semut prajurit, dimana jenis semut rangrang ini berperan di dalam menjaga telur dan juga melindungi koloni dari berbagai macam gangguan yang dapat membahayakan. Selain itu, jenis semut rangrang ini juga berperan di dalam mengatur makanan semut dalam satu musim. Untuk ukurannya sendiri, semut prajurit biasanya mempunyai ukuran sekitar 8-10 milimeter dengan karakteristiknya yang sangat kuat dan jumlahnya yang sangat banyak dalam satu koloni.

3. Mempersiapkan bibit untuk ternak kroto

Hal 3 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah mempersiapkan bibit untuk ternak kroto. Dalam ternak kroto sebaiknya memilih bibit kroto berkualitas, dimana bibit kroto berkualitas merupakan bibit yang berasal dari tangkapan alam.

Jika tidak bisa mendapatkan bibit kroto yang berasal dari tangkapan bebas, kamu juga bisa membelinya dari para petani kroto yang telah berpengalaman dan setidaknya sudah berpengalaman selama 3 tahun. Meskipun demikian, sangat disarangkan untuk memakai bibit kroto yang berasal dari tangkapan bebas. Hal ini dikarenakan bibit kroto yang berasal dari tangkapan bebas lebih bagus dan juga menjanjikan.

4. Menentukan media untuk ternak kroto

10 Cara Ternak Kroto Untuk Pemula Dengan Media Toples dan Paralon
Ternak kroto media paralon (kiri) dan media toples (kanan)

Hal 4 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah menentukan media untuk ternak kroto. Menentukan media untuk ternak kroto merupakan hal yang wajib di dalam ternak kroto, dimana saat ini dalam membudidayakan kroto tidak hanya berupa sarang atau dedaunan saja, melainkan ada berbagai macam metode yang bisa dilakukan dengan kelebihannya masing-masing, seperti menggunakan media paralon ataupun menggunakan media toples.

Kelebihan ternak kroto dengan media paralon:
  • Paralon dapat digunakan sebagai media ternak kroto dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 5 sampai 10 tahun.
  • Kedua sisi yang terbuka dari paralon bisa merangsang pertumbuhan semut rangrang dengan sangat cepat.
  • Bentuknya yang seperti tabung memudahkan untuk ditaruh dimana saja, seperti rak sehingga terlihat rapi.
  • Media ternak kroto menggunakan paralon memudahkan dalam pemanenan dan bisa mengurangi angka kematian terhadap semut rangrang.
  • Media tempat ternak kroto mudah untuk dibersihkan.

Kelebihan ternak kroto dengan media toples:
  • Satu sisi yang terbuka dari toples bisa merangsang pertumbuhan semut rangrang dengan sangat cepat.
  • Bentuknya yang seperti tabung memudahkan untuk ditaruh dimana saja, seperti rak sehingga terlihat rapi.
  • Media ternak kroto menggunakan toples memudahkan dalam pemanenan dan bisa mengurangi angka kematian terhadap semut rangrang.
  • Media tempat ternak kroto mudah untuk dibersihkan.

Pada dasarnya kelebihan ternak kroto dengan media paralon dan toples sama saja. Jadi sesuaikanlah dengan kebutuhan saja sehingga memudahkan kamu di dalam ternak kroto.

5. Pembuatan rak untuk ternak kroto

Hal 5 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah membuat rak untuk ternak kroto. Rak untuk ternak kroto ini nantinya berfungsi sebagai tempat ditaruhnya kandang-kandang semut berupa paralon atau toples agar rapi. Nah berikut ini adalah cara memuat rak untuk ternak kroto yang benar, diantaranya:
  • Buatlah rak menggunakan bambu, besi ataupun kayu dengan modelnya yaitu bersusun 2 tingkat.
  • Taruhlah wadah plastik yang telah diisi oleh cairan air ataupun oli dibawah kaki-kaki rak. Hal ini dilakukan supaya semut rangrang tersebut tidak kelur dari medianya.
  • Posisi rak janganlah bersentuhan secara langsung oleh dinding ataupun benda lainnya.

Yang harus diperhatikan di dalam membuat rak untuk kandang kroto adalah jauhkanlah dari berbagai macam gangguan yang dapat mengganggu perkembangbiakan semut rangrang. Hal ini dilakukan karena dalam ternak kroto dibutuhkan ketenangan, sehingga ada baiknya menempatkan rak tersebut ke dalam ruangan yang tertutup.

6. Mempersiapkan bahan pembuatan kandang untuk ternak kroto

Hal 6 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah mempersiapkan bahan pembuatan kandang untuk ternak kroto. Nah berikut ini alat dan bahan yang harus disiapkan dalam pembuatan kandang untuk ternak kroto.

Media Paralon:
  • Paralon atau pipa PVC dengan diameter 4 atau 5 inci
  • Alat pemotong pipa

Media Toples:
  • Toples (jumlahnya sesuai dengan kebutuhan)
  • Alat pembuat lubang toples
  • Lakban

7. Pembuatan kandang untuk ternak kroto

Hal 7 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah membuat kandang untuk ternak kroto. Nah berikut ini adalah beberapa cara pembuatan kandang ternak kroto dari masing-masing media tersebut.

Media Paralon:
  • Potonglah paralon atau pipa pvc tersebut dengan panjang berkisar 50 centimeter atau disesuaikan dengan lebar rak yang digunakan.
  • Susunlah paralon yang sudah dipotong tersebut ke dalam rak dengan rapi.
  • Masukanlah beberapa dedaunan supaya semut rangrang tersebut dapat merangsang pembuatan sarang.
  • Taburkanlah bibit 1 koloni semut rangrang tersebut ke dalam paralon. Pastikan 1 koloni semut rangrang tersebut lengkap, yaitu terdiri dari ratu semut, semut pekerja, semut pejantan, dan semut prajurit.

Media Toples:
  • Lubangilah bagain bawah toples yang telah disiapkan sebelumnya dengan diameter sekitar 5 sampai 7 centimeter.
  • Masukan 1 koloni semut rangrang tersebut ke dalam toples. Pastikan 1 koloni semut rangrang tersebut lengkap, yaitu terdiri dari ratu semut, semut pekerja, semut pejantan, dan semut prajurit.
  • Tutuplah lubang yang telah dibuat tadi dengan menggunakan lakban.

8. Tahap pemberian pakan untuk ternak kroto

Hal 8 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah tahap pemberian pakan untuk ternak kroto. Makanan semut rangrang pada umumnya sama dengan jenis serangga kecil lainnya, dimana semut rangrang lebih menyukai protein dan sari gula.

Semut rangrang juga menyukai berbagai macam jenis serangga yang ukurannya lebih besar darinya, seperti belalang, jangkrik, cicak, ulat, dan lain sebagainya. Selain itu, kamu juga bisa memberikan makanan lainnya, seperti tulang-tulangan yang sudah dipecah-pecah ataupun ayam rebusan.

Dalam hal protein, kamu juga dapat meberikannya air gula supaya asupan karbohidratnya bisa terpenuhi. Untuk cara memberikan makannya sendiri, berikut ini adalah cara memberikan pakan untuk ternak kroto, diantaranya:
  • Dalam memberikan pakan, kamu bisa memakai media pakan yang datar, seperti piring plastik. Setelah itu taruhlah makanan dan protein yang sudah disiapkan sebelumnya.
  • Serangga yang akan diberikan pastikan sudah dalam keadaan lumpuh sehingga tidak mudah kabur.
  • Berikanlah sekitar 2-3 sendok gula sebagai sumber karbohidratnya dan diletakan didalam mangkuk. Setelah itu larutkan dengan menggunakan air sekitar 200 ml.
  • Selain gula, kamu juga bisa menambahkannya sedikit madu ke dalam mangkuk.

9. Tahap pemanenan untuk ternak kroto

Hal 9 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah pemanenan untuk ternak kroto. Kroto pada umumnya sudah bisa dipanen setelah usianya menginjak 15 sampai 20 hari. Hal ini dikarenakan telur ke larva memiliki daur hidup sekitar 15 sampai 20 hari.

Dalam pemanenan kroto ada baiknya menunggu telur tersebut hingga berwarna putih. Akan tetapi untuk awalan, sebaiknya menunggunya hingga 6 bulan lamanya supaya telur berkembang biak dan populasi semut menjadi banyak. Setelah itu barulah melakukan pemanenan setiap 2 kali dalam sebulan atau melakukan pemanenan setiap hari dengan memperbanyak jumlah sarang dan juga waktu pemanenannya.

Berikut ini adalah beberapa tahapan pemanenan untuk ternak kroto, diantaranya:
  • Siapkan wadah melengkung seperti halnya baskom ataupun ember.
  • Letakan sebuah saringan yang berbahan dasar dari kawat guna menghambat semut masuk ke dalam wadah. Pastikan ukuran jaring yang digunakan bisa menghambat semut rangrang tersebut masuk ke dalam wadah.
  • Dalam melakukan pemanenan ini sebaiknya memakai sarung tangan agar terhindar dari gigitan semut.
  • Tumpahkan media ternak berupa paralon ataupun toples tersebut ke dalam wadah yang sudah diberi saringan.
  • Bersihkan kembali media ternak berupa paralon ataupun toples tersebut dan kemudian letakkan kembali sampai menghasilkan kroto selanjutnya.

10. Analisis keuntungan ternak kroto

Hal 10 yang harus dilakukan di dalam cara ternak kroto adalah analisis keuntungan ternak kroto. Nah berikut ini adalah analisis keuntungan ternak kroto.

Asumsi Dengan Jumlah Sarang
  • Jumlah indukan yang nantinya dipelihara yaitu 300 sarang perkoloni.
  • Panen kroto berkisar 5 sampai 6 bulan, dimana nantinya akan menghasilan sekitar 4 kali lipat sarang sehingga 4×300 = 1200 sarang.
  • Setiap 200 sarangnya membutuhkan rak dengan luas sekitar 2×2 meter persegi.

Modal (Investasi)
  • Biaya pembuatan rak, yaitu 2 x Rp.250.000 = Rp.500.000
  • Toples sarang, yaitu 300 x Rp.3000 = Rp.900.000
  • Perlengkapan lainnya, yaitu 90 buah x Rp.2000 = Rp.180.000

Jadi total biaya keseluruhannya yaitu Rp.1.580.000 dan biaya pakannya berkisar Rp.400.000 perbulannya.

Pendapatan
  • Setiap 1 kilogram kroto umumnya akan dihargai sekitar Rp.250.000, sehingga dapat dikalkulasikan:
  • 1 toples biasanya dapat menghasilkan sekitar 100 gram, jadi 1200 buah toples x 100 gram = 120 kilogram.
  • Pendapatan keseluruhan, yaitu 120 kilogram x Rp.250.000 = Rp.30.000.000

Pendapatan ini hanyalah untuk 2 bulan, sementara untuk 1 bulannya dapat memperoleh Rp.15.000.000.

Keuntungan Bersih Perbulan
Untung perbulan – Cost produksi = Rp.15.000.000 - Rp.200.000 = Rp.14.800.000.

Nah itulah 10 cara ternak kroto untuk pemula dengan media toples dan paralon. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Suka artikel berjudul 10 Cara Ternak Kroto Untuk Pemula Dengan Media Toples dan Paralon, Yuk bagikan ke: