advertisement

12 Cara Ternak Bebek Bagi Pemula Agar Menguntungkan dan Sukses


advertisement
advertisement
advertisement
12 Cara Ternak Bebek Bagi Pemula Agar Menguntungkan dan Sukses
12 Cara Ternak Bebek Bagi Pemula Agar Menguntungkan dan Sukses

XASXUS.com - Bebek merupakan salah satu hewan unggas yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Bahkan permintaan akan telur dan daging bebek setiap harinya semakin melejit, terutama setelah banyaknya warung pecel lele yang bediri diberbagai macam wilayah. Hal ini justru menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan di dalam ternak bebek. Nah jika kamu ingin ternak bebek namun tidak mengetahui bagaimana cara ternak bebek yang baik dan benar, berikut ini adalah 12 cara ternak bebek bagi pemula agar menguntungkan dan sukses
Daftar Isi

1. Menentukan tempat atau lokasi ternak bebek

Hal 1 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah menentukan tempat atau lokasi ternak bebek. Tempat atau lokasi ternak bebek yang baik dan benar adalah jauh dari pemukimam padat penduduk, akan tetapi mempunyai akses jalan yang mudah dijangkau oleh kendaraan, baik itu mobil ataupun motor.

Selain itu, tempat atau lokasi ternak bebek pastikan jauh dari hewan predator yang dapat memangsa bebek, seperti ular, biawak, berang-berang, dan lain sebagainya. Jika disekitar tempat atau lokasi ternak terdapat tempat-tempat mandi bebek maka akan lebih baik lagi.

2. Pembuatan kandang ternak bebek

Hal 2 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah membuat kandang ternak bebek. Dalam pembuatan kandang bebek ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan supaya produktivitas bebek bisa optimal.

Berikut ini adalah beberapa persyaratannya, diantaranya:
  • Menyiapkan sarana dan peralatan ternak bebek,seperti tempat makan, minim, dan lain sebagainya.
  • Temperatur kandangnya haruslah berkisar 39° Celcius.
  • Kelembaban kandangnya haruslah berkisar antara 60-65 persen.
  • Memberikan penerangan kandang.

Selain itu, pembuatan kandang bebek pada umumnya juga disesuaikan dengan kebutuhan, dimana setidaknya kandang bebek haruslah mempunyai 3 tipe, diantaranya adalah Kandang untuk anak itik (DOD), Kandang Brower (untuk itik remaja), dan Kandang layar (untuk itik masa bertelur).

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing tipe kandang tersebut:
  • Kandang DOD atau yang disebut juga dengan kandang box ini merupakan tipe kandang bebek yang diperuntukan untuk anakan itik dimasa stater. Kandang tipe ini umumnya dapat menampung sekitar 50 ekor anakan itik (DOD).
  • Kandang brower atau yang disebut model kandang Ren atau kandang kelompok ini merupakan tipe kandang bebek yang diperuntukan untuk untuk itik remaja, dimana tipe kandang ini biasanya dapat menampung 16-100 ekor perkelompok.
  • Kandang layar merupakan tipe kandang bebek yang diperuntukan untuk itik masa bertelur. Tipe kandan ini umumnya mempunyai 2 model, yaitu kandang baterai dan kandang lokasi atau kelompok. Untuk kandang baterai umumnya bisa menampung hingga 1-2 ekor dalam satu kotak. Sementara kandang lokasi atau kelompok bisa menampung sekitar 4-5 ekor setiap meter persegi.

3. Menentukan jenis bebek yang akan diternak

Hal 3 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah menentukan jenis bebek yang akan diternak. Sebelum mulai ternak bebek, maka sebaiknya menentukan jenis bebek yang akan diternak. Nah berikut ini adalah beberapa jenis bebek berdasarkan tipenya:
  • Bebek petelur, seperti Khaki Campbell, Indian Runner, CV 2000-INA, dan Buff (Buff Orpington).
  • Bebek pedaging, seperti Rouen, Peking, Muscovy, Aylesbury, dan Cayuga.
  • Bebek ornamental, seperti Call (Grey Call), East India, Blue Swedish, Mandariun, Wood, dan Crested.

Di Indonesia sendiri, bebek yang umumnya dijadikan ternak adalah seperti bebek tegal, bebek alabio, bebek khaki campbell, bebek CV 2000-INA, bebek bali, bebek mojosari, dan lain sebagainya.

4. Memilih bibit bebek yang berkualitas

Hal 4 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah memilih bibit bebek yang berkualitas. Dalam memilih bibit bebek pastikanlah bibit yang akan diternak benar-benar berkualitas dan unggul. Hal ini dilakukan supaya produksinya dapat dengan maksimal.

Berikut ini adalah 3 cara yang bisa dilakukan didalam memilih bibit bebek berkualitas, diantaranya yaitu:
  • Membeli telur tetas yang berasal dari induk bebek yang yang sudah terjamin kualitasnya.
  • Memelihara indukan bebek jantan dan betina yang berkualitas agar mendapatkan telur berkualitas pula. Setelah mendapatkan telur berkualitas lalu ditetaskan dengan cara meletakannya ke mentok, ayam, ataupun mesin tetas.
  • Membeli anakan bebek atau DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal akan kualitas dan mutunya. Anakan bebek atau DOD berkualitas umumnya mempunyai beberapa ciri, seperti tidak cacat dan warna bulunya yang berwarna kuning mengkilap.

5. Perawatan bibit bebek DOD (Day Old Duck)

Hal 5 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah perawatan bibit bebek DOD (Day Old Duck). Berikut ini adalah beberapa perawatan untuk bibit bebek DOD, diantaranya:
  • Taruhlah bibit bebek DOD tersebut ke dalam kandang brooder atau box.
  • Usahakan setiap brooder atau box diisi oleh bibit bebek DOD secara merata, dimana setiap 1m² ukuran kandang dapat menampung sampai 50 ekor.
  • Tempat pakan dan minumnya haruslah sesuai dengan ketentuan, yakni jenis pakan itik fase stater.

6. Perawatan calon indukan bebek

Hal 6 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah perawatan calon indukan bebek. Calon indukan bebek umumnya terbagi ke dalam 2 jenis, yakni indukan bebek untuk produksi telur tetas dan indukan bebek untuk produksi telur konsumsi.

Untuk perawatannya sendiri pada dasarnya sama saja baik itu pada indukan bebek untuk produksi telur tetas ataupun indukan bebek untuk produksi telur konsumsi. Namun yang membedakannya adalah harus ada pejantan dengan perbandingannya yaitu 1 jantan untuk 5-6 ekor betina untuk indukan bebek produksi telur tetas.

7. Pemberian pakan bebek

Hal 7 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah pemberian pakan bebek. Pemberian pakan bebek haruslah disesuaikan dengan kondisi bebek. Misalnya saja saat fase bertelur, dimana saat fase ini bebek sangat membutuhkan kandungan energi sebesar 2.700 kkal sampai 2.88 kkal dan protein sekitar 17% sampai 20%.

Selain disesuaikan dengan kondisi bebek, pakan juga harus disesuaikan dengan umur bebek. Nah berikut ini adalah pembagian pakan bebek sesuai dengan umurnya, diantaranya:
  • Umur 0-16 hari, dimana pakan bebek haruslah diberikan ditempat yang datar (tray feeder).
  • Umur 16-21 hari, dimana pakan bebek haruslah diberikan dengan tray feeder dan juga sebaran di lantai.
  • Umur 21 hari sampai 18 minggu, dimana pakan bebeknya haruslah disebar dilantai.
  • Umur 18-72 minggu, dimana saat 7 hari pertama secara pemberian pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelurnya hingga produksinya mencapai 5 persen. Setelah itu berikan pakan bebek secara terus menerus.

Hal yang harus diperhatikan di dalam memberi pakan adalah janganlah mengganti jenis pakan secara tiba-tiba. Selain itu berikanlah pakan sesuai dengan jam makannya. Ini dilakukan supaya pola hidup bebek terjaga dan teratur.

8. Pengendalian penyakit bebek

Hal 8 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah pengendalian penyakit bebek. Penyakit merupakan hal yang paling ditakuti oleh para peternak bebek. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan nafsu makan bebek hilang, tidak bersuara, gerakannya lamban atau pasif, dan bahkan menyebabkan kematian. Anstisipasi dan penanganan yang tepat tentu sangat berguna di dalam pertumbuhan bebek. Nah berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering menyerang bebek dan cara penanganannya.

A. Berak Kapur
Berak kapur merupakan salah satu penyakit bebek yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum. Gejala pada penyakit ini umumnya ditandai dengan berak putih dan lengket seperti halnya pasta. Jika mengetahui adanya penyakit tersebut, maka pencegahannya yaitu dengan cara memisahkan bebek yang terkena penyakit tersebut dengan bebek yang masih sehat. Selain itu jagalah juga kebersihan kandang, makanan, dan minumannya. Agar penyakit tersebut tidak menular, ada baiknya untuk memberi vaksin kepada bebek yang masih sehat.

B. Penyakit Cacing
Penyakit cacing merupakan salah satu penyakit bebek yang disebabkan oleh berbagai macam jenis cacing. Gejala pada penyakit ini umumnya ditandai dengan kurangnya nafsu makan, terkadang mencret, produksi telur turun, dan bulunya kusam. Jika mengetahui adanya penyakit tersebut, maka pencegahannya yaitu dengan cara selalu menjaga kebersihan kandang, makanan, dan minumannya. Selain itu pastikanlah kandang tersebut kering dan tidak lembab.

C. Lumpuh
Lumpuh merupakan salah satu penyakit bebek yang disebabkan oleh kurangnya vitamin B. Gejala pada penyakit ini umumnya ditandai dengan sering ngantuk, kaki bengkak dibagian persendian, terkadang keluar air mata, jalan pincang dan lumpuh. Jika mengetahui adanya penyakit tersebut, maka pencegahannya yaitu dengan cara selalu memberikannya sayur-sayuran segar tiap hari.

9. Perkawinan bebek

Hal 9 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah perkawinan bebek. Perkawinan bebek ini dilakukan supaya mendapatkan telur baru yang siap dipanen. Bebek umumnya sudah bisa dikawinkan saat umurnya menginjak 20 minggu. Dalam mengawinkan bebek ada 2 cara yang paling dikenal, yaitu itik hand mating dan nature mating. Itik hand mating sendiri merupakan cara mengawinkan menggunakan bantuan tangan manusia, sedang nature mating merupakan perkawinan itik secara alami.

10. Panen bebek

Hal 10 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah panen bebek. Bebek umumnya akan bertelur hingga mencapai 200-250 butir pertahunnya. Waktu yang baik di dalam memanen adalah saat pagi hari, yaitu sekitar jam 6-7 pagi. Jadi siapkan wadang penampung berupa keranjang dan kemudian pidahkan telur tersebut ke dalam keranjang. Hasil panen tersebut ada baiknya langsung dipasarkan. Untuk meningkatkan nilai tambah, telur bebek juga dapat diasinkan terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

11. Pasca panen bebek

Hal 11 yang harus dilakukan di dalam cara ternak bebek adalah pasca panen bebek. Saat pasca panen ada beberapa hal yang bisa dihasilkan, seperti telur, daging, bulu, dan bahkan kotoran bebek. Kamu juga bisa memanfaatkan semuanya, seperti bulunya yang bisa diolah menjadi kerajinan tangan, tinja atau kotoran bebek yang bisa dijadikan pupuk, daging yang bisa diolah menjadi beberapa menu makanan, dan lain sebagainya.

12. Tips pasca pemanenan bebek

Untuk menjaga supaya telur bebek tersebut dapat bertahan lama, telur haruslah haruslah diberikan perlakuan khusus. Nah berikut ini adalah beberapa cara untuk mengawetkan telur, diantaranya:
  • Pengawetan telur dengan cara merendam dengan air hangat. Cara ini biasanya akan membuat telur bertahan hingga 20 hari.
  • Pengawetan telur dengan cara merendam dengan daun jambu biji hingga berubah warna menjadi kecoklatan. Cara ini biasanya membuat telur bertahan hingga 1 bulan.
  • Pengawetan telur dengan menggunakan minyak kelapa.
  • Pengawetan telur dengan cara merendam dengan larutan natrium silikat selama 1 bulan. Cara ini biasanya akan membuat telur bertahan hingga 1,5 bulan.
  • Pengawetan telur dengan cara merendam dengan larutan  garam dapur. Cara ini biasanya akan membuat telur bertahan hingga 3 bulan.

Nah bagaimana mudah bukan cara ternak bebek? demikianlah artikel berjudul 12 cara ternak bebek bagi pemula agar menguntungkan dan sukses. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Suka artikel berjudul 12 Cara Ternak Bebek Bagi Pemula Agar Menguntungkan dan Sukses, Yuk bagikan ke: