advertisement

15 Cara Ternak Burung Puyuh Petelur Dan Pedaging Untuk Pemula Agar Sukses


advertisement
A+ A A-
advertisement
advertisement
15 Cara Ternak Burung Puyuh Petelur Dan Pedaging Untuk Pemula Agar Sukses
15 Cara Ternak Burung Puyuh Petelur Dan Pedaging Untuk Pemula Agar Sukses

XASXUS.com - Burung puyuh merupakan salah satu hewan unggas yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Bahkan permintaan akan telur dan daging setiap harinya semakin melejit. Meskipun permintaan pasar yang sangat tinggi, akan tetapi sangat sedikit stok yang didapatkan.

Hal ini justru menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan di dalam ternak burung puyuh. Nah jika kamu ingin ternak burung puyuh namun tidak mengetahui bagaimana cara ternak burung puyuh yang baik dan benar, berikut ini adalah 15 cara ternak burung puyuh petelur dan pedaging untuk pemula agar sukses
Daftar Isi

1. Mengetahui keuntungan ternak burung puyuh

Hal 1 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah mengetahui keuntungan ternak burung puyuh. Cara ternak burung puyuh yang baik dan benar haruslah mengetahui apa saja keuntungan dalam ternak burung puyuh. Nah berikut ini adalah beberapa keuntungan yang akan di dapatkan dalam ternak burung puyuh:
  • Ternak burung puyuh merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan, dimana telur puyuh mempunyai permintaan pasar yang tinggi.Bahkan menurut datanya perminataan akan telur puyuh ini selalu meningkat setiap tahunnya. Tercatat di jabodetabek saja permintaan akan telur puyuh ini hingga mencapai 14 juta perminggunya, akan tetapi pasokannya yang tersedia hanyalah berkisar 3,5 juta saja.
  • Jika dilihat dari situasinya, ke depan harga telur burung puyuh cenderung terus meningkat.
  • Tidak hanya telurnya saja yang mempunyai nilai jual, bahkan burung puyuh yang tidak lagi produktif di dalam bertelur juga mempunyai nilai jual tinggi berupa daging burung puyuh, dimana dagingnya banyak dicari oleh para pengusaha kuliner.
  • Selain telur dan dagingnya, kotoran burung puyuh juga bisa dijadikan pupuk kandang. Bahkan kotorannya juga bisa dijadikan pakan ikan karen.
  • Tidak hanya itu saja, bulu burung puyuh juga bisa dijadikan bahan dasar kerajinan tangan yang bernilai ekonomis seperti halnya dibuat kemucing dan lain sebagainya.
  • Ternak burung puyuh tidak membutuhkan perkarangan atau lahan yang luas. Perlu diketahui, bahwa 1000 ekor burung puyuh hanya membutuhkan lahan sekitar 12 m² saja.
  • Hingga sejauh ini belum ada monopoli pasar di dalam perdagangan burung puyuh, sehingga akan sangat leluasa di dalam mencari pasar potensial.

2. Syarat ternak burung puyuh

Hal 2 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah mengetahui syarat ternak burung puyuh. Dimana syarat yang harus dilakukan dalam ternak burung puyuh adalah pastikanlah sekitar lingkungan ternak burung puyuh jauh dari keramaian, seperti jauh dari jalan besar, bengkel, pasar, atau sumber kebisingan lainnya. Hal ini dilakukan supaya burung puyuh tidak stres dan dapat berkembang biak dengan sangat baik.

3. Menentukan lokasi atau tempat ternak burung puyuh

Hal 3 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah menentukan lokasi atau tempat ternak burung puyuh. Menentukan tempat atau lokasi ternak burung puyuh tentunya merupakan hal yang wajib. Hal ini dilakukan supaya dalam berternak burung puyuh tidak terkendala apapun dan hasilnya akan maksimal. Nah berikut ini adalah beberapa lokasi atau tempat ternak yang baik dan benar:
  • Tempat atau lokasinya mudah dijangkau, kalau bisa tempatnya juga strategis supaya memudahkan di dalam proses penjualan dan transportasi.
  • Tempat atau lokasinya bebas dari berbagai macam wabah penyakit.
  • Hindari lokasi atau tempat ternak yang rawan banjir, namun akan lebih baik lagi jika membuat kandang burung puyuh berupa panggung dengan tiang pondasi yang cukup tinggi dan yang paling penting adalah kokoh.
  • Kandang burung puyuh haruslah mempunyai sirkulasi udara yang sangat baik.

4. Mengetahui faktor penting yang harus ada di dalam kandang burung puyuh

Hal 4 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah mengetahui faktor penting yang harus ada di dalam kandang burung puyuh. Ini merupakan hal yang paling penting sebelum membuat kandang, dimana ada beberapa hal yang harus ada di dalam kandang burung puyuh, diantaranya:
  • Kandang haruslah mempunyai temperatur suhu sekitar 20-25 derajat celcius dengan tingkat kelembabannya yaitu berkisar 30-80 persen.
  • Kondisi kandang haruslah hangat, jadi taruhlah penerangan dengan menggunakan lampu untuk menghangatkan kandang. Untuk lampunya sendiri pakailah lampu dengan tegangan 25-40 watt saat disiang hari dan memakai tegangan 40-60 watt saat di malam hari.
  • Pastikan cahaya matahari dapat masuk ke dalam kandang burung puyuh.
  • Model kandang haruslah ideal, dimana terdapat 2 jenis kandang burung puyuh, yakni sistem sangkar (batere) dan sistem litter (lantai sekam).
  • Kandang haruslah mempunyai ukuran 1 m² untuk anak puyuh 90-100 ekor. Namun saat umur burung puyuh sudah mencapai 10 hari, ada baiknya untuk dikurangi sampai masa anakan burung puyuh berakhir. Selanjutnya kandang burung puyuh dengan ukuran 1 m² sebaiknya digunakan untuk menampung sekitar 40 ekor puyuh hingga masuk ke masa bertelur.

5. Pembuatan kandang burung puyuh

Hal 5 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah pembuatan kandang burung puyuh. Umumnya kadang burung puyuh terbagi menjadi 4, yaitu kandang untuk induk pembibitan, kandang untuk indukan petelur, kandang untuk anakan burung puyuh, dan kandang untuk burung puyuh berumur 3-6 minggu. Berikut ini adalah masing-masing penjelasan tiap kandang tersebut.

A. Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini merupakan jenis kandang yang diperuntukan untuk indukan burung puyuh di dalam hal pembibitan. Kandang jenis ini sangat berpengaruh di dalam hasil produktifitas dan juga kualitas dari telur burung puyuh. Untuk ukurannya sendiri biasanya disesuaikan dengan kebutuhan, namun idealnya adalah 1 ekor indukan burung puyuh berukuran 200 m².

B. Kandang untuk indukan petelur
Kandang ini merupakan jenis kandang yang diperuntukan untuk indukan burung puyuh di dalam hal menghasilkan telur. Untuk ukurannya sendiri, jenis kandang ini sama seperti jenis kandang untuk induk pembibitan. Akan tetapi pada jenis kandang ini dapat ditambah sedikit kepadatannya.

C. Kandang untuk anakan burung puyuh
Kandang ini merupakan jenis kandang yang diperuntukan untuk memelihara anakan burung puyuh berumur 1-2 hari atau 1 hari-3 minggu. Jenis kandang ini sebaiknya menggunakan pemanas ruangan guna menjaga kehangatan dari anakan burung puyuh. Untuk ukuran kandangnya sendiri idealnya adalah panjang 100 centimeter, lebar 100 centimeter, tinggi 40 centimeter, dan ketinggian kakinya yaitu 50 centimeter. Umumnya 1 jenis kandang ini bisa menampung sekitar 90-100 anakan burung puyuh.

D. Kandang untuk burung puyuh berumur 3-6 minggu
Kandang ini merupakan jenis kandang yang diperuntukan untuk memelihara burung puyuh berumur 3-6 minggu. Untuk ukurannya sendiri, jenis kandang ini sama seperti jenis kandang untuk indukan petelur, namun mempunyai alas berupa kawat ram.

6. Memberikan alat-alat kepeluan kandang burung puyuh

Hal 6 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah memberikan alat-alat kepeluan kandang burung puyuh, seperto memberikan wada makan, minum, tempat bertelur, bahkan tempat obat-obatan jika diperlukan.

7. Menentukan bibit burung puyuh yang akan diternak

Hal 7 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah menentukan bibit burung puyuh yang akan diternak. Umumnya ada 3 jenis bibit burung puyuh yang bisa diternak dan sesuai dengan kebutuhannya, yaitu bibit burung puyuh untuk telur konsumsi, bibit burung puyuh untuk produksi daging, dan bibit burung puyuh untuk penghasil telur tetas.

8. Memilih bibit burung puyuh berkualitas

Hal 8 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah memilih bibit burung puyuh berkualitas. Jadi setelah menentukan jenis bibit apa yang akan di ternak, berikut ini adalah cara memilih bibit berkualitas berdasarkan jenisnya.

A. Bibit burung puyuh untuk telur konsumsi
Agar mendapatkan hasil telur puyuh yang maksimal, maka pililah burung puyuh jantan dan betina yang sehat dan tidak mempunyai riwayat penyakit sebelumnya.

B. Bibit burung puyuh untuk produksi daging
Agar mendapatkan hasil daging burung puyuh yang maksimal, maka pililah burung puyuh jantan dan jenis puyuh petelur afkiran.

C. Bibit burung puyuh untuk penghasil telur tetas
Agar mendapatkan telur tetas, maka pililah burung puyuh jantan yang sudah siap dikawingkan dan burung puyuh betina yang mempunyai produktifitas telur sangat baik.

9. Rutin membersihkan kandang burung puyuh

Hal 9 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah rutin membersihkan kandang burung puyuh. Ini merupakan perawatan yang harus dilakukan supaya kandang bersih dan terbebas dari berbagai macam penyakit yang dapat menyerang burung puyuh.

10. Pengendalian penyakit burung puyuh

Hal 10 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah pengendalian penyakit burung puyuh. Penyakit merupakan hal yang paling ditakuti oleh para peternak burung puyuh. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan nafsu makan burung puyuh hilang, tidak bersuara, gerakannya lamban atau pasif, atau bahkan menyebabkan kematian.

Jadi ada baiknya untuk selalu mengontrol secara berkala supaya terhidar dari berbagai macam penyakit. Selain itu, lakukan pengobatan sesuai dengan anjuran dinas peternakan atau penyuluh setempat saat melihat burung puyuh terserang penyakit.

11. Pemberian pakan burung puyuh

Hal 11 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah pemberian pakan burung puyuh. Dalam pemberian pakan, umumnya burung puyuh bisa diberikan 2 kali dalam sehari, yakni dipagi dan sore hari. Akan tetapi untuk burung puyuh dewasa hanya cukup diberikan 1 kali sehari saja.

Berikut ini adalah jumlah pakan burung puyuh yang harus diberikan dan sesuai dengan umurnya:
  • Umur 1 hari sampai 1 minggu : 2 gram perhari
  • Umur 1 minggu sampai 2 minggu : 4 gram perhari
  • Umur 2 minggu sampai 4 minggu : 8 gram perhari
  • Umur 4 minggu sampai 5 minggu : 13 gram perhari
  • Umur 5 minggu – 6 minggu : 15 gram perhari
  • Umur Di atas 6 minggu : 17-19 gram perhari

12. Pemberian minum burung puyuh

Hal 12 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah pemberian minum burung puyuh. Pemberian minum untuk burung puyuh bisa diberikan secara bebas, artinya yaitu harus dipenuhi setiap saat. Untuk airnya sendiri sebaiknya memakai air sumur ataupun air sungai. Hal yang harus diperhatikan di dalam memberikan minum adalah janganlah memberikan minum yang sudah tercemar. Selain itu selalu jagalah kebersihan wadah minum minimal membersihkannya 3 hari sekali.

13. Pemberian vaksinasi dan obat untuk burung puyuh

Hal 13 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah pemberian vaksinasi dan obat untuk burung puyuh. Pemberian vaksin ini dilakukan supaya burung puyuh kuat di dalam menghadapi berbagai macam penyakit. Pemberian vaksin ada baiknya dilakukan saat burung puyuh mengijak umur 4-7 hari dengan dosisnya yaitu setengah dari jumlah dosis untuk ayam. Seperti halnya ayam, pemberian vaksin juga bisa dilakukan dengan cara tetes mata atau dengan cara mencampurkannya ke minuman.

14. Perawatan masa bertelur burung puyuh

Hal 14 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah perawatan masa bertelur burung puyuh. Jika kamu hanya ingin memproduksi telur puyuh konsumsi sebaiknya memisahkan burung puyuh betina dengan burung puyuh jantan dan hanya menempatkan burung puyuh betina ke dalam satu kandang. Hal ini dilakukan supaya telur tidak mudah membusuk, dimana telur puyuh yang mengandung benih akan mudah membusuk jika dibandingkan dengan telur yang tidak mengandung benih.

15. Panen burung puyuh

Hal 15 yang harus dilakukan di dalam cara ternak burung puyuh adalah panen burung puyuh. Ini merupakan hal yang paling ditunggu oleh para peternak burung puyuh, dimana panen bisa dilakukan dipagi hari sebelum memberikannya pakan, yaitu sekitar jam 6 pagi.

Hasil panen berupa telur ada baiknya disortir sesuai dengan ukurannya dan ditaruh di tempat yang tidak mudah membuat telur retak ataupun pecah. Sementara untuk pemanenan berupa daging umumnya sudah dapat dipanen saat usianya telah menginjak 30 hari ataupun bobotnya sudah sesuai dengan permintaan.

Nah bagaimana mudah bukan cara ternak burung puyuh? demikianlah artikel berjudul 15 cara ternak burung puyuh petelur dan pedaging untuk pemula agar sukses
Suka artikel berjudul 15 Cara Ternak Burung Puyuh Petelur Dan Pedaging Untuk Pemula Agar Sukses, Yuk bagikan ke: