Bunga

27 Cara Menanam Buah Naga Yang Baik dan Benar Agar Cepat Berbuah


A+
A
A-
27 Cara Menanam Buah Naga Yang Baik dan Benar Agar Cepat Berbuah
27 Cara Menanam Buah Naga Yang Baik dan Benar Agar Cepat Berbuah

XASXUS.com - Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang banyak dijumpai di Indonesia. Di Indonesia sendiri, buah naga merupakan salah satu jenis buah yang termasuk tinggi permintaannya. Hal ini justru menjadi peluang yang cukup menjanjikan di dalam membudidayakan buah naga. Nah jika kamu ingin membudidayakan buah naga namun tidak mengetahui bagaimana cara menanam buah naga yang baik dan benar, berikut ini adalah 27 cara menanam buah naga yang baik dan benar agar cepat berbuah.
Daftar Isi

1. Menentukan tempat atau lahan menanam buah naga

Hal 1 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah menentukan tempat atau lahan menanam buah naga. Hal ini dikarenakan dalam cara menanam buah naga ada beberapa syarat yang harus ada di dalam tempat atau lahan yang akan digunakan, diantaranya:
  • Buah naga umumnya akan tumbuh dengan baik jika ditanam di dataran rendah, yaitu sekitar 0-300 meter diatas permukaan laut.
  • Suhu disekitar lahan idelanya harus berkisarlah berkisar antara 26-36 derajat celcius.
  • Lahan atau tempat yang digunakan haruslah mempunyai curah hujan berkisar 720 mm pertahun.

Nah setelah mengetahui beberapa syarat tersebut, maka tentukanlah tempat atau lahan yang sesuai dengan beberapa syarat tersebut. Hal ini dilakukan supaya mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan keinginan.

2. Memilih bibit unggul buah naga

Hal 2 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah memilih bibit unggul buah naga. Bibit unggul buah naga umumnya bisa dilakukan dengan cara stek. Jadi carilah tanaman buah naga yang setidaknya sudah pernah berbuah sebanyak 2-3 kali. Hal ini dilakukan untuk memastikan jika indukan tanaman buah naga yang akan digunakan benar-benar unggul.

Berikut ini adalah cara memilih bibit unggul dan cara mensteknya:
  • Pilihlah tanaman buah naga yang batangnya mempunyai diameter minimal 8 centimeter, tua, keras, dan sehat. Semakin besar dan juga kuat batangnya, maka akan semakin baik pula.
  • Pilihlah tanaman buah naga yang batangnya mempunyai warna hijau kelabu.
  • Potonglah batang tanaman buah naga tersebut sepanjang sekitar 80-120 centimeter. Akan tetapi janganlah di potong semua, sisakanlah sekitar 20%, dimana 80% nantinya dipakai untuk menjadi bibit tanaman.
  • Potong calon bibit buah naga tersebut dengan panjang berkisar 80-120 centimeter.
  • Pastikan bagian ujung atas bibit buah naga tersebut dipotong rata, sementara bagian ujung bawahnya dipotong mirip, hal ini dilakukan supaya akar tanamannya dapat tumbuh dengan cepat.
  • Biarkan sejenak batang stek yang dipotong hingga mengering getahnya supaya tanaman tidak mudah membusuk ketika ditanam.
  • Stek yang akan ditanam ada baiknya dicelupkan dahulu ke dalam fungisida, hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko bibit buah naga terserang jamur.

3. Menyemai bibit buah naga

Hal 3 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah menyemai bibit buah naga. Proses menyemai bibit buah naga ini merupakan cara merubah bibit yang sudah disiapkan tadi menjadi bibit buah naga yang siap ditanam. Dalam proses menyemai ini diperlukan perlakuan khusus supaya tanaman bisa tumbuh secara optimal dan sehingga hasil yang diinginkan memuaskan. Dalam proses penyemaiannya, diharuskan menggunakan media yang terpisah dengan penanaman masal.

4. Menyiapkan media penyemaian buah naga

Hal 4 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah menyiapkan media penyemaian buah naga. Dalam penyemaian bibit buah naga umumnya bisa memakai pot ataupun polybag. Jadi siapkan pot atau polybag yang sudah diisi oleh campuran tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Selain menggunakan pupuk organik, kamu juga bisa memakai pupuk kandang atau pupuk kompos.

5. Menanam bibit buah naga ke media penyemaian

Hal 5 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah menanam bibit buah naga ke media penyemaian. Akan tetapi sebelum menanam bibit buah naga ke media penyemaian, ada baiknya menyiram media penyemaian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban media penyemaiannya.

Setelah itu barulah tancapkan bibit buah naga tersebut ke media persemaian, dimana bagian runcing yang ada dibawah ditancap hingga kedalaman sekitar 5 centimeter. Taruhlah media penyemaian yang telah ditanam bibit buah naga tersebut ditempat yang terlindung dari sinar matahari secara langsung.

6. Penyiraman bibit buah naga

Hal 6 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah penyiraman bibit buah naga. Agar bibit buah naga tersebut cepat bertunas, maka sebaiknya disiram setidaknya 2-3 kali dalam sehari. Lakukan penyiraman bibit buah naga ini sampai tanaman tumbuh tunas.

7. Pemeliharaan bibit buah naga

Hal 7 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah pemeliharaan bibit buah naga. Umumnya bibit buah naga yang telah ditanam tersebut akan mulai tumbuh tunas setelah menginjak usia 3 minggu. Setelah mulai tumbuh tunas, pemeliharaan merupakan hal yang wajib. Jadi taruhlah tanaman tersebut di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Lakukan pemeliharaan ini sampai tanaman tersebut berumur 3 bulan, dimana biasanya tanaman akan mempunyai tinggi sekitar 50-80 centimeter dan siap untuk dipindahkan.

8. Membuat tiang panjat

Hal 8 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah membuat tiang panjat. Tiang panjat ini nanti berfungsi untuk menopang batang tanaman supaya tidak mudah roboh. Umumnya setiap 1 hektar lahan membutuhkan sekitar 1600 tiang panjat dan 6400 bibit, akan tetapi semuanya tergantung cara menanam buah naga dan jarak tanam yang digunakan.

Jadi buatlah tiang panjat secara permanen dengan memakai cor beton. Akan tetapi jika kamu terbatas akan biaya, kamu juga bisa memakai kayu ataupun bambu yang kuat. Untuk bentuk tiang panjatnya sendiri bisa berupa persegi ataupun silinder dengan diameter 10-5 centimeter, sementara untuk tingginya yaitu sekitar 2-2,5 meter.

9. Mengatur baris tiang panjat buah naga

Hal 9 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah mengatur baris tiang panjat buah naga. Hal ini dilakukan supaya tanaman buah naga rapi dan teratur. Jadi aturlah jarak tiang panjat dalam satu baris sekitar 2,5 meter dan jarak antar barisnya yaitu 3 meter. Jarak ini sekaligus juga merupakan jarak tanaman buah naga.

10. Membuat saluran drainase

Hal 10 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah membuat saluran drainase. Saluran drainase ini nantinya berfungsi untuk megeluarkan air yang berlebihan. Jadi buatlah saluran drainase sekitar 25 centimeter dan dibuat diantara baris.

11. Membuat lubang tiang panjat buah naga

Hal 11 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah membuat lubang tiang panjat buah naga. Jadi buatlah lubang dengan kedalaman 50 centimeter. Hal ini dilakukan supaya tiang panjat tersebut dapat berdiri kokoh dan dapat menopang pertumbuhan buah naga.

12. Menanam tiang panjat buah naga

Hal 12 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah menanam tiang panjat buah naga. Jadi tanamlah tiang panjat yang telah disiapkan tadi ke dalam lubang yang telah digali sebelumnya.

13. Membuat lubang tanam di sekitar tiang panjat

Hal 13 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah membuat lubang tanam di sekitar tiang panjat. Jadi buatlah lubah disekitar tiang panjang dengan ukuran 60×60 centimeter dengan kedalaman 25 centimeter, dimana posisi tiang panjatnya berada ditengah.

14. Campurkan tanah galian dengan pasir

Hal 14 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah mencampurkan tanah galian dengan pasir. Jadi siapkanlah pasir sebanyak 10 kilogram dan kemudian dicampurkan dengan tanah galian. Aduklah pasir dengan tanah galian tersebut hingga merata, hal ini bertujuan meningkatkan porositas tanah.

15. Campurkan tanah galian dengan pupuk

Hal 15 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah mencampurkan tanah galian dengan pupuk. Jadi siapkan 10-20 kilogram pupuk kompos ataupun pupuk kandang dan kemudian campurkan dengan tanah galian yang sudah bercampurkan pasir. Aduklah pupuk dengan campuran pasir dan tanah galian tersebut hingga merata

16. Campurkan tanah galian dengan kapur atau dolomit

Hal 16 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah memberikan kapur atau dolomit. Jadi siapkan kapur dolomit dan kemudian campurkan dengan tanah galian yang sudah bercampurkan pasir dan pupuk tersebut. Aduklah kapur dolomit tersebut dengan campuran pasir, pupuk, dan tanah galian tersebut hingga merata Hal ini dilakukan karena tanaman buah naga merupakan tanaman yang memerlukan banyak sekali kalsium.

17. Menimbun lubang tanam buah naga

Hal 17 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah menimbun lubang tanam buah naga. Jadi timbunlah lubang tanam tersebut dengan menggunakan campuran tanah galian, pasir, pupuk, dan kapur dolomit yang sudah diaduk secara merata.

18. Menyiram timbunan lubang tanam buah naga

Hal 18 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah menyiram timbunan lubang tanam buah naga. Agar kelembaban merata, maka siramlah timbunan tersebut menggunakan air. Namun hal yang diperhatikan adalah jangan sampai air tersebut menggenang. Setelah itu diamkanlah timbunan tersebut sampai mengering terkena matahari dan diamkan hingga 2-3 hari.

19. Memberikan pupuk TSP

Hal 19 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah memberikan pupuk TSP. Jadi setelah di diamkan selama 2-3 hari, kemudian berikanlah tambahan pupuk TSP sebanyak 25 gram dan ditaburkan melingkari tiang panjat dengan jaraknya yaitu sekitar 10 centimeter. Setelah itu diamkan selama 1 hari untuk bisa langsung ditanami bibit buah naga.

20. Membuat lubang tanam buah naga

Hal 20 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah membuat lubang tanam buah naga. Umumnya setiap tiang panjat bisa ditanami maksimal 4 bibit buah naga dengan jarak masing-masingnya yaitu 10 centimeter. Jadi buatlah lubang tanam dengan kedalaman 1-20 centimeter.

21. Pemindahan bibit buah naga ke media lahan

Hal 21 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah memindahkan bibit buah naga ke media lahan. Umumnya bibit buah naga yang sudah berusia 3 bulan dan tinggi sekitar 50-80 centimeter sudah siap untuk dipindahkah ke media lahan.

22. Tahap menanam tanaman buah naga

Hal 22 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah tahap menanam tanaman buah naga. Jadi tanamanlah bibit tanaman buah naga yang ada dipersemaian menggunakan media pot atau polybag tersebut ke lubang tanam yang telah dibuat sebelumnya dan timbun kembali dengan tanah sambil dipadatkan.

23. Mengikat tanaman buah naga

Hal 23 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah mengikat tanaman buah naga. Jadi keempat bibit tanaman buah naga yang menempel di tiang panjat tersebut diikat supaya tanaman tersebut dapat tumbuh menjulur sepanjang 20 sampai 30 centimeter. Namun hal yang diperhatikan di dalam cara mengikat tanaman buah naga tersebut adalah jangalah terlalu kuat supaya tanaman buah naga tersebut mempunyai ruang gerak dan tidak melukai bibit tanamannya.

24. Memberikan pupuk tambahan

Hal 24 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah memberikan pupuk tambahan. Memberikan tambahan pupuk haruslah disesuaikan dengan kebutuhannya, dimana saat awal penanaman tanaman ini sangat memerlukan unsur nitrogen. Sementara saat tanaman berbunga dan berbuah, maka tanaman ini sangat memerlukan unsur fosfor dan kalium. Namun dalam memberikan pupuk sebaiknya jangan memberikannya pupuk urea, hal dikarenakan malah membuat pembusukan dibagian batang.

Jadi berilah pupuk kandang atau pupuk kompos dan taburkan setiap 3 bulan sekali. Untuk dosisnya sendiri yaitu 5-10 kilogram perlubang tanamannya. Namun saat tanaman buah naga sudah memasuki masa bunga dan buah, maka berikanlah tambahan pupuk NPK dan ZK dengan dosisnya yaitu 50 dan 20 gram perlubang tanamannya. Selain itu kamu juga bisa memberi pupuk cair dan hayati untuk memaksimalkannya. Namun yang terpenting adalah memberikan pupuk sesuai dengan kebutuhan saja dan jangan terlalu berlebihan.

25. Penyiraman tanaman buah naga

Hal 25 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah penyiraman tanaman buah naga. Air merupakan hal yang paling penting di dalam merawat tanaman, hal ini termasuk juga pada tanaman buah naga. Penyiraman tanaman buah naga umumnya bisa dilakukan dengan cara mengalirkan air melalui saluran irigasi. Akan tetapi jika inging praktis dan mudah bisa memakai irigasi tetes, namun membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk membuatnya.

Selain itu, penyiraman juga bisa dilakukan dengan cara menggenangi parit. Jadi jika menggunakan cara menggenangi parit, maka cukup merendamnya selama 2 jam. Tetapi jika penyiraman dilakukan dengan cara gembor, maka disetiap lubang tanamannya disiram dengan menggunakan air sebanyak 4 sampai 5 liter.

Untuk frekuensi penyiramannya adalah 3 kali dalam sehari saat cuaca panas atau kemarau. Selain itu juga menyesuaikan dengan kondisi tanah, jika tanah sudah gembur maka bisa dikurangi intensitasnya. Selain itu, saat tanaman sudah mulai berbunga atau berbuah intensitas penyiramannya juga haris dikurangi. Hal ini dilakukan supaya mengurangi tumbuhnya tunas baru sehingga perkembangan buahnya dapat maksimal. Akan tetapi jika kondisi tanahnya mengering, maka  segera lakukan penyiraman supaya kelembapan tanahnya tetap terjaga.

26. Pemangkasan tanaman buah naga

Hal 26 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah pemangkasan tanaman buah naga. Pemangkasan tanaman buah naga umumnya mempunyai 3 jenis, yaitu pemangkasan untuk peremajaan cabang yang sudah tidak produktif, pemangkasan untuk membentuk cabang, dan pemakasan untuk membentuk batang pokok. Masing-masing cara pemangkasan tanaman buah naga tersebut mempunyai fungsinya masing-masing.

A. Pemangkasan batang pokok
Pemangkasan jenis ini bertujuan supaya tanaman buah naga mempunyai batang utama yang sangat kuat dan bisa menopang cabang serta buah.

Cara pemangkasannya
  • Pilihlah batang yang paling kuat dan kokoh
  • Potong tunas yang tumbuh di bawah batang ini.

B. Pemangkasan cabang
Pemangkasan jenis ini bertujuan supaya kualitas buah yang dihasilkan dapat lebih maksimal.

Cara pemangkasannya
  • Pilih 3-4 cabang terbaik
  • Pangkas cabang pilihan tersebut

C. Pemangkasan peremajaan cabang
Pemangkasan jenis ini bertujuan untuk meremajakan kembali cabang dari tanaman buah naga tersebut.

Cara pemangkasannya
  • Pilih 3-4 cabang yang tidak lagi produktif
  • Pangkas cabang pilihan tersebut

27. Panen buah naga

Hal 27 yang harus dilakukan di dalam cara menanam buah naga adalah panen buah naga. Umumnya tanaman buah naga baru bisa dipanen saat usianya menginjak 10-12 bulan sejak pembibitan. Satu tanaman buah naga biasanya akan menghasilkan berkisar 1 kilogram buah. Sementara dengan menggunakan lahan seluas 1 hektar biasanya akan menghasilkan 6 sampai 7 ton dalam sekali panen. Panen buah naga bisa dikatakan sukses apabila mencapai 50 ton perhektarnya.

Berikut ini adalah ciri-ciri buah naga yang sudah siap dipanen:
  • Buahnya mulai berwarna merah mengkilap
  • Jumbai buahnya berwarna kemerahan
  • Warna hijaunya berkurang
  • Pangkal buah mulai menguncup
  • Mahkota buah mengecil
  • Buahnya mulai membulat
  • Beratnya sudah 400-600 gram.

Nah bagaimana mudah bukan cara menanam buah naga? demikianlah artikel berjudul 27 cara menanam buah naga yang baik dan benar agar cepat berbuah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Halaman :