advertisement

8 Cara Ternak Ikan Cupang Aduan dan Hias Lengkap Untuk Pemula


advertisement
A+ A A-
advertisement
advertisement
8 Cara Ternak Ikan Cupang Aduan dan Hias Lengkap Untuk Pemula
8 Cara Ternak Ikan Cupang Aduan dan Hias Lengkap Untuk Pemula

XASXUS.com - Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan yang banyak digemari di Indonesia. Selain dijadikan sebagai perlombaan aduan, ikan cupang juga bisa di jadikan ikan hias. Bahkan karena keindahannya inilah banyak diantaranya yang kemudian mecoba ternak ikan cupang.

Di Indonesia sendiri, ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dicari. Hal ini justru menjadi peluang yang cukup menjanjikan di dalam ternak ikan cupang. Nah jika kamu ingin ternak ikan cupang namun tidak mengetahui bagaimana cara ternak ikan cupang yang baik dan benar, berikut ini adalah 8 cara ternak ikan cupang aduan dan hias lengkap untuk pemula.
Daftar Isi

1. Mengetahui jenis-jenis ikan cupang

Hal 1 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah mengetahui jenis-jenis ikan cupang. Mengetahui jenis-jenis ikan cupang merupakan hal yang harus diketahui sebelum memulai ternak ikan cupang. Karena dengan mengetahui jenis-jenis ikan cupang kita akan mengetahui jenis ikan cupang apa saja yang akan mulai diternak.

Ikan cupang pada umumnya terdiri dari 2 macam, yaitu ikan cupang aduan dan ikan cupang hias. Untuk ikan cupang aduan umumnya dipelihara dengan tujuan untuk di adu, sementara untuk ikan cupang hias biasanya dipelihara untuk dinikmati keindahan warna, gerakan, dan bentuknya.

Menurut beberapa sumber, ikan cupang saat ini ada sekitar 73 spesies. Meskipun terdapat banyak sekali spesies ikan cupang, namun hanya ada beberapa spesies saja yang dijadikan sebagai ikan peliharaan dan banyak dibudidayakan, misal seperti splendens complex, dimana spesies ini umumnya terdiri dari Betta stiktos, Betta splendens, Betta smaragdina, Betta mahachai, dan Betta imbellis.

Baca juga : 7 Jenis Ikan Cupang Beserta Gambar, Nama, Ciri, dan Harganya

2. Mengetahui perbedaan ikan cupang jantan dan betina

Hal 2 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah mengetahui perbedaan ikan cupang jantan dan betina. Mengetahui perbedaan ikan cupang jantan dan betina merupakan hal yang wajib diketahui bagi para peternak ikan cupang pemula, karena dengan mengetahui jenis kelamin dari masing-masing ikan cupang tersebut maka akan memudahkan dalam proses pengawinan. Nah berikut ini adalah ciri-ciri ikan cupang jantan dan betina.

Ciri-ciri ikan cupang jantan:
  • Gerakan ikan cupang jantan cenderung lincah dan indah
  • Sirip ekor ikan cupang jantan umumnya lebih besar dan lebar
  • Bagian perut ikan cupang jantan nampak lebih langsing
  • Warna ikan cupang jantan cenderung cerah
  • Ukuran tubuh ikan cupang jantan tampak lebih besar

Ciri-ciri ikan cupang betina:
  • Gerakan ikan cupang betina cenderung lamban dan lusuh
  • Sirip ekor ikan cupang betina umumnya nampak kecil
  • Bagian perut ikan cupang betina nampak lebih berisi
  • Warna ikan cupang betina cenderung kusam
  • Ukuran tubuh ikan cupang betina tampak lebih kecil

3. Memilih indukan berkualitas untuk ternak ikan cupang

Hal 3 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah memilih indukan ikan cupang berkualitas. Agar mendapatkan bibit ikan cupang berkualitas, pemilihan indukan ikan cupang berkualitas merupakan hal yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang.

Umumnya indukan ikan cupang berkualitas berasal dari keturunan unggul, bebas penyakit, kondisinya bugar, dan tidak cacat bawaan. Dalam memilih indukan ikan cupang berkualitas, sebaiknya carilah indukan ikan cupang yang sudah siap kawin. Nah berikut ini adalah ciri-ciri ikan cupang yang sudah siap kawin.

Ciri-ciri indukan ikan cupang jantan yang sudah siap kawin:
  • Umur indukan ikan cupang jantan minimal 4-8 bulan
  • Bentuk badan indukan ikan cupang jantan nampak panjang
  • Sirip dibadan indukan ikan cupang jantan panjang dan warnanya yang terang aktraktif
  • Gerakan indukan ikan cupang jantan terlihat lincah dan agresif

Ciri-ciri indukan ikan cupang betina yang sudah siap kawin:
  • Umur indukan ikan cupang betina minimal 3-4 bulan
  • Bentuk badan indukan ikan cupang betina nampak membulat dan bagian perutnya sedikit buncit
  • Sirip dibadan indukan ikan cupang betina cenderung pendek dan warnanya yang kusam
  • Gerakan indukan ikan cupang betina terlihat lambat

Setelah mendapatkan indukan ikan cupang jantan dan betina, maka simpanlah indukan jantan dan betina tersebut ditempat terpisah.

4. Mempersiapkan wadah untuk ternak ikan cupang

Hal 4 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah mempersiapkan wadah ternak ikan cupang. Dalam mempersiapkan wadah, sebaiknya memakai akuarium kecil dengan ukurannya yaitu minimal 20x20x20 centimeter. Selain berupa akuarium, kamu juga bisa memakai wadah berupa baskom plastik.

Setelah wadah siap, maka masukanlah tumbuhan pendukung berupa kapu-kapu (pistia stratiotes). Namun jika tumbuhan pendukung tersebut tidak ditemukan, kamu juga bisa memakai eceng gondok. Meskipun demikian, pemakaian kapu-kapu (pistia stratiotes) sangat disarankan, karena tumbuh-tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang sering ada dihabitat aslinya. Selain itu, akar dari tumbuh-tumbuhan ini juga lebih cocok dalam menopang gelembung-gelembung yang nantinya akan dipakai sebagai tempat telur ikan.

Setelah semuanya siap, maka selanjutnya adalah memasukan air yang sudah diendap dengan ketinggian hingga 10-15 centimeter dari dasar wadah akuarium. Batasan air tersebut diberikan supaya indukan ikan cupang jantan tidak capek di dalam memungut banyaknya telur sesudah terjadinya pembuahan.

Namun sebelum melakukan pemijahan, ada sebaiknya membiarkan wadah berupa akuarium tersebut minimal 2 hari. Pastikan pula air yang digunakan berasal dari air tanah atau air sungai yang jernih dan tidak berasal dari air PAM, hal ini dikarenakan air PAM mengandung kaporit yang sangat tinggi sehingga tidak baik bagi perkembangan ikan cupang.

5. Proses pemijahan untuk ternak ikan cupang

Hal 5 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah proses pemijahan untuk ternak ikan cupang. Umumnya dalam 1 kali perkawinan, indukan ikan cupang dapat menghasilkan telur sampai 1000 butir. Telur-telur tersebut biasanya akan menetas dalam kurung waktu sekitar 24 jam setelah terjadinya pembuahan. Pada tahapan ini, tingkat kematian dari benih ikan cupang terbilang sangat tinggi, bahkan dalam 1 kali kawin hanya bisa memanen hingga 30-50 ekor ikan cupang saja.

Indukan ikan cupang jantan umumnya akan bisa dikawinkan sampai 8 kali dengan interval waktunya yaitu berkisar 2-3 minggu. Sementara untuk indukan ikan cupang betina sangat disarankan untuk 1 kali saja dikawinkan, karena jika dipaksakan maka pada perkawinan selanjutnya tentunya akan terjadinya penurunan keragaman jenis kelamin, dimana anakan ikan cupang tersebut semakin di dominasi oleh kelamin betina.

Setelah semua siap, berikut ini adalah beberapa langkah pemijahan untuk indukan ikan cupang.

A. Masukan indukan ikan cupang jantan selama 1 hari

Indukan ikan cupang jantan yang telah disiapkan tadi dimasukan ke dalam wadah berupa akuarium tersebut. Setelah itu diamkan selama 1 hari supaya indukan ikan cupang jantan tersebut dapat beradaptasi dan terbiasa oleh lingkungan baru. Selama mendiamkan hingga 1 hari tersebut sebaiknya berilah makanan yang banyak ke indukan ikan cupang jantan dan betina supaya gemuk. Hal ini dikarenakan dalam proses pemijahan indukan ikan cupang tersebut tidak makan sama sekali.

B. Biarkan indukan ikan cupang jantan membuat gelembung

Langkah pemijahan selanjutnya adalah membiarkan indukan ikan cupang jantan tersebut membuat gelembung-gelembung udara yang nantinya akan dijadikan tempat menyimpannya telur yang telah dibuahi. Untuk memancing indukan ikan cupang jantan membuat gelembung, maka masukanlah indukan ikan cupang betina ke dalam wadah akuarium tetapi dengan cara dipisah, yaitu dengan cara memasukan indukan ikan cupang betina ke dalam gelas plastik bening dan kemudian membenamkannya ke dalam akuarium dimana indukan ikan cupang jantan tersebut berada dan biarkan hingga indukan ikan cupang jantan tersebut membuat gelembung.

C. Masukan indukan ikan cupang betina

Setelah gelembung indukan ikan cupang tersebut siap, maka masukanlah indukan ikan cupang betina tersebut ke wadah akuarium dimana indukan ikan cupang jantan tersebut berada.

D. Proses pemijahan indukan ikan cupang

Proses pemijahan indukan ikan cupang ini biasanya akan terjadi dipagi hari, yaitu di jam 7-10 atau disore hari, yaitu jam 4-6. Indukan ikan cupang biasanya akan sangat sensitif disaat sedang kawin, jadi ada baiknya menutup wadah berupa akuarium tersebut dengan koran atau meletakan wadah akuarium tersebut ke tempat yang jauh dari kebisingan.

E. Memindahkan indukan ikan cupang betina

Setelah terjadinya pembuahan, maka langkah selanjutnya adalah memindahkan indukan ikan cupang betina. Hal ini dikarenakan yang bertanggung jawab di dalam membesarkan dan juga menjaga burayak (anakan ikan cupang) adalah indukan cupang jantan.

Dengan mulutnya, indukan ikan cupang jantan tersebut akan memunguti telur-telurnya dan kemudian meletakannya ke gelembung-gelembung yang telah dibuat sebelumnya. Hal tersebut akan berbeda jika indukan ikan cupang betina tidak diangkat, dimana telur-telur yang sudah dibuahi tersebut akan dimakan oleh indukan ikan cupang betina.

F. Pemberian pakan untuk anakan ikan cupang (burayak)

Pemberian pakan untuk anakan ikan cupang umumnya baru bisa diberikan saat usianya lebih dari 3 hari setelah menetasnya telur-telur tersebut. Hal ini dikarenakan saat awal menjadi anakan ikan cupang sampai 3 hari selanjutnya, anakan ikan cupang tersebut sudah mendapat pasokan makan yang berasal dari telurnya.

Namun setelah usianya menginjak 3 hari, anakan ikan cupang tersebut sudah harus diberi makan. Makanan yang baik untuk anakan ikan cupang adalah kutu air (moina atau daphnia). Meskipun baik, dalam memberikan makan sebaiknya janganlah terlau banyak, sebab makanan yang tidak termakan akan mengotori air dan kemudian akan menyebabkan kematian bagi anakan ikan cupang atau burayak.

G. Memindahkan indukan ikan cupang jantan

Pemindahan indukan ikan cupang jantan biasanya baru bisa dilakukan saat umur anakan ikan cupang atau burayak tersebut menginjak 2 minggu.

6. Perawatan anakan ikan cupang (burayak)

Hal 6 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah perawatan anakan ikan cupang (burayak). Perawatan burayak pada umumnya sangatlah mudah saat setelah dipindahkan ke dalam wadah untuk pembesaran. Nah berikut ini adalah beberapa perawatan untuk anakan ikan cupang atau burayak, diantaranya:
  • Jika wadah yang digunakan untuk menampung anakan ikan cupang atau burayak terlihat padat, maka segera pindahkanlah ke dalam wadah yang jauh lebih besar.
  • Berilah makan berupa kutu air yang lebih besar ataupun larva nyamuk secara bekala.
  • Masukanlah daun ketapang ke dalam wadah guna menjaga anakan ikan cupang atau burayak tersebut dari infeksi jamur dan juga bakteri.
  • Jika air di dalam wadah penampungan burayak tersebut sudah nampak keruh, maka ada baiknya untuk menggantinya secara bertahap.
  • Masukanlah aerator dan kemudian setel kadar oksigennya ke tingkat menengah supaya menjaga anakan ikan cupang atau burayak tersebut tidak kehabisan oksigen.
  • Setelah umur dari anakan ikan cupang atau burayak tersebut menginjak 1,5 bulan, maka anakan ikan cupang tersebut sudah dapat dipilih berdasarkan dari jenis kelaminnya.
  • Khusus untuk ikan cupang berjenis kelamin jantan, maka sebaiknya dipisahkan ke dalam wadah-wadah yang berbeda supaya tidak saling serang.

7. Pakan ikan cupang

Hal 7 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah memberi pakan ikan cupang. Pakan yang sangat disukai oleh ikan cupang umumnya adalah seperti cacing sutera, kutu air, larva nyamuk, dan lain sebagainya. Dalam memberikan pakan, ada baiknya memberikannya sesering mungkin, misalnya 3 sampai 4 kali dalam sehari.

Semakin sering frekuensinya, maka akan semakin baik lagi. Namun akan lebih baik lagi jika sedikit demi sedikit namun sering jika dibandingkan dengan sekaligus banyak. Hal ini dilakukan guna mengurangi tingkat resiko penumpukan sisa makanan yang dapat mengakibatkan berkembangnya berbagai macam penyakit.

Baca juga : 10 Jenis Makanan Ikan Cupang Yang Mudah Didapat

8. Perawatan ikan cupang

Hal 8 yang harus dilakukan di dalam cara ternak ikan cupang adalah perawatan ikan cupang. Dalam perawatannya, ikan cupang ini termasuk jenis ikan yang dapat dibilang tahan banting, dimana jenis ikan ini bisa pelihara tanpa memakai aerator. Meskipun demikian, ada baiknya dalam perawatannya memberikannya aerasi dan juga filter pembersih supaya air akuarium tetap terjaga kualitasnya. Hal ini dilakukan supaya ikan cupang dapat berkembang dengan sempurna dan juga dalam kondisi yang bugar.

Dalam memelihara ikan cupang, sebaiknya untuk tidak mencampurkannya menjadi satu, apalagi saat sudah dewasa, dimana mereka akan saling menyerang satu sama lainnya dan mengakibatkan sirip-siripnya menjadi tidak mulus dan warnanya juga kurang keluar.

Sementara untuk ikan cupang aduan, kamu bisa memberikannya sebuah cermin ke dalam akuarium. Selain itu, kamu juga bisa menempatkannya ke area yang lebih gelap. Hal ini dilakukan supaya ikan cupang yang dipelihara menjadi agresif.

Selain itu, perawatan lain yang harus dilakukan adalah mengganti air yang ada di dalam akuarium secara berkala. Lihatlah apakah ada penumpukan kotoran ataupun sisa-sisa makanan yang ada didasar wadah. Jika ada maka segera bersihkanlah, jika hal ini dibiarkan maka dapat menimbulkan penyakit, bahkan dapat menyebabkan kematian dikarenakan terjadinya pencemaran air.

Baca juga : 8 Cara Merawat Ikan Cupang Yang Baik dan Benar Agar Cepat Besar

Bagaimana mudah bukan cara ternak ikan cupang? demikianlah artikel berjudul 8 cara ternak ikan cupang aduan dan hias lengkap untuk pemula. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Suka artikel berjudul 8 Cara Ternak Ikan Cupang Aduan dan Hias Lengkap Untuk Pemula, Yuk bagikan ke: