advertisement

11 Cara Ternak Jangkrik Yang Mudah Lengkap Untuk Pemula


advertisement
A+ A A-
advertisement
advertisement
11 Cara Ternak Jangkrik Yang Mudah Lengkap Untuk Pemula
11 Cara Ternak Jangkrik Yang Mudah Lengkap Untuk Pemula

XASXUS.com - Jangkrik merupakan salah satu jenis hewan yang banyak hidup dikondisi lingkungan yang lembab dan gelap. Di Indonesia sendiri, jangkrik merupakan salah satu komoditi dan jenis usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini justru menjadi peluang di dalam ternak jangkrik. Nah jika kamu ingin ternak jangkrik namun tidak mengetahui bagaimana cara ternak jangkrik yang baik dan benar, berikut ini adalah 11 cara ternak jangkrik yang mudah lengkap untuk pemula
Daftar Isi

1. Mengetahui aspek penting ternak jangkrik

Hal pertama yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah mengetahui aspek penting ternak jangkrik. Ini merupakan hal yang paling penting di dalam cara ternak jangkrik yang baik dan benar untuk pemula, karena dengan mengetahui aspek-aspek terpenting di dalam ternak jangkrik tentunya akan membuat ternak jangkrik berhasil dan sukses. Nah berikut ini adalah beberapa aspek terpenting yang harus kamu ketahui, diantaranya:
  • Jangkrik pada umumnya akan hidup dengan baik kondisi yang lembab dan gelap.
  • Kandang jangkrik haruslah aman dari acaman para predator, seperti semut, tikus, dan lain sebagainya.
  • Indukan jangkrik yang berkualitas adalah yang berasal dari tangkapan alam bebas.
  • Pemberian makannya tidak boleh kurang dikarenakan jangkrik merupakan hewan kanibal.
  • Kandang jangkrik haruslah dibuat seperti di habitat aslinya.

2. Menentukan tempat ternak jangkrik

Hal kedua yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah menentukan tempat ternak jangkrik. Nah berikut ini adalah tempat ternak yang baik dan benar di dalam ternak jangkrik, diantaranya:
  • Lokasi ternak jangkrik haruslah mendapatkan sirkulasi udara yang baik, tenang, dan teduh.
  • Lokasi ternak jangkrik haruslah jauh dari sumber kebisingan, seperti halnya di jalan raya, pasar, dan lain sebagainya.
  • Bebas dari berbagai macam gangguan predator yang dapat memangsa jangkrik.
  • Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau bahkan berlebihan.
  • Jauh dari kandang ayam.

3. Menyiapkan bahan pembuatan kandang jangkrik

Hal ketiga yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah menyiapkan bahan pembuatan kandang jangkrik. Nah berikut ini adalah bahan-bahan yang diperlukan di dalam membuat kandang jangkrik.

Bahan utama pembuatan kandang jangkrik
  • Kayu dengan rangka kaso atau triplek
  • Lakban
  • Kasa

Bahan tambahan pembuatan kandang jangkrik
  • Mangkuk
  • Lumpur sawah
  • Daun-daun kering, seperti daun timbul, daun pisang, dan lain sebagainya.

4. Membuat kandang jangkrik

Hal keempat yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah membuat kandang jangkrik. Pada dasarnya kandang jangkrik berbentuk persegi dan tidak ada ukuran baku di dalam membuatnya, namun yang terpenting adalah ukurannya disesuaikan dengan kebutuhannya, seperti jumlah jangkrik setiap kandangnya. Nah berikut ini adalah cara membuat kandang jangkrik yang baik dan benar, diantaranya:
  • Buatlah kotak kandang menggunakan kayu dengan rangka kaso, akan tetapi untuk menghemat biaya kamu juga bisa memakai triplek untuk dindingnya.
  • Untuk ukuran kandangnya kamu bisa membuat kandang dengan ukuran yaitu panjang 120-200 centimeter, lebar 60-100 centimeter, dan tinggi 30-50 centimeter.
  • Kandang dibuat bersusun dan memiliki minimal 4 buah kaki sebagai penyangga.
  • Lakbanlah bagian dinding atas kandang bagian dalam secara keliling supaya jangkrik tidak merayap naik hingga keluar kandang.
  • Buatlah lubang di salah satu dinding kandang untuk memberikannya sirkulasi udara yang baik. Namun tutuplah lubang tersebut menggunakan kasa agar jangkrik tidak keluar dari kandang.
  • Olesi dinding kandang jangkrik menggunakan lumpur sawah, hal ini dilakukan supaya kondisi kandangnya seperti di habitat aslinya.
  • Berikan beberapa daun kering ke dalam kandang jangkrik, hal ini dilakukan sebagai tempat bersembunyinya jangkrik dan menghindari terjadinya sifat kanibalisme dari jangkrik.
  • Tempatkan kandang di tempat yang teduh dan gelap.
  • Alasilah keempat kaki kandang jangkrik tersebut menggunakan mangkuk yang telah diisi oleh minyak tanah atau air. Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan dari berbagai macam predator, seperti semut, tikus, dan lain sebagainya.

5. Memilih indukan jangkrik berkualitas

Hal kelima yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah memilih indukan jangkrik berkualitas. Calon indukan jangkrik yang berkualitas umumnya yang berasal dari tangkapan alam bebas, hal ini dikarenakan jangkrik yang berasal dari alam bebas mempunyai ketahanan tubuhnya yang jauh lebih baik. Akan tetapi jika tidak bisa mendapatkan indukan betina dari alam bebas, kamu juga bisa membelinya di peternakan khusus jangkrik. Sementara untuk indukan jantannya haruslah berasal dari alam bebas dikarenakan lebih agresif. Berikut ini adalah ciri-ciri indukan jangkrik yang berkualitas.

Indukan jangkrik betina:

  • Mempunyai sungut atau antena yang masih panjang dan lengkap.
  • Kedua kaki belakangnya masih lengkap sehingga dapat lompat dengan gesit dan tangkas.
  • Badan dan bulunya berwarna hitam sangat mengkilap.
  • Ukuran tubuhnya yang besar.
  • Jika dipegang, dubur dan mulutnya biasanya mengeluarkan zat cair.

Indukan jangkrik jantan:

  • Selalu mengeluarkan suara mengerik.
  • Punggung dan permukaan sayapnya kasar serta bergelombang.
  • Tidak mempunyai ovipositor dibagian ekornya.

6. Pembibitan jangkrik

Hal keenam yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah pembibitan jangkrik. Hingga saat ini pembibitan jangkrik yang paling banyak digunakan adalah dengan cara mengawinkan antara indukan jantan dengan indukan betina. Selain dengan cara mengawinkan, ada juga yang menggunakan cara caesar. Akan tetapi cara caesar mempunyai resiko yaitu kematian dan telur yang didapatkannya tidak merata tuanya, hal inilah yang menyebabkan daya tetasnya rendah.

Indukan jangkrik umumnya bisa memproduksi telur yang dengan daya tetasnya yang sangat tinggi, yaitu sekitar 80-90 persen jika diberikan pakan yang bergizi tinggi. Nah berikut ini adalah beberapa cara mendapatkan bibit berkualitas dari hasil indukan jantan dan indukan betina jangkrik, diantaranya.
  • Berikanlah pakan seperti, ketan item, bekatul jagung, kuning telur bebek, tepung ikan, dan sesekali berikan vitamin. Hal ini dilakukan agar indukan jangkrik mempunyai daya tetasnya yang sangat tinggi.
  • Taruhlah indukan jangkrik dengan perbandingan 10:2 untuk jantan dan betina. Hal ini dilakukan agar indukan jangkrik mempunyai daya tetasnya yang sangat tinggi.
  • Indukan jangkrik biasanya akan meletakan telurnya ditanah ataupun dipasir. Jadi siapkanlah piring kecil yang telah diisi pasir atau tanah dan kemudian ditaruh di dalam dikandang.
  • Pisahkan telur dari indukannya, dimana indukan jangkrik umumnya akan selesai bertelur setelah kurang lebih 5 hari, jadi secepatnya dipindahkan supaya tidak dimakan oleh induknya.
  • Semprotlah bagian dalam dengan menngunakan cotrymoxale atau larutan antibiotik.
  • Setiap 1 kandang penetasan jangkrik cukup dimasukan 1 sampai 2 sendok teh yang berisikan telur jangkrik. Umumnya 1 sendok teh tersebut berisikan sekitar 1500-2000 butir telur jangkrik.
  • Selama proses penetasan, ada baiknya untuk selalu menjaga kelembapan telurnya dengan cara menyemprotkan telur dan juga membolak-balikan telur. Hal ini dilakukan supaya telur tidak berjamur.
  • Telur jangkrik biasanya akan menetas merata kurang lebih 4 sampai 6 hari dan kemudian sudah bisa dipindahkan ke kandang baru.
  • Setelah penetasan, kontrolah makanannya supaya pertumbuhan anakan jangkrik tersebut pesat.
  • Berikan porsi makan sesuai dengan kebutuhannya dan jangan sampai kekurangan. Hal ini dilakukan supaya anakan jangkrik tersebut tidak kanibal.
  • Jagalah kandang jangkrik agar tidak didatangi para predator, seperti tikus, semut, kecoa, cicak, laba-laba, dan lain sebagainya.

7. Pemeliharaan jangkrik

Hal ketujuh yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah pemeliharaan jangkrik. Pemeliharaan jangkrik merupakan hal yang paling penting di dalam ternak jangkrik. Nah berikut ini adalah beberapa pemeliharaan jangkrik yang baik dan benar, diantaranya:
  • Selalu memberikan makan yang cukup supaya tidak kanibal atau saling memakan sesamanya.
  • Mencegah para predator datang ke kandang jangkrik dengan cara memasukan kaki-kaki kandangnya kedalam mangkuk yang berisikan air atau minyak.
  • Selalu menjaga kelembapan kandangnya.
  • Membuat kandang seperti habitat aslinya.

8. Pemberian pakan jangkrik

Hal kedelapan yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah memberikan pakan. Nah berikut ini adalah beberapa pakan jangkrik sesuai dengan umur dan kondisinya:

Anakan jangkrik umur 1-10:
Voor atau pakan ayam yang terbuat dari kacang kedelai, jagung kering, dan beras merah yang telah dihaluskan.

Jangkrik umur 10 keatas:
  • Jagung muda
  • Gambas

Jangkrik yang sedang dijodohkan:
  • Sawi
  • Wortel
  • Jagung muda
  • Kacang tanah
  • Daun singkong
  • Ketimun karena kandungan airnya tinggi.
  • Campuran beberapa vitamin, tepung ikan, bekatul jagung, kuning telur bebek, ketan hitam, dan kalk.

9. Pemeliharaan kandang jangkrik

Hal kesembilan yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah pemeliharaan kandang jangkrik. Pemeliharaan kandang jangkrik merupakan hal yang paling penting di dalam ternak jangkrik. Nah berikut ini adalah beberapa pemeliharaan kandang jangkrik yang baik dan benar, diantaranya:
  • Gantilah air di dalam mangkuk yang berada dibawah kaki-kaki kandang setiap 2 hari sekali.
  • Kelembapan kandang jangkrik harus selalu diperhatikan.
  • Usahakan jangan sampai ada bahaya yang datang ke dalam kandang jangkrik.
  • Gantilah daun kering yang ada di dalam kandang dengan daun kering baru.
  • Rutin membuang sisa makanan.

10. Panen jangkrik

Hal kesepuluh yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah panen jangkrik. Ini merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para peternak jangkrik, dimana jangkrik umumnya sudah siap dipanen saat umurnya menginjak 28 atau 29 hari. Jadi panenlah jangkrik tersebut saat umurnya menginjak 28 atau 29 hari.

11. Tinjauan ekonomi ternak jangkrik

Hal terkahir yang harus dilakukan di dalam cara ternak jangkrik adalah tinjauan ekonomi ternak jangkrik. Setiap ternak apapun pastinya menginginkan keuntungan, nah berikut ini tinjauan ekonomi ternak jangkrik.
  • Kotak 20 buah : biaya 200.000 rupiah
  • Telur 400 gram : biaya 240.000 rupiah
  • Pakan 120 kilogram : biaya 900.000 rupiah
  • Beban oven : biaya 50.000 rupiah
  • Biaya administrasi : biaya 10.000 rupiah
  • Total Rp 1.400.000

Penghitungan keuntungan per 80 kilogram hasil panen jangkrik yang dijual seharga 30.000 rupiah perkilogram:
  • Penjualan 80 kilogram jangkrik : hasil 2.400.000 rupiah
  • Modal : biaya 1.400.000 rupiah
  • Biaya pengangkutan 1 paket : biaya 100.000 rupiah
  • Keuntungannya : Rp 900.000

Bagaimana mudah bukan cara ternak jangkrik? demikianlah artikel berjudul 11 cara ternak jangkrik yang mudah lengkap untuk pemula. Semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.
Suka artikel berjudul 11 Cara Ternak Jangkrik Yang Mudah Lengkap Untuk Pemula, Yuk bagikan ke: